Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Senin, 27 September 2021

Bubur Bakar Londo Kini Tersedia Tiap Hari di Canting Londo Kitchen Solo

Bubur Bakar Londo, bubur yang dibakar menggunakan clay pot di atas kompor yang menghasilkan cita rasa istimewa.

SOLOSKOY.COM, SOLO - Bubur Bakar Londo, sajian unik dari Resto Canting Londo Kitchen di Hotel Solia Zigna Kampung Batik Laweyan Solo, kini dapat dinikmati setiap hari oleh pengunjung.

Adapun Bubur Bakar Londo adalah bubur yang dibakar menggunakan clay pot di atas kompor yang menghasilkan cita rasa istimewa.

BACA JUGA : Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo Gelar Instagram Animal Photo Contest

Menurut Yasodhara Cakasana alias Dhara, Public Relations Solia Zigna Kampung Batik, semula Bubur Bakar Londo hanya tersedia setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 6 pagi.

“Namun seiring dengan tingginya minat dan antusiasme dari pengunjung, kini olahan bubur tersebut dapat dipesan setiap hari Senin hingga Kamis pukul 15.00 – 20.00 WIB,” kata Dhara kepada SoloSkoy.com, Senin (27/09/2021).

BACA JUGA : Pegiat Wisata di Solo Luncurkan Majalah Pariwisata Digital Exploria

Tiga Varian

Bubur Bakar Londo tersedia dalam tiga varian yaitu ayam, sapi, dan seafood.

Bubur Bakar Londo, sajian unik di Resto Canting Londo Kitchen.

Pengunjung juga dapat memilih topping sesuka hati, antara lain telur pitan, sosis, ayam char siu, dimsum siomay, atau dimsum ceker.

“Sajian bubur bakar ini dapat dinikmati mulai dari Rp 15.000 saja,” kata Dhara.

BACA JUGA : Ini Menu Makanan Favorit di Warung Selat Mbak Lies di Solo

Selain bubur bakar, pengunjung juga dapat mencicipi lezatnya sajian dimsum yang beranekaragam.

Gerobak Dimsum

“Dengan tajuk Gerobak Dimsum, Canting Londo Kitchen menyediakan aneka masakan yang berasal dari Negeri China tersebut mulai dari Lumpia Pangsit, Siomay Rambutan, Congfan Cumi, Charsiu, dan masih banyak lagi,” katanya.

 Sajian Dimsum di Resto Canting Londo Kitchen.
Dhara menyebutkan, terdapat pula paket spesial yang terdiri dari beberapa pilihan menu dimsum yang sudah termasuk minuman.

“Olahan dimsum tersebut dapat dinikmati setiap hari mulai pukul 11.00 di Canting Londo Kitchen dengan harga mulai dari Rp 25.000 per porsi,” ucapnya. (jun)

Share:

Sabtu, 25 September 2021

Tim Robot Megalodon UMS Raih Juara 1 dan Best Strategi Kontes Robot SAR Indonesia 2021

Empat mahasiswa UMS Program Pendidikan Teknik Elektro anggota Tim Megalodon.

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Tim Megalodon dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berlaga dalam Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI) berhasil meraih Juara I dan Best Strategi.

Mereka menang dalam ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa bidang robotika yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang diumumkan Sabtu (25/09/2021) hari ini.

BACA JUGA : Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Luluskan 2 Perempuan Doktor Ilmu Hukum

Siaran pers dari Humas UMS yang dikirim ke redaksi SoloSkoy.com menyebutkan, Kontes Robot Indonesia (KRI) memasuki tahun ke-19 sejak pertama kali diadakan pada tahun 2003 di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu.

Transformasi KRPAI

Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI) merupakan transformasi dari Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). KRSRI menekankan pada misi pencarian dan penyelamatan bencana yang umum terjadi di Indonesia.

Adapun Tim Megalodon merupakan tim  robot bimbingan Heru Supriyono ST MSc PhD yang beranggotakan Wahyu Yuli Aldianto, Aron Widiatmoko, Untung Budi Utomo dan Aldi Yulianto, mahasiswa UMS Program Pendidikan Teknik Elektro.

BACA JUGA :  Mahasiswa UNS Solo Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami Pendukung Prokes

Ketua Tim Megalodon, Wahyu YuliAldianto, menyampaikan kebahagiaan sekaligus kesiapannya untuk berkompetisi pada level selanjutnya pada 12 Oktober 2021 mendatang.

"Sangat senang dan kami siap untuk berlomba di tingkat lanjut," kata Wahyu seusai pengumuman kemenangan.

Kembangkan Potensi Mahasiswa

Prestasi yang diperoleh dalam perlombaan Kontes Robot Indonesia ini sesuai dengan Misi Biro Kemahasiswaan UMS yaitu mengembangkan potensi mahasiswa melalui kegiatan ekstra kurikuler agar menjadi sumber daya manusia profesional, memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, serta memiliki jiwa wirausaha yang dilandasi nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan

BACA JUGA : Di Laboratorium MIT AS, Noor Titan Putri Hartono Rancang Panel Surya Lebih Murah dan Efisien

Kepala Biro Kemahasiswan UMS, Ir Ahmad Kholid AlGhofari ST MT mengungkapkan bahwa Biro Kemahasiswaan bangga atas pencapaian tim Megalodon UMS yang  menunjukkan hasil kegiatan dan pengembangan Robot Research berjalan baik.  (jun)

Share:

Kamis, 23 September 2021

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Luluskan 2 Perempuan Doktor Ilmu Hukum

 Aida Dewi (kiri) menjadi doktor dengan disertasi Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Pemerkosaan (Studi Tentang Penerapan Asas Keadilan Substantif).

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO  - Program Doktor (S3) Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meluluskan mahasiswa program doktor melalui ujian terbuka pada Kamis (23/09/2021).

Ujian ini dilaksanakan secara blended di Ruang Seminar Pascasarjana UMS dan secara online melalui Zoom Meeting dan Youtube TV UMS Channel.

