Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Selasa, 29 Maret 2022

Darmadi : Selalu Aktif Itu Menyehatkan

 Darmadi saat berada di kawasan Irung Petruk di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jateng, yang medannya terkenal sangat berat bagi goweser.

SOLOSKOY.COM, SOLO - Salah satu alumni SMA Pangudi Luhur (SMA Yosef ) Solo, Jateng, angkatan 1981, Darmadi, sejak sekolah sampai sekarang selalu mempunyai berbagai kegiatan dinamis. Antara lain, saat bersekolah di SMA aktif dalam grup drumben. 

Jiwa seni yang mengalir dalam darah alumnus Yosef 81 ini tak berhenti hanya karena sudah bekerja dan berkeluarga. Justru setelah berkeluarga dan bekerja, jiwa seninya mengalir deras dengan aktif sebagai fotografer di Kota Solo yang dibuktikan dengan malang-melintang memotret berbagai event dan acara seremonial. 

Suami dari Endang Handayani  yang juga bapak tiga anak dan kakek empat cucu ini, sejak beberapa tahun terakhir memiliki hobi bersepeda atau sebagai goweser alias penggowes memakai sepeda lipat atau yang dikenal dengan Seli, dan mountain bike (MTB).

Darmadi bergabung dalam komunitas goweser Gobang Seli.

Kegemarannya bersepeda boleh dikata tak tertandingi oleh para pemula yang umurnya masih muda. Kendati sudah tidak muda lagi  namun Darmadi masih sanggup diajak bersepeda jarak jauh.

Di sisi lain Darmadi tergolong pandai mengatur waktu dan berbagi teman. Contohnya, meski jadwal gowesnya selalu berlangsung pada hari Sabtu namun Darmadi tetap hadir dan ikut berolahraga Jalan-Jalan Pagi (JJP) Setupon.

"Karena kalo sepedaan itu kan acara rutin, lha kalo JJP Setupon itu kan 35 hari sekali. Bisa ketemu dengan teman-teman lama saat masih di bangku sekolah, rasanya seperti minum vitamin menambah nutrisi  jiwa," ujarnya.

Wajar bila teman, sahabat dan kolega Darmadi ada di berbagai tempat. Termasuk, di kalangan penggemar otomotif. 

Darmadi, yang bertempat tinggal di Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, ini selain punya berbagai hobi juga senang mengendarai sepeda motor atau touring.

"Dengan banyak kegiatan, pikiran tidak akan mudah pikun dan selalu enerjik, menyehatkan," katanya.

Kendati demikian, Darmadi tetap mengutamakan kewajiban utamanya, yaitu keluarga. Apalagi kalau sudah menyangkut urusan dengan sang buah hati, dengan empat cucunya, maka kegiatan lain akan dinomorduakan. (ar)

Share:

Minggu, 27 Maret 2022

Alumni 81 SMA Yosef Solo Berolahraga Ringan dan Bersenang-senang dengan Kegiatan JJP SETUPON

Alumni 81 SMA Yosef Solo saat JJP SETUPON di Stadion Manahan Solo.

SOLOSKOY.COM, SOLO - Para alumnus SMA Yosef (SMA Pangudi Luhur) Solo, Jateng, Angkatan 1981 rutin melakukan kegiatan bersama yang dinamakan JJP SETUPON setiap hari Sabtu Pon, atau setiap 35 hari sekali.

"Jalan-Jalan Pagi atau JJP Setu Pon merupakan program untuk menjalin kebersamaan antarteman-teman SMA Yosef Alumni 81," kata Koordinator JJP SETUPON,Yanti Samidi.

Program yang sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu ini, pada awal mulanya dilaksanakan di Stadion Manahan Solo . 

Kemudian yang kedua dilaksanakan di Boyolali, yang ketiga dilaksanakan di Sekolah SLB B Pawestri  Karanganyar milik Alumnus SMA Yosef, Murni Ningsih. 

Lalu yang ke empat dilaksanakan di Taman Bale Kambang Manahan Solo, dan kelima kembali dilaksanakan di Stadion Manahan Solo.

Menurut Yanti Samidi, Alumni Yosef perlu sebuah kegiatan yang dikemas dalam konsep olahraga ringan, menyenangkan dan dengan biaya sangat terjangkau.

"JJP SETU PON  tidak ada hubungannya dengan keagamaan dan politik sehingga benar- benar netral," ujarnya. 

Bahkan setiap kali penyelenggaraan, iurannya hanya sebesar Rp 20.000 (dua puluh ribu rupiah). Setelah acara berakhir, para peserta menuju ke sebuah warung makan untuk makan bersama. 

JJP Setu Pon memang dilaksanakan pada hari Sabtu Pon sehingga frekuensi pelaksanaannya tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama karena setiap 35 hari sekali.

Dalam pelaksanaannya para  peserta yang rata-rata sudah berusia sekitar 60 tahun sangat senang karena bisa bertemu teman lama saat sekolah di SMA dalam tawa canda, karena JJP SETUPON mengedepankan kebersamaan dan kekompakan antarpeserta. (ar)

Share:

Sabtu, 05 Maret 2022

15 Angggota Touring Club RRI Surakarta Tur ke Girpasang Kemalang Klaten

Para anggota Touring Club RRI Surakarta berfoto bersama di objek wisata alam Girpasang Kemalang di Klaten.

SOLOSKOY.COM, KLATEN - Sebanyak 15 anggota Touring Club RRI Surakarta, Sabtu (05/03/2022), beramai-ramai tur ke objek wisata alam Girpasang Kemalang di Klaten, yang jaraknya 4 Kilometer dari Gunung Merapi dan berada di ketinggian 1.000 meter dari permukaan air laut.

Untuk menuju ke Girpasang selain melewati pedesaan yang rindang juga daerah yang sangat subur untuk pertanian warga sekitar. Bahkan di kiri-kanan menuju Girpasang banyak pengusaha penambang pasir dan batu.  

Meski untuk menuju ke objek wisata Girpasang Kemalang Klaten tidak jauh namun diperlukan ketrampilan mengendarai kendaraan. Karena, sebelum sampai lokasi, ada jalan yang kondisinya rusak parah cukup panjang akibat banyaknya truk bermuatan pasir dan batu yang lewat di daerah tersebut. 

Adapun dari 15 peserta yang berangkat touring, sebagian mereka sudah purna tugas namun beberapa di antaranya ada yang masih aktif dinas di RRI Surakarta.

Aktifitas Touring Club RRI Surakarta pimpinan Agus Sukarelawan ini cukup dinamis, tiap 3 bulan mengadakan kegiatan jelajah alam. Sebelumnya, antara lain, touring ke Monumen RRI yang ada di Balong Jenawi, touring ke Ketep, dan touring ke Cemoro Kandang Tawangmangu.

Menurut Agus Sukarelawan yang juga gemar berolah raga bersepeda, tujuan dibentuknya Touring Club di RRI Surakarta itu untuk menyatukan keakraban teman-teman baik yang sudah purna tugas dengan teman yang masih berdinas agar bisa tetap bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan baik. 

Bahkan setiap kali mengadakan touring juga diikuti kalangan ibu-ibu pensiunan.

"Sehingga dengan adanya Touring Club ini jalinan silaturahmi dan komunikasi bisa berjalan dengan baik," kata Agus. (ar)

Share: