Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Jumat, 26 Februari 2021

Selamat (Mulai) Bekerja, Wali Kota Solo Mas Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Solo Pak Teguh Prakoso

SOLOSKOY.COM, SOLO – Duet politikus PDI-P, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso, resmi memimpin Solo sebagai wali kota dan wakil wali kota sejak Jumat (26/02/202) pagi.

Mereka resmi menggantikan FX Hadi Rudyatmo (Rudy) dan Achmad Poernomo setelah dilantik secara online oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Gedung Graha Paripurna DPRD Surakarta.

Gubernur atas nama Mendagri mengambil sumpah Gibran dan Teguh bersama dengan pemimpin 17 kota/kabupaten yang juga mengikuti pelantikan secara virtual.

Acara pelantikan diselenggarakan sangat terbatas dengan dihadiri, antara lain, Rudy dan Purnomo sebagai wali kota dan wakil wali kota periode 2016-2021 beserta istri, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan DPRD Kota Surakarta, Ketua KPU, Pimpinan Bawaslu, Pimpinan Perangkat Daerah Kota Surakarta, dan keluarga Gibran maupun Teguh.

 Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri), dan Wakil Wali Kota,Teguh Prakosa, bersama istri masing-masing seusai acara pelantikan, Jumat (26/02/2021) pagi. FOTO : ISTIMEWA

Istri Gibran, Selvi Ananda, menarik perhatian karena terlihat cantik (meski memakai masker) dan anggun dalam balutan pakaian kebaya warna merah dan kain jarit colekat tua serta selempang batik.

Gibran Rakabuming, yang akrab disapa Gibran, dalam sambutannya di Rapat Paripurna DPRD Solo antara lain menyampaikan, di awal masa kepemimpinannya bersama Teguh, Kota Solo akan mempercepat vaksinasi Covid-19 ke berbagai elemen masyarakat.

Prioritaskerja di awal kepemimpinan kami adalah program percepatan vaksinasi bagi masyarakat Kota Surakarta, terutama para pedagang di pasar,” ucap wali kota yang juga putera sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

“Fokus utama adalah vaksinasi di Pasar Gede dan Pasar Klewer, karena kedua pasar tersebut merupakan pusat perekonomian di Kota Solo.”

“Ekonomi akan kuat jika warganya sehat,” kata Gibran.

“Begitu juga penguatan UMKM, co-working space, creative hub, dengan memanfaatkan Big Data, akan mempercepat kemajuan Solo," ujar pria yang juga pengusaha ini.

Gibran tak hanya berbicara namun langsung bekerja.

Beberapa saat setelah pelantikan, ia bersama Teguh meninjau persiapan vaksinasi di Pasar Klewer dan Pasar Gede yang akan dilakukan Sabtu (27/02/2021) besok..

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, meninjau persiapan pemberian vaksin Covid-19 di Pasar Gede, Jumat (26/02/2021) pagi. FOTO : TRIBUNSOLO.COM

Sebelumnya, ia pulang danhulu ke rumah dinas Loji Gandrung untuk berganti pakaian.

"Pokoknya kita ngebut, vaksinasi harus selesai cepat,” kata Gibran kepada wartawan sebelum masuk Pasar Gede.

Karena itu, ia berjanji tidak akan mengambil libur dahulu pada hari Sabtu (27/02/2021) dan Minggu (28/02/2021).

“Tidak usah menunggu hingga Senin,” ujarnya menegaskan. (jun)

Share:

Kamis, 25 Februari 2021

Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Alquran (MTA) Ustaz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

SOLOSKOY.COM, SOLO - Ulama Solo, Jateng, yang namanya menasional, Ustaz Drs H Ahmad Sukina (73), meninggal dunia karena sakit, Kamis (25/02/2021) dini hari.

Jenazahnya dimakamkan Kamis pukul 12.00 WIB di kompleks Pemakaman Muslim Kaliboto, Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jateng.

Sukina sampai saat meninggal menjabat Pimpinan Pusat Yayasan Majelis Tafsir Alquran (MTA) yang kantornya berada di Jl Ronggowarsito nomor 111A Solo, di seberang Pura Mangkunegaran.

Menurut siaran pers yang diperoleh SoloSkoy.com dari pihak Yayasan MTA dan keluarga almarhum, Sukina meninggal saat dirawat di RSUD dr Moewardi Solo, Kamis (25/02/2021) pukul 03.47 WIB.

Adapun Sukina diketahui dirawat di rumah sakit tersebut karena sakit stroke.

"Atas nama seluruh pimpinan MTA dan keluarga, kami mohon semua kesalahan beliau dimaafkan, dan mohon doa agar diampuni dosa-dosanya dan diterima amalnya," demikian pernyataan pihak yayasan MTA dan keluarga, yang diteken Prof Drs Mugijatna M.Si PhD selaku ketua umum MTA.

Sukina meninggalkan seorang istri, delapan anak dan 19 cucu serta banyak anggota MTA yang tersebar di berbagai kota di Indonesia (50 perwakilan dan lebih dari 170 cabang).

Sebelum dimakamkan di Kaliboto, Karanganyar, jenazah almarhum disalatkan di halaman kantor Pusat MTA di Jl Ronggowarsito  111A dengan protokol kesehatan (prokes) terkait Covid-19.

Saat salat jenazah sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah Sukina tidak diturunkan dari dalam mobil ambulans.

Salat jenazah dilakukan lagi di lapangan Kaliboto sebelum jenazah dimakamkan.

Ribuan warga anggota MTA ikut menyalatkan jenazah almarhum ke Sukina. (jun)

Share:

Selasa, 23 Februari 2021

Prof Dr Waston MHum Jadi Guru Besar ke-25 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menambah jumlah guru besarnya menjadi 25 orang. 

Hal itu terjadi setelah dosen UMS, Dr Waston M.Hum, menyandang gelar profesor.

Prof Dr Waston M.Hum selain dosen juga menjabat Sekretaris Program Pendidikan Doktor Agama Islam Pasca-Sarjana UMS yang berlokasi di Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jateng.

Guru besar terbaru UMS, Prof Dr Waston M.Hum (tengah), bersama Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif M.Si (kanan), dan pejabat LLDIKTI, Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA.