Mahasiswa yang Kamis (23/9) melakukan ujian terbuka, atau biasa disebut promovenda, ini bernama Aida Dewi, dengan judul disertasi Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Pemerkosaan (Studi Tentang Penerapan Asas Keadilan Substantif).

BACA JUGA : Tim Mahasiswa UNS Solo Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami Pendukung Prokes

Adapun sehari-hari Aida Dewi menjadi dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta.

Pada kesempatan yang sama, Aullia Vivi Yulianingrum dikukuhkan sebagai doktor di bidang Ilmu Hukum. Gelar ini diperolehnya melalui publikasi bereputasi Internasional.

Aullia Vivi Yulianingrum (kiri) menjadi doktor melalui publikasi bereputasi Internasional.

Agak Berbeda

Menurut siaran pers yang dikirim Bagian Humas UMS kepada SoloSkoy.com, suasana ujian kali ini agak berbeda karena promovenda Aida Dewi sebelum menyampaikan hasil penelitiannya, terhenti beberapa saat. Suaranya tercekat, suasana pun hening.

BACA JUGA : Prof Dr Waston MHum Jadi Guru Besar ke-25 UMS

Hal ini dikarenakan ia teringat pembimbing dan ayahandanya yang telah berpulang ke Rahmatullah. Namun setelah sekitar lima menit terhenti, promovenda  kembali melanjutkan paparannya dengan lancar.

Dalam penelitian yang disampaikan pada sidang terbuka ini Aida membahas perkara pelecehan seksual, pencabulan, pemerkosaan terhadap anak dan perempuan yang sangat marak dan semakin memprihatinkan.

Semakin Terpuruk

"Kondisi ini dikarenakan tidak adanya perlindungan secara penuh kepada korban pemerkosaan, baik secara psikis maupun secara fisik, di mana hal ini  semakin membuat keadaan korban semakin terpuruk," kata Aida.

BACA JUGA : Datangi DPRD Solo, ARB Pertanyakan Gaji Dewan dan Penangkapan 10 Mahasiswa UNS

Selain itu, ujarnya, peraturan perundang-undangan terhadap pelaku belum memberikan rasa keadilan terhadap masa depan korban yang tercabik-abik.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta itu berharap setelah sekarang mendapatkan gelar doktor dirinya, akan melanjutkan studi sampai menjadi Guru Besar di bidang Ilmu Hukum.

"Ilmu saya akan saya abadikan dalam dunia pendidikan dan akan saya praktikkan dalam pekerjaan yang saya geluti, dan setelah ini saya akan melakukan penelitian dengan harapan dapat melanjutkan sebagai mencapai gelar guru besar," katanya

Alternatif Lain

BACA JUGA : Lagi, UMS Masuk 10 Besar Perguruan Tinggi Islam Terbaik Sedunia

Di tempat sama, Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif MSi, menyampaikan bahwa dalam proses kelulusan ini  mahasiswa dapat alternatif lain selain sidang terbuka.

"Mahasiswa juga dapat memilih alternatif untuk publikasi  Internasional terindeks Scopus," kata Rektor UMS. (jun)

Share:

Canting Londo Kitchen Solo Padukan Musik Keroncong dengan Menu Gongso

Pergelaran musik keroncong oleh orkes Maifi Keroncong Entertainment di Canting Londo Kitchen.

SOLOSKOY.COM, SOLO –  Canting Londo Kitchen di Hotel Solia Zigna Kampung Batik Laweyan Solo menghadirkan program reguler yang dapat dinikmati oleh pengunjung restoran bergaya kolonial tersebut.

“Program tersebut bertajuk Gongso Roncong yang hadir setiap hari Jumat di Latar Laweyan, area outdoor di belakang bangunan utama Canting Londo Kitchen,” kata Yasodhara Cakasana, Public Relations Solia Zigna Kampung Batik Laweyan, kepada SoloSkoy.com, Kamis (23/09/2021).

BACA JUGA : Angkat Busana Pengantin Mangkunegaran, Dinas Kebudayaan Solo Tanamkan Nilai Tradisi 

Dhara, panggilan akrab Yasodhara, menyebutkan, penamaan Gongso Roncong tersebut memiliki makna yang merepresentasi keseluruhan program.

”'Gongso' menunjukkan adanya hidangan utama berupa olahan gongso yang ditambah aneka sayur dan lalapan, aneka wedang rempah, gerobak ronde-asle, serta gerobak bakmi Jowo,” katanya.

Sajian menu Gongso di Canting Londo Kitchen.

Acara Utama

Di sisi lain, “Roncong” berarti acara utamanya, yakni pergelaran musik keroncong yang dipersembahkan oleh orkes Maifi Keroncong Entertainment.

BACA JUGA : Hotel Solia Zigna Kampung Batik Laweyan Solo Raih Customer Review Award dari Agoda

“Canting Londo Kitchen sengaja menghadirkan musik keroncong bersamaan dengan hidangan gongso untuk mengajak pengunjung bernostalgia dengan suasana yang berbeda,” ucap Dhara.

Menurut Dhara, acara ini bersifat free entry dan berlaku untuk umum mulai pukul 18.00 WIB.

“Pengunjung dapat menikmati sajian yang tersedia di stall dengan harga yang sangat terjangkau, hanya mulai dari Rp 15.000 saja,” katanya. (jun)

Share:

Angkat Busana Pengantin Mangkunegaran, Dinas Kebudayaan Solo Tanamkan Nilai Tradisi pada Kaum Muda

Workshop bertema Busana Pengantin Mangkunegaran yang digelar Dinas Kebudayaan Solo.

SOLOSKOY.COM, SOLO – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan Surakarta menggelar workshop Gelar Panca Pustaka Nilai Tradisi, Rabu (22/09/2021) di Rumah Kabudayan nDalem Djojokoesoeman, Solo.

Workshop bertema Busana Pengantin Mangkunegaran ini juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Dinas Kebudayaan Kota Surakarta mulai pukul 09.30 WIB.

BACA JUGA : Keraton Solo Gelar Vaksinasi Covid-19 Mulai 20 September 2021 hingga 2 November 2021

"Kami berharap workshop di bidang nilai tradisi ini jadi ruang apresiasi bagi pelaku dan penikmat seni budaya sekaligus komoditas menarik bagi wisatawan yang berdampak pada perekonomian masyarakat Kota Surakarta," kata epala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, Drs Agus Santoso MM.