Menurut siaran pers yang diperoleh SoloSkoy.com dari Humas UMS, Selasa (23/02/2021), Dr Waston M.Hum menerima SK Guru Besar (Profesor) dalam Bidang Ilmu Agama dan Filsafat.

Penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 140398/MPK/KP/2020 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Fungsional Dosen sebagai Guru Besar dilakukan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA, di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Senin (22/2/2021).

Pertama di Fakultas Agama

Maka Prof Dr Waston M.Hum menjadi guru besar ke-25 UMS sekaligus guru besar pertama di Fakultas Agama Islam UMS.

Turut hadir dalam acara di Gedung Induk Siti Walidah, Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif M.Si, Wakil Rektor 1, Prof Dr Muhammad Da'i, M.Si Apt, Wakil Rektor 2, Prof Ir Sarjito M.T Ph.D IPM, Wakil Rektor 4, Dr Muhammad Musiyam M.T, para dekan dan staf pengajar UMS.

Sofyan Anif dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr Ir Zainuri DEA yang untuk pertama kalinya hadir di UMS sebagai Kepala LLDIKTI. 

Rektor juga mengucapkan selamat kepada Prof Dr Waston M.Hum atas kenaikan jabatannya sebagai Guru Besar di bidang Agama dan Filsafat.

Sedangkan Kepala LLDIKTI menyampaikan pesan pentingnya PDDikti untuk mewujudkan pendidikan tinggi bermutu secara realtime. 

Ia juga berharap akan segera ada guru besar lainnya dari UMS.

Estafet Kepemimpinan

Adapun Prof Dr Musa Asy’arie selaku Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS sekaligus mentor Waston mengucapkan selamat kepada Fakultas Agama Islam Universitas Muhamamdiyah Surakarta memiliki guru besar.

Ia juga berharap segera melanjutkan estafet kepemimpinan yang membidangi Prodi PAI UMS sekaligus agar Fakultas Agama Islam kian kuat karena telah memiliki jenjang pendidikan mulai dari sarjana sampai dengan doktor dalam bidang pendidikan Islam.

"Dengan Mas Waston menjadi profesor kan di Fakultas Agama Islam ada profesornya," ujar dia.

"Di samping itu di Program S3 Pasca UMS dalam waktu tiga tahun dapat meluluskan empat orang doktor, dan sekretaris prodinya telah menjadi profesor," kata Musa Asy'arie.

"Selain itu juga saya berharap Profesor Waston dapat melanjutkan bukan cuma sebagai Sekretaris Prodi namun sebagai Ketua Prodi Program Doktor Pendidikan Islam di UMS menggantikan saya," ujar Musa Asy’arie secara online atau daring.

Sedangkan Prof Dr Waston M.Hum berharap rekan-rekannya di Fakultas Agama Islam segera mempersiapan pengajuan Jabatan Akademik Guru Besar yang dapat didampingi BPSDM UMS dalam pengajuan Guru Besar. (jun)

Share:

Senin, 22 Februari 2021

Lagi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Masuk 10 Besar Perguruan Tinggi Islam Terbaik Sedunia

 


SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jateng, masuk 10 Besar Perguruan Tinggi Islam Sedunia Tahun 2021 versi UniRank, tepatnya pada nomor urut delapan.

Menurut Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif, M.Si, ini bukan kali pertama UMS masuk 10 Besar Kampus Islam Terbaik di Dunia.

Sebelumnya, kata Rektor, tahun 2020 UMS juga masuk 10 besar, pada urutan nomor lima.

“Malah pada saat itu UMS menjadi satu-satunya kampus Muhammadiyah yang masuk rangking 10 besar,” ujarnya saat memberikan sambutan acara masa orientasi mahasiswa Pascasarjana pada Sabtu (20/2/21).

Ia mengakui tahun ini ada sedikit penurunan dibanding tahun lalu lantaran sedikit kendala pada input data pada sistem di Kantor Urusan Internasional UMS, sehingga beberapa data kerja sama internasional belum masuk.

“Hal ini saya rasa yang  turut memengaruhi perangkingan," kata Sofyan Anif.

Secara kualitas dan jumlah peminat mahasiswa asing, kata Sofyan Anif, saat ini UMS memiliki banyak mahasiswa asing dari berbagai negara. 

Asia dan Eropa

Tercatat lebih dari 160 mahasiswa asing dari berbagai negara di Asia dan Eropa kini berkuliah di kampus yang berpusat di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jateng ini.

Sofyan Anif bangga UMS masih bisa memertahankan diri dalam 10 Besar Perguruan Tinggi Islam Terbaik di Dunia.

Selanjutnya, ia bersama civitas akademika UMS akan mewujudkan UMS sebagai World Class Universtiy pada tahun 2029.

Sehingga, reputasi UMS ini bukan hanya di tingkat nasional saja melainkan juga bisa berprestasi di kancah Internasional. (jun).

Share:

Minggu, 21 Februari 2021

Mega Bintang Solo Akan Bagikan Beras untuk Warga yang Butuh Bantuan Saat Pandemi Covid-19


SOLOSKOY.COM, SOLO – Yayasan Mega Bintang di Solo, Jateng, segera menyalurkan bantuan satu ton beras kepada masyarakat di Solo Raya yang membutuhkan bantuan saat pandemi Covid-19 sekarang.

Adapun beras sebanyak satu ton tersebut merupakan sumbangan dari Dr Abdul Kharis Almasyhari, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS.

Donasi beras ini diterima Mudrick SM Sangidu selaku Ketua Dewan Pembina Mega Bintang, di Gedung Umat Islam Kartopuran, Solo, Sabtu (20/02/2021).

Mudrick SM Sangidu, Ketua Dewan Pembina Mega Bintang (dua dari kanan), menerima bantuan beras dari Abdul Kharis Almasyhari di Solo, Sabtu (20/02/2021).

Ikut hadir dalam acara serah-terima bantuan itu, beberapa pegiat Mega Bintang dari Solo Raya, antara lain, Suryanto dari Kabupaten Sukoharjo, Dono Raharja dari Kabupaten Boyolali, dan beberapa anggota Cut Nyak Dhien Solo Raya.

BACA JUGA : Mega Bintang Beri Penghargaan untuk Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang Berakhir Masa Jabatannya

Mudrick antara lain menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para dermawan yang mempercayai Mega Bintang untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Khusus Abdul Kharis Almasyhari, Mudrick memujinya karena telah berkali-kali membantu banyak warga melalui Mega Bintang.

"Mas Abdul Kharis ini sudah yang kesekian kalinya memberikan bantuan beras kepada masyarakat melalui Mega Bintang," kata Mudrick yang juga menjabat Ketua Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jateng sekaligus Koordinator KAMI Jateng-DIY.

"Semoga ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan di masa Pandemi Covid 19 yang tidak kunjung selesai, sekaligus jadi amal kebaikan kita semua," ujarnya. 

Menurut Mudrick, bantuan beras ini akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di beberapa wilayah Solo Raya melalui para pegiat Mega Bintang dan Cut Nyak Dhien KAMI Solo Raya di wilayah mereka masing-masing.

Adapun selain membantu masyarakat dengan cara memberi beras seperti sekarang, Mega Bintang juga sering melakukan berbagai kegiatan sosial lain.

Di antaranya, membangun 37 fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) untuk warga, yang tersebar di empat dari lima kecamatan di Solo yakni Serengan, Pasar Kliwon, Banjarsari dan Jebres.

Kegiatan sosisal ini berbuah penghargaan dari pihak Pemkot Solo untuk Mega Bintang. (*)

Share:

Pemkot Solo Peroleh 70.000 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Tahap Kedua

 

SOLOSKOY.COM, SOLO – Pemkot Surakarta melalui kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) menerima sebanyak 7.000 vial (70.000 dosis) vaksin Covid-19, Minggu (21/02/2021), untuk vaksinasi tahap kedua.

Menurut Bagian Humas Pemkot Surakara, vaksin-vaksin itu akan diberikan kepada sasaran prioritas yaitu antara lain tenaga kesehatan (nakes), TNI-Polri, pedagangpasar, lansia dan pelayan publik, termasuk awak media massa.

"Vakisinasi tahap kedua akan dilakukan terjadwal dan bertahap," demikian penjelasan saf Humas Pemkot Solo kepada SoloSkoy.com, Minggu (21/02/2021).

Kiriman 70.000 dosis vaksin Covid-19, Minggu (21/02/2021), tiba di kantor DKK Solo. (FOTO : HUMAS PEMKOT SOLO) 
Sebelumnya, Kamis (18/2/2021), Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, kepada warawan mengatakan pihaknya sedang mendata calon penerima vaksin Covid-19 tahap kedua yang rencananya akan divaksin akhir Februari 2021.

"Untuk pendataan, kami hanya mendapatkan data dari instansi yang membawahi para penerima vaksin," katanya.

Ia mencontohkan, untuk kalangan anggota TNI/Polri, pihaknya akan mengambil data dari Polri dan TNI.

Sedangkan untuk guru,  akan diambil datanya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan data tokoh agama akan diambil dari Kementerian Agama.

Selanjutnya, data ditarik oleh Pusdatin dan dikirim ke Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) serta verifikasi nomor induk kependudukan (NIK) .

Para para calon penerima vaksin yang sudah terdaftar akan  memperoleh pemberitahuan melalui pesan pendek (SMS),  termasuk tentang jadwal pemberian vaksin.

Pihak DKK Solo bakal mengatur pembagian vaksin agar tidak terjadi kerumunan.

“Meskipun vaksinasi bisa di mana saja, tetapi kalau saya nggak mengatur bisa-bisa terjadi kerumunan," kata Siti Wahyuningsih. (jun)    .

 

Share:

Jumat, 19 Februari 2021

Jadi Tukang Las "Newbie" Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Banjir Pesanan

 

SOLOSKOY.COM, SOLO – Sejak Rabu (17/02/2021) FX Hadi Rudyatmo alias Rudy (61) tak lagi menjabat Wali Kota Solo karena masa jabatannya berakhir.

Ia akan digantikan Gibran Rakabuming Raka, pengusaha dan anggota PDI-P Solo yang juga putera sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah Gibran memenangi Pilkada Solo beberapa bulan lalu.

Sesudah kembali menjadi orang biasa, Rudy meninggalkan rumah dinas Loji Gandrung dan pulang ke rumah pribadinya di Pucangsawit, Jebres, Solo, yang berlokasi tak jauh dari Sungai Bengawan Solo.

Pria berkumis yang akrab disapa Pak Brengos ini langsung mengisi kegiatan sehari-harinya dengan menjadi tukang las, sebuah profesi yang dahulu pernah dilakoninya sebelum menjadi wali kota dan Wakil Wali Kota Solo.

Mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy), menggarap pekerjaan las orderan warga,  di bengkel las di rumahnya. (FOTO : JOGLOSEMARNEWS.COM)/FB TRIAVIANTO

Pada hari pertama dan kedua setelah tak lagi menjabat, Kamis (18/02/2021) dan Jumat (19/02/2021) ia pun menerima orderan pekerjaan las dari warga antara lain pembuatan tandon air.

Bahkan saking sibuknya, pada hari Jumat Rudy yang semula berencana akan ke Kantor DispendukcapilSolo untuk mengurus perubahan status dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) bersama mantan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, terpaksa menunda rencanana.

Hal itu awalnya diketahui dari informasi dalam Grup WhatsApp (WA) wartawan di Pemkot Solo, Jumat (19/02/2021) pagi.

Semula, pada sekitar pukul 06.30 WIB staf Humas Pemkot Solo menginformasikan kepada para wartawan bahwa Rudy dan Purnomo akan ke Kantor Dispendukcapil Solo pukul 08.00 WIB.

Namun, sekitar satu jam kemudian, dia mengupdate informasi, bahwa Rudy batal ke Kantor Dispendukcapil Solo karena ada banjir pesanan di bengkel lasnya di rumahnya di Pucangsawit.

Saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Jumat menjelang siang, Rud membenarkan kabar bahwa dirinya menunda kepergian ke Kantor Dispendukcapil Solo.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua PC PDI-P Solo ini, selain sibuk menggarap order pekerjaan las, dirinya juga harus menemui orang-orang yang bertamu dan orang-orang yang datang untuk minta tolong untuk menebus ijazah sekolah.