Jumlah Perserta Hadir Terbatas

Menurut siaran pers yang diperoleh redaksi SoloSkoy.com, workshop ini mengundang hadir peserta terbatas dari perwakilan siswa siswi dan guru beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Surakarta.

Antara lain dari SMK Negeri 8, SMK Negeri 7, SMK Negeri 4, SMK Marsudirini, dan SMA Negeri 4 Surakarta.

BACA JUGA : Ekspos Kegiatan, Badan Promosi Pariwisata Daerah Solo Gandeng PRSSNI Surakarta

Adapun para generasi muda dan masyarakat umum dapat mengikuti acara secara daring.

Selain di kanal YouTube Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, acara ini juga dapat dilihat di Gibran TV, Pariwisata Solo, dan Batik TV.

Khas Pura Mangkunegaran

Narasumber yang dihadirkan yaitu kerabat Pura Mangkunegaran Surakarta, Dra RAy Irawati Kusumorasri MSn, untuk menjelaskan sejarah pengantin khas Mangkunegaran; dan juru rias pengantin Istana Mangkunegaran Surakarta, Retno Yanti,  yang menjelaskan tata rias dan pakaian khas pengantin gaya Mangkunegaran Surakarta.

Juga, fashion designer Kota Surakarta, Drs Djoko Boedi Santosa yang dikenal dengan nama Joko SSP, untuk menampilkan karya baru yang terinspirasi dari gaya pengantin Mangkunegaran Surakarta.

BACA JUGA : Hotel Solia Zigna Solo Sajikan Menu Tradisional Nusantara 

Selain penjelasan dari para narasumber, terdapat pula fashion show yang menampilkan sepasang pengantin, patah, cucuk lampah, orang tua pengantin, dan pengiring gaya Mangkunegaran Surakarta.

Para peserta workshop yang hadir di lokasi juga mempraktikkan penggunaan jarik yang diarahkan oleh para narasumber.

Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kecintaan para peserta yang hadir di lokasi acara serta masyarakat penikmat seni budaya yang menonton secara daring melalui nilai tradisi pengantin gaya Mangkunegaran Surakarta. (jun)

Share:

Selasa, 21 September 2021

Keraton Solo Gelar Vaksinasi Covid-19 Mulai 20 September 2021 hingga 2 November 2021

V
Vaksinasi Covid-19 perdana di Pagelaran Sasana Sumewa Keraton Kasunanan Surakarta.

SOLOSKOY.COM, SOLO - Vaksinasi Covid-19 di Kota Solo terus dilakukan di berbagai tempat, termasuk di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo).

Di sini, vaksinasi dilakukan mulai 20 September-6 Oktober 2021 untuk tahap pertama, dan tahap kedua pada 18 Oktober 2021-2 November 2021.

Vaksinasi di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta ini hasil kerja sama keraton dengan Pemerintah Kota Surakarta, RST Slamet Riyadi (DKT) dan Salim Group serta PMI Solo.

BACA JUGA : Tolak Vaksin Covid-19, Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan

Vaksinasi perdana di Pagelaran Sasana Sumewa Keraton Kasunanan Surakarta, Senin (20/09/2021), ditinjau oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka alias Mas Wali.

Prameswari Raja 

Selain Gibran, hadir pula Ratu Pakoe Boewono (PB) Kanjeng Ratu Ayu (KRAy) Adipati Pradapaningsih atau prameswari (permaisuri) Raja Keraton Kasunanan PB XIII.

Mas Wali Kota mengapresiasi sentra vaksinasi di Keraton Kasunanan Surakarta itu. "Terimakasih, hari ini ada serbuan vaksinasi di Keraton Kasunanan Surakarta,” kata Gibran.

“Harapannya tempat pariwisata di Solo bisa segera pulih dan bisa dibuka kembali, tentu dengan prokes yang ketat," paparnya.

BACA JUGA : Karyawan Hotel Solia Zigna Kampung Batik Laweyan Divaksinasi Covid-19 oleh Tim Medis RST Slamet Riyadi Solo

15.000 Dosis

Sedangkan Koordinator Sentra Vaksinasi Keraton, RAy Febri Hapsari Dipokusumo, kepada wartawan mengatakan sekitar 15.000 dosis vaksin disiapkan untuk membantu program pemerintah dalam percepatan vaksinasi.  

Adapun vaksinasi ini tidak hanya dikhususkan untuk abdi dalem keraton namun juga masyarakat yang berkegiatan di sekitar lingkungan keraton. Antara lain tukang becak, pedagang kaki lima, dan penjual suvenir.

BACA JUGA : Agnez Mo dan AG Peduli Bangun Klinik Vaksin Covid-19 Gratis

"Targetnya mereka yang beraktivitas di seputar beteng keraton, kawasan Baluwarti dan sekitarnya, sehingga tercapai herd immunity atau kekebalan komunitas di lingkungan Keraton Surakarta," paparnya.

Dari Luar Solo

Selain itu mereka yang divaksin tidak hanya warga ber-KTP Solo saja karena  banyak abdi dalem maupun sentono dalem berasal dari luar Solo.

“Alhamdulillah Pak Walikota Solo mengizinkan," kata Febri, yang juga menantu PB XII.

Sebelumnya para abdi dalem dikoordinir terlebih dahulu. Pihaknya juga bekerjasama dengan pihak kecamatan-kecamatan di Solo lalu masing-masing kecamatan mengirimkan perwakilan.  (jun)

Share:

Senin, 20 September 2021

Tim Mahasiswa UNS Solo Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami Pendukung Prokes

PEP Soap (Practical Education Paper Soap) ciptaan lima.mahasiswa UNS. FOTO : HUMAS UNS

SOLOSKOY.COM, SOLO - Berkontribusi dalam menyelesaikan masalah  akibat pandemi Covid-19, lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan sabun kertas dari bahan alami.  