Saat masih menjabat wali kota, Rudy memang sering membantu para pelajar yang kesulitan mengambil ijazah dari sekolah mereka setelah lulus, gara-gara masalah keuangan.

Rudy mengatakan, sejak pagi sudah datang enam warga yang mengeluh tak bisa menebus  ijazah anak mereka di sekolah masing-masing (SMA/SMK) karena tidak memiliki biaya melunasi uang administrasi.

“Pagi-pagi sudah ada enam warga yang datang ke rumah, meminta bantuan menebus ijazah anaknya yang tertahan di sekolah, jadi ya melayani itu dulu,” ujarnya, dilansir joglosemarnews.com.

Hanya, Rudy tidak bisa langsung memenuhi permintaan warga tersebut, dan berjanji untuk membantu menyelesaikan masalah mereka.

"Tadi datang untuk konsultasi dulu, saya tidak bisa langsung ambil begitu saja (ke sekolah),” kata dia.

Selain harus menemui beberapa tamu, termasuk yang hendak meminta bantuan tadi, Rudy juga mesti menata pekerjaan barunya sebagai tukang las di bengkelnya.

Apalagi jumlah pesanan ternyata bertambah.

"Banyak orderan ngelas di bengkel juga,” kata Rudy.

Dia mensyukuri pekerjaan barunya sebagai tukang las, yang orderannya terus bertambah.

“Orderan sementara dari temen-temen, nambah terus, entah temen-temen itu gojekan atau beneran, tapi ya saya garap," ucapnya. (*)

Share:

Kamis, 18 Februari 2021

Vaksinasi Covid-19 Tahap dua dimulai dari Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat

 


SOLOSKOY.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi tahap dua bagi kelompok petugas pelayan publik pada Rabu (17/02/2021), menyasar sekitar 9.000 pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk divaksinasi Covid-19.

Sebab, para pedagang sebagai pelayan publik termasuk kelompok rentan tertular virus SARS-CoV-2 mengingat pekerjannya yang langsung kontak dengan pelanggan.

Demikian informasi yang dishare Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) melalui akun Instagramnya, Kamis (18/02/2021).

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal untuk para pedagang  Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat,  disaksikan Presiden Joko Widodo (tengah),  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan), Rabu (17/02/2021).

Menurut Kemenkominfo, vaksinasi tahap dua juga menargetkan vaksinasi COVID-19 pada berbagai kelompok masyarakat rentan terpapar Covid-19.

Antara lain, tenaga pendidik, pelaku pariwisata, petugas pelayanan publik, pekerja transportasi publik, atlet, wartawan, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah, aparatur sipil negara, serta anggota TNI-Polri.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal untuk para pedagang itu pun disasksikan oleh Presiden JokoWidodo (Jokowi), Rabu (17/02/2021) pagi.

Adapun vaksinasi massal  di Pasar Tanah Abang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Vaksinasi ini merupakan lanjutan dari program vaksinasi massal nasional yang telah dimulai sejak 13 Januari 2021 yang lalu. 

Pada tahapan pertama, vaksinasi dilakukan dengan menyasar sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Adapun vaksinasi tahapan kedua kali ini menyasar para pelayan dan pekerja publik.

“Tahapan kedua yang dimulai hari ini di Pasar Tanah Abang, DKI Jakarta, atas kerja sama antara Kementerian Kesehatan dan Provinsi DKI Jakarta,” ujar Presiden dalam keterangannya selepas peninjauan.

"Kita memulai vaksinasi untuk pelayan publik dan pekerja publik yang di dalam kalkulasi kami ada 16,9 juta yang nanti akan divaksin di seluruh Indonesia, plus 21,5 juta untuk yang lanjut usia."

"Ini tahapan kedua yang ingin kita kerjakan," kata Jokowi, dalam acara yang juga dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu. (*)

Share:

Rabu, 17 Februari 2021

Mega Bintang Beri Penghargaan untuk Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang Berakhir Masa Jabatannya

 


SOLOSKOY.COM, SOLO – Masa jabatan Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) dan Achmad Purnomo, berakhir pada Rabu (17/02/2021).

Banyak kalangan masyarakat Solo menghargai pekerjaan dan pengabdian dua pejabat tersebut.

Termasuk, kelompok Mega Bintang.

Bertempat di Pendhapi Gedhe Balai Kota Surakarta, Selasa (16/02/2021), Mudrick MS Sangidoe, Ketua Dewan Pembina Mega Bintang, mewakili Keluarga Besar Mega Bintang menyerahkan Piagam Penghargaan atas Pelayanan dan Pengabdian FX Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo.

Ketua Dewan Pembina Mega Bintang, Mudrick MS Sangidoe (tengah), bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kanan) dan Achmad Purnomo. (FOTO : ISTIMEWA)
Serah-terima  dilakukan bersamaan dengan Acara Panembrama Panuwun, yaitu sebuah gelaran yang diselenggarakan oleh OrganisasiPerangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negeri (ASN), Jajaran Muspida di Pemerintah Kota Surakarta.

BACA JUGA : Wali Kota Solo dan Wartawan Gowes Bareng Tutup Rangkaian HPN dan Ucapkan Tahun Baru Imlek bagi Warga Tionghoa

Dalam acara tersebut, Rudy dan Purnomo menyampaikan pesan-pesan kepada OPD dan ASN saat berpidato untuk berpamitan.

Adapun Mudrick saat berpidato antara lain mengatakan  memberikan Piagam Penghargaan sebagai ungkapan terima kasih kepada Rudy dan Purnomo yang telah memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat Surakarta selama menjabat sebagai wali kota dan wakil wali kota.

“Masyarakat Surakarta bisa merasakan, kepemimpinan beliau berdua sangat sangat baik dan peduli kepada wong cilik, sehingga sejalan dengan slogan Mega  Bintang ‘Bolone Wong Cilik’," ujar Mudrick dalam rilis yang diperoleh SoloSkoy.com.

BACA JUGA : Jelang Lengser, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) Tirakatan Bersama Para Wartawan

Selain menyampaikan Piagam Penghargaan kepada Rudy dan Purnomo, sebaliknya Mudrick juga menerima Piagam Penghargaan dari Wali Kota Surakarta atas kegiatan sosial Mega Bintang selama ini.