Sabun ini dibuat sebagai media adaptasi era New Normal mendukung penerapan protokol kesehatan (prokes).

Kelima mahasiswa UNS itu adalah Letisia Nur Safitriyani, Fitria Nur Hidayah dan Inez Damayanti yang masing-masing berasal dari Program Studi (Prodi) Agribisnis; dua mahasiswa lainnya yaitu Ulfa Nida Arfianti dari Prodi Pendidikan Kimia; serta Elvina Emalia dari Prodi Agroteknologi.

BACA JUGA : 5 Mahasiswa UNS Solo Ciptakan Alat Uji Hand Sanitizer Berbasis IoT Bernama Handsiot

Mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PMK-K) Fakultas Pertanian (FP) UNS.

Bentuk Inovasi

Saat dihubungi oleh tim uns.ac.id, Letisia selaku Ketua Tim mengatakan bahwa konsep sabun kertas merupakan bentuk inovasi sebagai solusi atas permasalahan pandemi Covid-19.

Sesuai dengan program Pemerintah yang mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, lima mahasiswa UNS tersebut meyakini bahwa sabun kertas dapat menjadi media adaptasi era New Normal.

“Sabun ini praktis dibawa ke mana-mana jika dibandingkan dengan sabun padat dan cair,” tutur Letisia.

BACA JUGA : Di Laboratorium MIT AS, Noor Titan Putri Hartono Rancang Panel Surya Lebih Murah dan Efisien

Dengan kemudahan tersebut, masyarakat bisa mencuci tangan di mana saja tanpa harus repot membawa sabun padat atau cair.

Tujuan itu selaras dengan imbauan pemerintah yang dikenal dengan ‘Pesan Ibu’. ‘Pesan Ibu’ merupakan imbauan yang berisi peringatan untuk selalu mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Dibimbing oleh Dr Erlyna Wida Riptanti SP MP, tim PMK-K FP tersebut memberi nama PEP Soap pada produk inovasinya. PEP Soap merupakan singkatan dari Practical Education Paper Soap.

BACA JUGA : Pelajar Asal Gentan Sukoharjo dan Tiga Pelajar dari Kota Lain Sabet Medali di Olimpiade Biologi Internasional di Lisbon

PEP Soap dibuat dari bahan alami yang aman bagi kesehatan kulit. Bahan alami tersebut di antaranya mengkudu, jeruk purut, dan daun sirih.

Mengkudu mengandung alkaloid dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Sementara jeruk purut mengandung minyak atsiri yang dapat menghasilkan aroma wangi.

Minyak atsiri pada jeruk purut memiliki kandungan pinene dan sitronelal yang bermanfaat sebagai antibakteri.

Komponen terakhir yaitu sirih berfungsi sebagai antiseptik alami.

BACA JUGA : UMS Gandeng SLB YRTRW Solo dalam Program Kemitraan Masyarakat demi Wujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi

Media Edukasi

Tak hanya berbahan dasar alami, PEP Soap juga menjadi media edukasi seputar Covid-19. Kelima mahasiswa UNS tersebut menyertakan QR Code di setiap kemasan PEP Soap.

QR Code tersebut dapat dipindai sehingga menghubungkan pengguna dengan blog yang berisi informasi terkait Covid-19. Tujuannya, supaya pengguna PEP Soap bisa memperoleh infomasi yang valid dan terhindar dari hoax.

PEP Soap telah dipasarkan sejak pertengahan tahun 2021, yakni pada bulan Juli. Pemasarannya dilakukan melalui dua cara, yakni online dan offline.

BACA JUGA : Mahasiswi Manajemen UMS, Lusy Azizah Hapsari, Sabet Medali Emas Olimpiade Nasional

Secara online, Tim PMK-K FP memasarkan produk PEP Soap melalui Instagram, Shopee dan WhatsApp. Sementara pemasaran offline dilakukan melalui layanan Cash on Delivery (COD) dan sistem konsinyasi atau penitipan barang.

Alternatif Kepraktisan

“Harapannya inovasi sabun kertas yang kami buat ini dapat menjadi salah satu alternatif kepraktisan dalam menjalani kehidupan New Normal di tengah situasi pandemi untuk tetap taat protokol kesehatan," kata Letisia.

BACA JUGA : Dr Sukartono dalam Webinar PGSD UMS Ngobrolin Guru SD : Lulusan PGSD Bisa Punya Profesi Selain Guru

“Selain itu juga kami berharap bisa ikut serta mengedukasi masyarakat umum tentang informasi seputar Covid-19 dengan data yang valid."

“Besar harapan kami agar bisa mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk menyukseskan program PKM Kewirausahaan ini, semoga melalui hal ini dapat ikut berkontribusi bagi masyarakat, almamater, dan negara,” ujar Letisia. (Humas UNS)

Artikel ini telah tayang di laman web UNS berjudul Mahasiswa UNS Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami

 

Share:

Datangi DPRD Solo, ARB Pertanyakan Gaji Dewan dan Penangkapan 10 Mahasiswa UNS

Pimpinan DPRD Solo menerima perwakilan Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Solo Raya.

SOLOSKOY.COM, SOLO – Elemen masyarakat Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Solo Raya beraudiensi dengan Pimpinan DPRD Kota Surakarta, Senin  (20/09/2021) siang, di gedung dewan.

Kedatangan ARB ini untuk menindaklanjuti surat yang mereka kirimkan ke pimpinan dewan pada 1 September 2021 lalu tentang berbagai hal yang berhubungan dengan fungsi, peran dan tugas serta kinerja dewan.

ARB juga menanyakan tentang hal-hal aktual seperti penangkapan 10 mahasiswa UNSSolo yang aksi poster saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kampus UNS, dan tentang fasilitas (gaji dan lain-lain) yang diterima dewan.

Menurut siaran pers yang diperoleh SoloSkoy.com, wakil dari ARB Solo Raya yaitu  Usman Amirodin, Tresno Subagyo, Zainal Abidin dan Lilik Paryanto ditemui dua Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto (PKS) dan Taufiqrachman (Partai Golkar).