Salah satu kegiatan tersebut adalah pembuatan 37 fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) yang tersebar di empat dari lima kecamatan di Solo yakni Serengan, Pasar Kliwon, Banjarsari dan Jebres. (*)

Share:

Senin, 15 Februari 2021

MAKI Klaim Temukan 9 Aset di Boyolali Bernilai Rp 56 M Diduga Hasil Korupsi Oknum Pejabat PT Asabri

Ketua MAKI, Boyamin (kiri), menunjukkan foto-foto aset-aset di Boyolali yang diduga terkait dengan korupsi PT Asabri .

SOLOSKOY.COM, SOLO - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengklaim menemukan sembilan aset tersebar di wilayah Kabupaten Boyolali, Jateng, yang diduga terkait kasus dugaan korupsi PT Asabri .

Menurut Ketua MAKI, Boyamin, aset-aset tersebut dalam bentuk aset harta tak bergerak yakni tanah, bangunan, ruko, garasi bus hingga belasan armada bus.

"Aset-aset itu dikumpulkan dari tahun 2016 hingga 2020, diatasnamakan warga Kabupaten Boyolali, Jateng,"kata Boyamin kepada wartawan di Solo, Senin (15/02/2021).

Ia menjelaskan,  nilai aset-aset yang sudah terlacak tersebut kalau dikalkulasi mencapai sekitar Rp 56 miliar.

"Dahulu pembelinya mantan direksi Asabri yang pernah bertugas di Boyolali,” katanya.

Boyamin juga mengatakan bahwa temuan MAKI sudah dilaporkan ke Kejaksaan Agung RI yang sedang menangani dugaan korups di PT Asabri (BUMN yang bergerak di bidang Asuransi Sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk Prajurit TNI, Anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Polri). 

"Aliran dana diduga dengan cara tunai, dibawa dalam koper dari Jakarta ke Boyolali dengan mobil  pribadi, dan aset-aset itu tidak menggunakan SW (eks pejabat Asabri, Red) atau keluarganya namun dipercayakan kepada orang lain,” kata Boyamin.

Aset lahan tanah diduga  diatasnamakan ibu RM bersuami WY beralamat di Desa Simo, Kecamatan Simo, Boyolali.

Sedangkan proses peralihan hak atas tanah sebagian besar diduga diurus oleh Notaris CDR yang kantornya beralamat di Desa Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Di bawah ini daftar aset versi MAKI yang diduga terkait dengan korupsi Asabri yang tersebar di Boyolali:

1. Gedung peruntukan Garasi bus RWJ, perkiraan harga lahan senila Rp 8 miliar, dan bangunan garasi perkiraan senilai Rp 12 miliar di Desa Pelem, Simo, Boyolali.

2. Lahan dan bangunan di Dusun Tegalrayung, Desa Pelem, Simo , Boyolali, luas 250 m perkiraan harga lahan Rp 750 juta harga bangunan Rp. 800 juta.

3. Rumah di Purwotaman, Desa Pelem, perkiraan seharga Rp 600 juta.

4. Lahan di Simo baru, Desa Simo, perkiraan seharga Rp. 800 juta.

5. Tanah di Candi Asri, Desa Simo,  luas 400 m2 , perkiraan harga Rp 200 juta.

6 . Tanah dan garasi bis FJ di Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede, Simo, perkiraan harga tanah Rp 1 miliar, bangunan Rp 8 miliar.

7. Lahan Kosong calon rest area di depan Garasi FJ di Desa Karangkepoh, harga pembelian Rp. 2 miliar.

8. Armada Bis R WJ berjumlah 15 buah, harga perolehan Rp. 1,4 miliar menjadi sekitar Rp. 20 miliar.

9. Armada Bis FJ berjumlah 10 buah , harga perolehan Rp. 1,4 miliar menjadi sekitar Rp. 14 miliar. (*)


Share:

Minggu, 14 Februari 2021

Geger Terbaru di Keraton Solo : Kapolresta Surakarta dan Wali Kota Solo Ogah Ikut Campur, Ini Alasannya


Saat terjadi insiden dua puteri keraton terkurung, di seputar keraton tampak sejumlah anggota kepolisian dari Polresta Surakarta (FOTO : TRIBUNSOLO.COM)

SOLOSKOY.COM, SOLO – Konflik internal terkini dalam keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) awal 2021 ditandai oleh kabar dikurungnya dua puteri dan sejumlah abdi dalem selama tiga hari di Keputren Keraton Solo.

Dua puteri tersebut adalah Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari alias Koes Moertijah (Gusti Moeng) yang juga  Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo dan keponakannya, GKR Timoer alias GRAj Rumbai Kusuma Dewayani.

Mereka diduga dikunci sejak Kamis (11/02/2021) oleh pendukung seteru Gusti Moeng, Raja Paku Buwono (PB XIII) Hangabehi yang juga kakak kandung Gusti Moeng dan ayahanda GKR Timoer.

Setelah tiga hari dua malam terkurung di Keputren Keraton Solo, bahkan kabarnya tanpa fasilitas listrik dan peranti dapur (kompor dan gas), rombongan Gusti Moeng akhirnya bisa keluar, Sabtu (13/02/2021) sore.

Saat berlangsung insiden di lokasi yang dilindungi Undang Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya itu, tampak sejumlah anggota kepolisian dari Polresta Surakarta (Polresta Solo).

BACA JUGA : Geger Terbaru di Keraton Solo : Rombongan Gusti Moeng Terkurung Atau Sengaja Tak Mau Keluar dari Keputren?

Apakah pihak kepolisian ikut terlibat dalam konflik internal terkini yang sudah muncul sejak 17 tahun (mulai 2004) ini?

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kepada wartawan mengatakan pihaknya tak mencampuri konflik di keraton karena merupakan masalah internal.

"Kalau seputar masalah internal keluarga keraton, dipersilakan untuk diselesaikan secara internal keluarga keraton juga," katanya, Jumat (12/2/2021).

"Kecuali jika ada tindakan melawan hukum, baru menjadi ranah Polri," ujar Ade menambahkan.