Mengapresiasi ARB

“Audiensi dibuka Pak Sugeng Riyanto yang antara lain mengapresiasi Aliansi Rakyat Bergerak ARB Solo Raya yang peduli keadaan masyarakat, baik di daerah maupun dalam skala nasional,” kata Tresno Subagyo dalam siaran pers yang dikirimkan ke redaksi SoloSkoy.com, Senin (20/09/2021).

Saat audiensi, Usman Amirodin antara lain menanyakan peran wakil rakyat bila ada permasalahan seperti penangkapan 10 mahasiswa UNS saat kunjungan Presiden RI, dan adanya selisih harga bantuan sosial (Bansos) yang diterima  masyarakat sampai kisaran Rp 37.000.

Sedangkan Tresno Subagyo menanyakan tentang besaran gaji dan anggaran kegiatan anggota dewan.

Tidak Bersikap

Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto, mengatakan, dalam hal peristiwa kunjungan Presiden RI di Kampus UNS tidak ada sikap DPRD Kota Surakarta secara kelembagaan karena peristiwa tersebut di luar ranah tugas pokok dan fungsi DPRD.

“Tetapi secara pribadi-pribadi ada komunikasi intensif anggota dewan dengan pihak terkait atas peristiwa tersebut,” katanya.

Sedangkan mengenai selisih harga Bansos yang diterima oleh masyarakat, menurut Sugeng, DPRD akan mengevaluasi setelah laporan dari Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masuk ke dewan.

Gaji Anggota DPRD

Mengenai gaji dan anggaran kegiatan dewan, Sugeng Riyanto  mengatakan bahwa rakyat sangat berhak mengetahuinya.

 “Angka persisnya nanti bisa dicek ke sekretariat dewan, tapi kurang-lebih sebagai berikut : gaji sekitar Rp 4,8 juta, tunjangan perumahan sekitar Rp 9 juta, dan tunjangan transportasi sekitar Rp 7 juta,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, pimpinan dewan tidak mendapatkan tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi karena mendapat fasilitas rumah dinas dan mobil dinas.

ARB Solo Raya dan pimpinan dewan juga membahas hal-hal penting yang telah disampaikan ARB melalui surat, di antaranya, pemberantasan korupsi alias kasus maling uang rakyat.

Juga, tentang anggota dewan yang harus bisa memposisikan diri dan berperan sebagai wakil rakyat, bukan sebagai alat kekuasaan, bukan hanya sebagai corong yang melegitimasi semua kebijakan penguasa, dan beberapa hal penting lain. (jun)

 

Share:

Minggu, 19 September 2021

Ekspos Kegiatan, Badan Promosi Pariwisata Daerah Solo Gandeng PRSSNI Surakarta

Pengurus BPPD Surakarta dan PRSSNI Surakarta berfoto bersama setelah penandatanganan kerja sama. 

SOLOSKOY.COM, SOLO - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Surakarta melakukan penandatanganan kerja sama dengan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional (PRSSNI) Cabang Surakarta dalam  bidang promosi dan ekspos kegiatan pariwisata.

Penandatanganan kerja sama di The Sunan Hotel Solo, Jumat (18/09/2021), tersebut dihadiri pengurus BPPD Kota Surakarta dan para pelaku bisnis media penyiaran radio di Kota Solo.

Kerja sama kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan berkas MOU oleh Ketua BPPD Kota Surakarta, Retno Wulandari, dan Ketua PRSSNI Cabang Surakarta, Kresna Wicaksono Nugroho.

Melalui perjanjian kerja sama ini diharapkan masing-masing pihak bisa meningkatkan kerja sama dan sinergi promosi untuk penguatan program pariwisata di Kota Surakarta.

Diskusi "Radio Talk"

Dalam kesempatan tersebut sekaligus digelar diskusi Radio Talk bertajuk “Peran Radio dalam Promosi Pariwisata” yang menghadirkan narasumber Komisioner Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Jawa Tengah, Anas Syahirul Alim, dan Praktisi Senior Radio, Guntoro Widiastanto.

Menurut Anas, dirinya masih sangat optimistis radio akan tetap eksis meski menghadapi tantangan di era disrupsi saat ini.

Justru sekarang, katanya, format radio di era kekinian harus bisa memanfaatkan kemajuan platform komunikasi. Jika itu bisa dilakukan maka peluang eksistensi radio dalam menjangkau audiens akan semakin besar. Termasuk, membantu mempromosikan sektor pariwisata.

Masih Eksis

“Kalau ada yang sering tanya, apakah radio masih ada maka selalu saya jawab radio masih eksis,” tegasnya, dalam siaran pers yang dikirim BPPD Solo kepada SoloSkoy.com, Senin (20/09/2021).

“Regenerasi audiens radio terus berjalan, kaum milineal masih tetap mendengarkan radio, tentu dengan cara mereka. Selain lewat mobil, juga dengan streaming lewat gadget mereka,” kata Anas.

Berkembangnya kanal media baru  berbasis internet, ucap Anas, membuat radio menghadapi tantangan yang besar. Kuncinya ada pada kreatifitas, adaptasi dan inovasi yang dibutuhkan radio untuk bertahan.

“Kompetisi radio tak hanya dengan sesama radio, atau dengan televisi maupun koran. Tetapi juga harus berkompetisi dan mengakomodasi media-media baru di era digital,” papar Anas.

Berperan Strategis

Anas juga menambahkan radio punya peran  sangat strategis untuk promosi dan pengembangan pariwisata, apalagi di tengah kondisi pariwisata yang sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19.  

“Lewat narasinya, radio bisa menggerakkan masyarakat untuk bisa datang ke tempat wisata dengan penggambaran yang lengkap. Atau menggerakkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan di lokasi wisata dan seterusnya,” kata Anas.

“Kita berharap radio bisa menyuguhkan narasi cerita yang komplet tentang kegiatan wisata, sehingga nikmat dikonsumsi sambil nyetir mobil atau sambil kegiatan lain,” ujarnya.

Sedangkan Guntoro Widiastanto menyebutkan, kunci pengelolaan radio agar tetap eksis ada di SDM (Sumber Daya Manusia) dan programnya.