Mengenai kehadiran para anggota Kepolisian, menurut Kapolresta hal itu dilakukan sebagai bentuk patroli memantau Keraton Solo demi keamanan dan ketertiban masyarakat.

BACA JUGA : Geger Terbaru di Keraton Solo : Rombongan Gusti Moeng Akhirnya Keluar dari Keputren Keraton

Pernyataan senada disampaikan oleh Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo alias Rudy.

Kata Rudy, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak mau ikut campur dalam insiden dugaan pengurungan dua puteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat lantaran merupakan masalah internal keluarga.

"Biar diselesaikan kekeluargaan saja, kita tidak bisa campur tangan," ucap Rudy menjawab pertanyaan wartawan di Solo, Sabtu (13/2/2021).

Adapun pihak PB XIII Hangabehi melalui Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo, KRA Dany Narsugama, dalam konferensi pers mengatakan mengajak pihak kepolisian untuk membantu mediasi dengan Gusti Moeng saat berada dalam keputren Jumat (12/2/2021) sore.

Lalu, katanya, pihak kepolisian kembali ke kompleks Keputren Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sabtu (13/2/2021), yang kemudian diikuti keluarnya rombongan Gusti Moeng dari keputren. (*)

Share:

Sabtu, 13 Februari 2021

Geger Terbaru di Keraton Solo : Rombongan Gusti Moeng Akhirnya Keluar dari Keputren Keraton

GKR Wandansari alias Gusti Moeng (dua dari kanan) sesaat setelah keluar dari Kori Kamandungan Keraton Solo, Sabtu (13/02/2021) sore. (FOTO : ISTIMEWA)

SOLOSKOY.COM, SOLO - Setelah diberitakan terkurung di Keputren Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) sejak Kamis (11/02/2021), rombongan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari (Koes Moertijah alias Gusti Moeng) akhirnya bisa keluar, Sabtu (13/02/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Ikut keluar dari Kori Kamandungan keraton bersama Gusti Moeng, seorang keponakannya yaitu GKR Timoer alias GRAj Rumbai Kusuma Dewayani, dua orang abdi dalem yang juga penari keraton dan seorang sentono dalem.

Mereka disambut oleh keluarga masing-masing yang sudah menunggu sekitar tiga jam, sejak sekitar pukul 12.00 WIB.

Suasana keharuan dan kegembiraan pun langsung menyeruak.

Kepada wartawan yang menunggu sejak siang, Gusti Moeng antara lain menegaskan bahwa dirinya benar-benar terkurung selama tiga hari karena tidak bisa keluar setelah pintu keluar dikunci pihak Raja Keraton Solo, Paku Buwono (PB XIII) Sinuhun Hangabehi.

“Jangan ngomong kalau kita (sengaja) mengurung diri," katanya. 

Menurut istri Kanjeng Pangeran (KP) Eddy Wirabhumi ini, saat terkurung, pihaknya berusaha membuka akses namun tidak bisa. 

Tak diketahui bagaimana prosesnya sehingga akhirnya rombongan Gusti Moeng bisa bebas.

Namun kemungkinan karena ada mediasi antara pihak Gusti Moeng dengan pihak Hangabehi yang melibatkan pihak Kepolisian.

Hal itu terlihat dari kedatagan satu peleton Satuan Sabhara Polresta Solo. 

Diberitakan SoloSkoy.com sebelumnya, pihak-pihak yang sejak beberapa tahun lalu terlibat konflik internal di keraton adalah Raja Paku Buwono (PB XIII) Sinuhun Hangabehi dan adik kandungnya, Gusti Moeng yang menjabat Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo.

Konflik dan geger terkini, muncul kabar Gusti Moeng dan keponakannya (anak kandung Hangabehi), GKR Timoer alias GRAj Rumbai Kusuma Dewayani, bersama sejumlah abdi dalem terkurung dan dikunci di keraton sejak Kamis (11/02/2021) siang.

Hal ini diketahui publik antara lain lewat akun Instagram GKR Timoer alias GRAj Rumbai Kusuma Dewayani, puteri Sinuhun yang dalam konflik internal keraton memihak ke pihak tantenya, Gusti Moeng.

Sedangkan menurut suami Gusti Moeng, Kanjeng Pangeran (KP) Eddy Wirabhumi, kepada wartawan, rombongan istrinya semula terkurung di bagian utama dalam keraton lalu pindah ke bagian Keputren, dan tak bisa keluar lagi.

Bahkan Eddy juga mengatakan bahwa di Keputren tak ada fasilitas kompor dan gas untuk memasak sehingga rombongan Gusti Moeng kelaparan.

“Aliran listrik pun dimatikan,” kata dia, Kamis.

Menurut Eddy, rombongan istrinya semula masuk ke dalam keraton karena mendengar ada pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari Jakarta datang bertamu, Kamus siang.

Ternyata, saat Gusti Moeng bersama sang keponakan dan tiga abdi dalem berada dalam keraton, katanya, pintu utama keratin langsung dikunci dari luar.

Lalu, menurut Eddy, saat rombongan Gusti Moeng bergeser ke Keputren (keraton sebelah barat), Kamis sore, giliran pintu Keputren yang dikunci dari luar.

Setelah itu, pihaknya tidak bisa membantu mereka yang terkurung (antara lain mengantarkan makanan) karena tidak diberi akses oleh pihak Hangabehi, alias tak bisa masuk ke dalam keraton.

Tidak Benar

Namun pihak Sinuhun Hangabehi melalui Wakil Pengangeng Sasana Wilapa Keraton KasunananSurakarta, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Dany Narsugama, membantah pihak Gusti Moeng. 

Dikutip TribunSolo.com, ia mengatakan, kabar adanya pengurungan kerabat Keraton Solo itu tidak benar. 

"Tidak ada pengurangan, kami luruskan itu," kata  Dany saat jumpa pers, Jumat (12/2/2021) malam, di keraton.

Bahkan Dany menyebut Gusti Moeng dan rombongannya melakukan playing victim, membuat kabar seolah-olah tidak bisa dan dilarang keluar dari dalam keraton.

Padahal, “Kalau mau keluar sekarang kami buka pintu, tidak ada yang menutupi," katanya menegaskan. (*)

Dia juga mengatakan, sudah ada mediasi antara pihaknya dengan pihak Gusti Moeng, dengan bantuan pihak Kepolisian, namun Gusti Moeng tetap tidak mau keluar.

"Berita dikurung tidak benar, pihak Sinuhun memberikan akses 24 jam untuk keluar," kata Dany. (*)


Share:

Jumat, 12 Februari 2021

Geger Terbaru di Keraton Solo : Rombongan Gusti Moeng Terkurung Atau Sengaja Tak Mau Keluar dari Keputren?

 

Beberapa abdi dalem meninggalkan depan pintu utama Keraton Solo setelah gagal mengantarkan makanan untuk rombongan Gusti Moeng yang terkurung di dalam keraton, Jumat (12/02/2021) malam. (FOTO : Instargram GKR Rumbai)

SOLOSKOY.COM, SOLO – Tak beda dari keluarga-keluarga lain di Indonesia, keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) kadang-kadang pun berkonflik.

Hanya, karena menyangkut bekas kerajaan, kalangan bangsawan, konflik di Keraton Solo senantiasa menarik perhatian.

Adapun pihak-pihak yang sejak beberapa tahun lalu hingga kini terlibat konflik adalah Raja Paku Buwono (PB XIII) Sinuhun Hangabehi dan adik kandungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari alias Koes Moertijah alias Gusti Moeng yang menjabat Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo.

Konflik dan geger terkini, muncul kabar Gusti Moeng dan keponakannya (anak kandung Hangabehi), GKR Timoer alias GRAj Rumbai Kusuma Dewayani, bersama sejumlah abdi dalem terkurung dan dikunci di dalam keraton sejak Kamis (11/02/2021) siang.

Hal ini diketahui publik antara lain lewat akun Instagram GKR Timoer alias GRAj Rumbai Kusuma Dewayani, puteri Sinuhun yang dalam konflik internal keraton memihak ke pihak tantenya, Gusti Moeng.

Sedangkan menurut suami Gusti Moeng, Kanjeng Pangeran (KP) Eddy Wirabhumi, kepada wartawan, rombongan istrinya semula terkurung di bagian utama dalam keraton lalu pindah ke bagian Keputren, dan tak bisa keluar lagi.

Bahkan Eddy juga mengatakan bahwa di Keputren tak ada fasilitas kompor dan gas untuk memasak sehingga rombongan Gusti Moeng kelaparan.

“Aliran listrik pun dimatikan,” kata dia, Kamis.

Menurut Eddy, rombongan istrinya semula masuk ke dalam keraton karena mendengar ada pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari Jakarta datang bertamu, Kamus siang.

Ternyata, saat Gusti Moeng bersama sang keponakan dan tiga abdi dalem berada dalam keraton, katanya, pintu utama keratin langsung dikunci dari luar.

Lalu, menurut Eddy, saat rombongan Gusti Moeng bergeser ke Keputren (keraton sebelah barat), Kamis sore, giliran pintu Keputren yang dikunci dari luar.

Setelah itu, pihaknya tidak bisa membantu mereka yang terkurung (antara lain mengantarkan makanan) karena tidak diberi akses oleh pihak Hangabehi, alias tak bisa masuk ke dalam keraton.

Tidak Benar

Namun pihak Sinuhun Hangabehi melalui Wakil Pengangeng Sasana Wilapa Keraton KasunananSurakarta, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Dany Narsugama, membantah pihak Gusti Moeng. 

Dikutip TribunSolo.com, ia mengatakan, kabar adanya pengurungan kerabat Keraton Solo itu tidak benar. 

"Tidak ada pengurangan, kami luruskan itu," kata  Dany saat jumpa pers, Jumat (12/2/2021) malam, di keraton.

Bahkan Dany menyebut Gusti Moeng dan rombongannya melakukan playing victim, membuat kabar seolah-olah tidak bisa dan dilarang keluar dari dalam keraton.

Padahal, “Kalau mau keluar sekarang kami buka pintu, tidak ada yang menutupi," katanya menegaskan.

Dia juga mengatakan, sudah ada mediasi antara pihaknya dengan pihak Gusti Moeng, dengan bantuan pihak Kepolisian, namun Gusti Moeng tetap tidak mau keluar.

"Berita dikurung tidak benar, pihak Sinuhun memberikan akses 24 jam untuk keluar," kata Dany. (*)

Share:

Wali Kota Solo dan Wartawan Gowes Bareng Tutup Rangkaian HPN dan Ucapkan Tahun Baru Imlek bagi Warga Tionghoa

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (tengah, kaus merah), bersama para wartawan di sela Gowes Bersama, Jumat (12/02/2021) pagi.

SOLOSKOY.COM, SOLO - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo alias Rudy,  gowes bareng bersama wartawan dan unsur jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) lainnya, Jumat (12/02/2021) pagi. 

Acara bersepeda bersama ini digelar untuk menutup rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Para penggowes start dari depan Gedung Monumen Pers Nasional yang terletak di kawasan Timuran, Banjarsari, Solo.

Selanjutnya rombongan sekitar 100 wartawan itu berkeliling kota melewati rute Loji Gandrung (Rumah Dinas Wali Kota), Balai Kota, Kantor Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), dan finish di kediaman pribadi Wali Kota FX Hadi Rudyatmo di Pucangsawit, Jebres Solo, dekat Sungai Bengawan Solo.

Gowes bareng memperingati HPN 2021 ini hanya terbatas untuk kalangan wartawan dan pekerja media serta mengajak unsur-unsur pimpinan daerah

Sebenarnya banyak mitra wartawan dari beragam kalangan dan masyarakat umum menghubungi panitia untuk ikut serta namun ditolak.. 

“Namun mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan harus menyesuaikan protokol kesehatan, panitia terpaksa menolak banyak pihak yang ingin bergabung untuk gowes bareng," kata Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, dalam siaran pers yang diperoleh SoloSkoy.com.

"Yang bisa bergabung bersama kami hanya pimpinan daerah." 

"Itu pun dengan syarat tidak boleh menyertakan jajarannya lebih dari tiga orang,” ujar Anas menambahkan.