Acara “Kering”

Contoh sederhana, pemahaman penyiar terhadap acara atau program yang dibawakan sangat penting. Karena Guntoro  sering mengamati program acara “kering”, karena penyiar sendiri kurang memiliki bekal terhadap acara yang dibawakan.

Dia juga menyarankan untuk mendukung pariwisata, radio bisa menggunakan ikon-ikon tertentu baik program maupun lokasi-lokasi yang menjadi tujuan wisata dalam program siaran mereka. 

Sementara itu Ketua BPPD Kota Surakarta, Retno Wulandari menuturkan di situasi pandemi di mana mobilitas dibatasi, minat mendengarkan radio semakin tinggi, sehingga momentum ini bisa digunakan untuk mendukung program percepatan kebangkitan sektor pariwisata.

“Informasi tentang penerapan protokol kesehatan, capaian vaksinasi serta pembukaan destinasi wisata kembali sangat bermanfaat untuk masyarakat atau wisatawan yang akan datang ke Kota Solo,” tuturnya. (jun)

Share:

Beberapa Tempat Terlarang di Amerika Serikat, Rusia dan Vatikan

Salah satu bagian dari Moscow Metro-2 di Rusia.

BEBERAPA tempat di dunia begitu misterius. Saking misteriusnya, tempat-tempat itu jadi seolah terlarang, amat jarang dikunjungi.

Dunia ini menyimpan banyak tempat semacam itu. Lokasi-lokasi penting nan misterius, yang memicu banyak tanda tanya hingga saat ini.

Dilansir Kompas.com dari berbagai sumber, inilah sejumlah tempat misterius yang terlarang untuk dikunjungi.

Area 51 

Area ini adalah basis militer super rahasia sekaligus lapangan udara yang terletak di Gurun Nevada, Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Tempat ini dibuat untuk mengembangkan eksperimen transportasi udara dan sistem persenjataan.

Pemerintah AS belum mengakui eksistensi resminya hingga tahun 2013. Area 51 pun tak memperbolehkan adanya pengunjung sama sekali.

Moscow Metro-2

Jalur terowongan bawah tanah cadangan ini terletak paralel dengan yang bisa diakses publik. Meski begitu, jalur ini terletak di bawah sistem kereta bawah tanah Moscow.

Tempat ini diberi nama K-6 oleh KGB. Dibangun untuk menghubungkan gedung-gedung besar di masa Stalin dan disebut punya empat jalur penghubung ke lokasi-lokasi penting di Rusia.

Mount Weather

Pada 1959, pemerintah AS membuka Mount Weather di antara daerah Loudoun dan Clarke di Virginia. Berfungsi sebagai bunker kuat berteknologi tinggi, khusus untuk anggota pemerintahan dalam keadaan darurat.

Fasilitas yang dijaga sangat ketat ini disebut punya 228 hektare perkantoran, asrama, serta tempat makan di bawah tanah.

Arsip Rahasia Vatikan

Archivum Secretum Apostoplicum Vaticanum, namanya. Berisi sekumpulan arsip sepanjang 52 mil.

Tempat ini menyimpan kertas-kertas tertua yang tertutup dari orang luar selama berabad-abad lamanya. Hanya beberapa orang terakreditasi yang bisa mendapat akses masuk.

Hanya 2-3 arsip per hari yang bisa dijadikan sumber untuk 1000 peneliti tiap tahunnya.

Gereja Mormon

Gereja Mormon disebut mengumpulkan informasi genealogis tentang mikrofilm di tahun 1930-an. Di sinilah mereka menyimpan semua dokumen tentang setiap keluarga di AS.

Tempatnya berlokasi di gunung di Utah. Disebut menyimpan lebih dari 3 miliar halaman informasi dan 100 ribu gulung dari mikrofilm. (kompas.com)


Artikel ini telah tayang di 
Kompas.com dengan judul "Inilah Sejumlah Tempat Terlarang di Dunia, TakBoleh Dikunjungi"


Share:

Sabtu, 18 September 2021

Di Laboratorium MIT AS, Noor Titan Putri Hartono Rancang Panel Surya Lebih Murah dan Efisien

Noor Titan Putri Hartono alias Titan (tengah) bersama koleganya di Photovoltaic Research Laboratory MIT AmerikaSerikat (AS). 

SOLOSKOY.COM, BOSTON  - Di tengah krisis iklim yang semakin parah, para peneliti fokus mencari solusi untuk menghadirkan sumber energi bersih yang bisa mengurangi dampak krisis.

Bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga murah dan bisa dijangkau masyarakat.

Hal itulah yang dilakukan Noor Titan Putri Hartono, peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Boston, Amerika Serikat (AS), asal Indonesia, yang bercita-cita membantu pemerataan akses listrik di Tanah Air.

“Seru banget sih kayak nyampur-nyampur, kayak gimana ya kalau misalkan aku tambahi itu, oke order material baru, kita coba… ‘Mari kita coba,’ kayak Sisca Kohl gitu, hahaha…,” tuturnya, dikutip Kompas.com dari VOA Indonesia.

Lebih Murah dan Efisien

Titan adalah peneliti di Laboratorium Riset Photovoltaic MIT. Sejak tahun 2016, ia fokus mengembangkan material panel surya yang lebih murah dan efisien.

“Karena saat ini kan harganya mahal banget nih, dan susah banget kalau misalkan kita pingin punya di Indonesia,” ungkapnya.

Itulah yang mendorong Titan menekuni penelitiannya.

Pemerataan akses listrik di Indonesia, menurutnya, bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya.

Bukan saja karena ramah lingkungan, tapi juga, “karena itu enggak butuh transmisi dari pulau Jawa, tapi kita bisa bangun di pulau tersebut, kayak microgrid, terus orang-orang bisa langsung menikmati listriknya di tempat tersebut,” katanya.

Lumayan Mahal

Titan memulai pencarian material panel surya murah ketika mengambil studi pascasarjana di MIT lima tahun lalu, persis setelah menyelesaikan pendidikan S1 di kampus yang sama.

Tanpa jeda, perempuan asal Cimahi, Jawa Barat itu melanjutkan penelitian tersebut saat menempuh pendidikan doktoral, lagi-lagi, di MIT.

“Kalau kita lihat panel surya di market gitu, kan rata-rata kebanyakan, sekitar 80 persennya itu dari silikon. Tapi silikon itu, salah satu drawbacknya dia lumayan mahal, karena kayak bikin infrastrukturnya, untuk processingnya itu sangat mahal."

"Kalau perovskite ini, dia diprediksi harganya bisa jadi lebih murah, dan efisiensinya itu udah comparable sama silikon,” tutur Titan.

“Tapi ada satu challengenya itu adalah dia kurang stabil," ucapnya.

Sekitar 80 persen panel surya saat ini dibuat dari silikon.

Fokus Utama

Menemukan formula perovskite yang stabil lantas menjadi fokus utama Titan.

Perovskite sendiri adalah mineral yang sudah ditemukan sejak abad ke-19. Akan tetapi, jenis perovskite yang dikembangkan khusus untuk panel surya baru diteliti satu dekade terakhir.

Setelah membuat lebih dari 1.000 sampel, Titan akhirnya berhasil menciptakan komposisi perovskite yang delapan kali lebih stabil dari sebelumnya.

Namun, perjalanan untuk sampai pada tahap produksi massal sebagai bahan utama panel surya masih amat panjang.

“Sebenarnya kan sekarang tuh udah ada beberapa startup –di AS ada, di Inggris juga ada– oleh profesor-profesor yang lumayan besar namanya di bidang ini. Mereka berusaha pushing ini ke manufacturing stage,” jelasnya.

“Jadi, aku sih berharapnya mungkin dalam 10 tahun ke depan mungkin kita bisa dapat visible product, produk yang beneran ada bentuknya,” ujar Titan. (kompas.com)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WNI Asal Cimahi Kuliah di MIT, Rancang Panel Surya Versi Baru untuk Indonesia"

Share:

Mantan Pengantin ISIS Shamima Begum Minta Diizinkan Kembali ke Inggris

Mantan pengantin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Shamima Begum.

SOLOSKOY.COM, DAMASKUS  - Mantan pengantin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Shamima Begum (22), tampil berbeda demi mendapatkan simpati publik, dalam upayanya kembali ke Inggris.

Tampil dalam program ITV Good Morning Britain, Shamima mengenakan topi Nike hitam, atasan kaus abu-abu, dan rambutnya dibiarkan terurai.

Dia juga memakai makeup, jauh berbeda dari ketika dia pertama kali ditemukan di kamp pengungsian Suriah, awal 2019 lalu.

Shamima Begum berusia 15 tahun ketika dia melakukan perjalanan dari rumahnya di London pada 2015 dengan dua teman sekolahnya ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. 

Dia menikah dengan seorang pejuang ISIS dan memiliki tiga anak, dan dijuluki pengantin ISIS.

Ditemukan Jurnalis

Empat tahun kemudian di 2019, Shamima Begum ditemukan oleh seorang jurnalis dan menyatakan keinginannya untuk pulang.

Namun saat pertama kali ditemukan, Shamima tidak menunjukkan penyesalan sedikit pun. Membuat publik "Negeri Ratu Elizabeth" marah.

Pemerintah memutuskan mencabut kewarganegaraan, Shamima, diperkuat keterangan mahkamah agung bahwa dia tidak boleh pulang.

Berbicara kepada Good Morning Britain, Shamima berkilah negara seharusnya tidak menghukum seseorang atas kesalahan yang dilakukan saat dia masih berumur 15 tahun.akal

Akan Menolak

Perempuan asal London tersebut bahkan menegaskan, jika ISIS sampai datang ke kamp pengungsiannya, maka dia bakal menolak.

"Saya lebih baik mati. Benar, saya lebih baik mati daripada bergabung bersama mereka lagi," kata Shamima yang kini berusia 22 tahun.

Dia mengeklaim terlalu muda untuk memahami apa yang dia lakukan tatkala hidup bersama kelompok teroris selama empat tahun.

Mengaku Dicuci Otak

Dilansir The Sun Jumat(17/9/2021), Shamima mengaku gampang terpengaruh. "Saya kira saya dicuci otak dan dimanfaatkan oleh mereka," kata dia.

Dia berujar saat itu, dia tak mengetahui ISIS merupakan organisasi jahat, dan mengiranya sebagai komunitas Muslim biasa.

Shamima Begum berkilah dia dicekoki informasi sesat oleh teroris. Dia disebut takkan bisa jadi Muslim yang baik di Inggris.

Penampilan Shamima yang cenderung lebih terbuka mendapatkan respons warganet. Tak sedikit yang menyindirnya hendak maju sebagai calon peserta Love Island. (kompas.com)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tampil Beda, Mantan PengantinISIS Shamima Begum Minta Kembali ke Inggris"

Share:

Evita Chu, Perempuan Asal Bandung di AS Desainer Rajut Lady Gaga dan Artis-artis Lain

 

Evita Chu tinggal di Amerika Serikat (AS) sejak 30 tahun lalu. FOTO : KOMPAS.COM

EVITA Chu, ibu dua anak ini sudah tinggal di Amerika Serikat (AS) sejak 30 tahun yang lalu saat masih duduk di bangku SMA.

Saat itu, ia mengikuti keputusan orangtuanya untuk pindah ke Amerika.

Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di jurusan bisnis Universitas Southern.

“Setelah lulus dari Bisnis. Mama ngajak saya bikin butik di sini (Amerika), saat itu butik sedikit. Lalu, beberapa tahun kemudian, setelah banyak pesaing, akhirnya butik dijual,” cerita Evita, dikutip Kompas.com.

Meski kala itu bersekolah bisnis, Evita mengaku tidak bisa membendung rasa cintanya terhadap dunia fashion.

Setelah itu, ia mengambil kuliah lagi di Fashion Institute of Design and Merchandising dan sempat bekerja di studio rajut beberapa tahun, dan mendirikan PDR Knitting pada 2006.

Pernah Ditipu

Evita menceritakan pengalamannya saat awal membangun karier sebagai seorang fashion designer.

"Banyak yang saya alami selama menjalankan bisnis di sini. Pernah ketipu orang, terus pernah pegawai semuanya diambil pelanggan. Ya gitu,” cerita Evita.

Catatan Kompas.com, pada 20 Januari 2021 lalu, pakaian yang dikenakan Michelle Obama menjadi sorotan.

Istri mantan presiden Barack Obama saat itu mengenakan turtleneck yang dikombinasikan dengan long coat dan celana panjang berwarna burgundy.

Bikin Cantik Penampilan Michelle Obama

Ternyata Evita Chu adalah sosok desainer asal Indonesia yang membuat cantik penampilan ibu dua anak tersebut.

Evita Chu adalah desainer dari PDR Knitting yang merupakan studio fashion pembuat baju Michelle Obama.

Hal itu tentu membuat dirinya disorot media asing hingga nasional. Ia juga tidak menyangka bahwa dirinya akan menjadi viral.

Perempuan kelahiran Bandung pada Mei 1974 itu menceritakan bagaimana Michelle Obama bisa memesan baju padanya.

“Awalnya itu stylist Michelle Obama (mengirim) email untuk membuatkan baju ini ke sana. Terus dia bilang, kalau ini top secret, harus dirahasiakan. Saya juga kaget. Dan, saya punya waktu hanya dua minggu untuk bisa menyelesaikannya,” jelas Evita seperti yang dilansir tabloid Nova edisi 11-17 Maret 2021.

Ternyata itu bukan kali pertama Evita membuat baju untuk pesohor dunia.

Sebelumnya ia sempat membuat baju untuk Zac Efron, Lady Gaga, Bella Hadid, J-Hope BTS dan Lisa Blackpink. (kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Evita Chu, DesainerRajut Artis Hollywood Asal Indonesia

Share:

Tolak Vaksin Covid-19, Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan

 

 Ilustrasi aksi menolak vaksin Covid-19 di Paris, Perancis.

SOLOSKOY.COM, PARIS - Ribuan pekerja kesehatan seluruh Perancis diberhentikan tanpa bayaran setelah menolak untuk vaksin Covid-19 pada pekan ini.

Menteri Kesehatan Olivier Veran pada Kamis (16/9/2021) mengatakan bahwa pemberhentian tersebut dilakukan setelah sejumlah dokter dan pekerja kesehatan melakukan aksi protes melawan mandat aturan vaksin Covid-19.

Kewajiban tersebut dianggap sebagai serangan terahadap kebabasan sipil mereka.

Menurut Kompas.com yang melansir Daily Mail pada Kamis (16/9/2021), badan kesehatan masyarakat nasional Perancis memperkirakan pada pekan lalu bahwa sekitar 12 persen staf rumah sakit dan sekitar 6 persen dokter di praktik swasta belum vaksin Covid-19.

Sebagai akibatnya, Kementerian Kesehatan menghentikan 3.000 orang pekerja kesehatan dari pekerjaan mereka.

Presiden Mengultimatum

Presiden Perancis Emmanuel Macron memberi ultimatum kepada staf rumah sakit, pekerja panti jompo, dan petugas pemadam kebakaran pada Juli suntik vaksin Covid-19 setidaknya satu dosis pada 15 September. Jika tidak, akan menghadapi pemberhentian tanpa gaji.

"Diberitahukan sekitar 3.000 pekerja di pusat kesehatan dan klinik yang belum vaksin Covid-19 diberhentikan kemarin (15 September 2021)," ujar Veran kepada radio RTL.

Dia menambahkan bahwa "beberapa puluh pekerja" telah menyerahkan pengunduran diri mereka daripada mendaftar untuk vaksin Covid-19.

"Kita bicara tentang 2,7 juta petugas (kesehatan nasional Perancis)," katanya besikeras melanjutkan, "Kelanjutan perawatan nasional sudah dipastikan...pemberhentian ini hanya sementara."

Veran mengatakan bahwa di antara pekerja yang menolak vaksin Covid-19, hanya "sedikit" yang merupakan petugas kesehatan sebenarnya. Sebagian besar dari mereka disebut Veran hanya "staf pendukung".

Bisa Lebih Banyak

Berdasarkan angka yang diberikan oleh masing-masing rumah sakit, jumlah petugas kesehatan yang diberhentikan sebenarnya bisa lebih banyak.

Sistem rumah sakit Paris mengatakan pada Kamis (16/9/2021) bahwa 340 pekerja kesehatan telah diskors.

Sementara, laporan pers lokal mengutip sejumlah besar rumah sakit di kota-kota kecil menyebutkan pekerja kesehatan yang diskors mencapai 450 di Nice dan 100 di Perpignan.

Angka yang tersedia menunjukkan hampir 1.500 penangguhan pada Kamis di lebih dari belasan rumah sakit, menurut penghitungan AFP, dengan puluhan lainnya tersebar di tempat lain seluruh Perancis.

Sangat Ketat

Penghentian sementara pekerja kesehatan adalah perkembangan terbaru dari sikap yang sangat ketat di Perancis tentang pentingnya vaksin Covid-19.

Vaksinasi wajib terhadap Covid-19 mulai berlaku pada Rabu (15/9/2021) untuk 2,7 juta profesional kesehatan di Perancis, termasuk semua yang bekerja di rumah sakit, klinik, dan panti jompo, serta petugas pemadam kebakaran serta staf ambulans.

Perancis juga baru-baru ini mewajibkan "kartu kesehatan" Covid-19 untuk memasuki kafe, restoran, dan banyak tempat umum lainnya, yang memicu protes berminggu-minggu oleh puluhan ribu orang yang mengklaim mereka didiskriminasi.

Setiap Sabtu selama sembilan pekan terakhir, massa hingga 200.000 orang telah menggelar aksi unjuk rasa di Paris dan kota-kota lain untuk mencela aturan kartu kesehatan. (kompas.com)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ribuan Pekerja Kesehatan diPerancis Diberhentikan Tanpa Gaji karena Tolak Vaksin Covid-19", 

Share:

Arsip