Adapun unsur Forkompimda yang bergabung di antaranya Wali Kota Solo, Wakil Wali Kota Achmad Purnomo, Kapolresta Kombes Pol Ade S Simanjuntak, Dandim Surakarta Letkol Inf Wiyata Aji, Ketua DPRD Budi Prasetyo, Kepala BI Solo Nugroho Joko Prastowo,  dan Wakil Wali Kota Terpilih Teguh Prakosa. 

Meningkatkan Imunitas Tubuh 

Anas menambahkan, Gowes Bareng Wartawan ini selain sebagai ajang olah raga bersama meningkatkan imunitas tubuh kalangan wartawan, juga menjalin keakraban di antara pekerja media sehingga tidak melulu berurusan dengan pekerjaan jurnalistik. 

Kegiatan gowes kali ini juga bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2572. 

Karena itulah, rombongan pengggowes menyempatkan diri mampir ke Kantor Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) yang merupakan organisasi warga Tionghoa di Kota Surakarta. 

Di tempat itu, rombongan istirahat sejenak dan mengucapkan selamat tahun baru imlek kepada warga Tionghoa di Surakarta.

Rombongan disambut oleh sejumlah pengurus PMS.

Sumartono Hadinoto, mewakili PMS, menyatakan berterimakasih dan bangga dengan ucapan selamat dari masyarakat Solo, khususnya dari kalangan wartawan dan Wali Kota Surakarta, serta jajaran Forkompimda  Surakarta.

"Imlek tahun ini berbeda, di tengah pandemi,maka tidak dirayakan," katanya. 

"Kita berharap pandemi segera berakhir." 

"Ucapan dari wartawan yang mampir ke Kantor PMS untuk mengucapkan Tahun Baru Imlek ini sebuah penghiburan dan penghargaan bagi kami warga Tionghoa di Solo," ungkap Sumartono.

Pinggir Bengawan Solo

Adapun saat sampai di kediaman pribadi Rudy, para wartawan langsung diperlihatkan kondisi bantaran Sungai Bengawan Solo saat ini yang jauh berbeda dengan sebelumnya. 

Kebetulan rumah Rudy berada di pinggir Sungai Bengawan Solo. 

Terlihat kondisi bantaran makin tertata, ada taman, kebun, jogging track, kolam lele, taman bermain anak, dan lainnya. 

Saat ini juga masih berlangsung proses pengerjaan. 

Sambil menikmati sarapan, rombongan diajak berjalan di seputar kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo yang sudah mulai tertata. 

"Ini padepokan saya nanti setelah tidak menjabat wali kota, terbuka bagi masyarakat siapa saja yang mau berkunjung," ucap Rudy. 

"Nanti saya jadi penjaga kali (sungai, Red) saja," kata Rudy berseloroh. (*)

Share:

Rabu, 10 Februari 2021

Ini Menu Makanan Favorit di Warung Selat Mbak Lies di Solo

Menu Selat Solo di Warung Selat Mbak Lies di Solo (Foto repost dari akun Instagram shantee_zadma)

SOLOSKOY.COM, SOLO - Resto bernama Warung Selat Mbak Lies ini berlokasi di Serengan Gang II/42 Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Solo atau Surakarta, Jateng.

Sesuai namanya, resto milik Wulandari Kusmadyaningrum alias Lilies atau Mbak Lies ini menyajikan menu utama Selat Solo.

Menurut Wikipedia, Selat Solo adalah sebuah hidangan khas Jawa Tengah (Solo) yang terpengaruh hidangan Eropa (Belanda).

Makanan ini terdiri dari daging sapi has luar yang direbus dalam kuah encer yang terbuat dari bawang putih, cuka, kecap manis, kecap Inggris, air serta dibumbui dengan pala dan merica. 

Makanan ini kemudian disajikan dengan telur rebus dan sayur-sayuran seperti buncis, kentang, tomat, selada, mentimun, dan wortel, serta ditaburi keripik kentang dan ditambahkan sedikit moster atau mayones di sampingnya. 

Adapun di Warung Selat Mbak Lies, ada empat jenis racikan Selat Solo yaitu Selat Lidah, Selat Bistik, Selat Galantin Kuah Segar, dan Selat Galantin Kuah Saus.

Saat ini harga seporsi Selat Solo di Warung Selat Mbak Lies adalah Rp 20.000 untuk Selat Bistik dan Selat Galantin, dan Rp 22.000 untuk Selat Lidah.

Selain menu utama racikan Selat Solo, banyak menu lezat di Warung Selat Mbak Lies seperti Sop Matahari, Sop Manten (Pengantin, Red), Sop Matahari, Gado-gado dan Timlo serta beraneka jus dan es.

Resto yang eksis sejak 16 September 1987 (34 tahun silam) ini melayani pula pembelian melalui GoFood dan GrabFood. serta WA di nomor 085292127350.

Resto legendaris dan Instagramabel ini berada dalam sebuah gang kecil.

Pembeli bermobil bisa parkir di dalam gang, dekat warung, atau arkir di pinggir jalan besar (Jalan Yudistira dan Jalan Arjuna di barat dan timur Warung Selat Mbak Lies).

Pembeli bermotor bisa parkir masuk gang, di sebelah barat resto. (*)
Share:

Selasa, 09 Februari 2021

Jelang Lengser, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) Tirakatan Bersama Para Wartawan


Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (tiga dari kiri) saat Tirakatan menyambut HUT ke-75 PWI/HPN ke-36 di  Solo, Senin (8/02/2021) malam. (FOTO : ISTIMEWA)

SOLOSKOY.COM, SOLO –Tirakatan menyambut HUT ke-75 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atau Hari Pers Nasional (HPN) ke-36 digelar di tempat lahirnya organisasi Persatuan Wartawan, Monumen Pers Nasional (MPN) Surakarta Jalan Gajah Mada, Solo, Senin (8/02/2021) malam.

Suasana malam tirakatan sempat diwarnai keharuan.

Hal itu terjadi saat Ketua Dewan Kehormatan PWI Surakarta Begog D Winarso dengan suara terbata-bata memberikan tumpeng kepada FX Hadi Rudyatmo alias Rudy.

Rudy adalah anggota kehormatan PWI yang juga Wali Kota Solo yang bakal lengser pada 17 Februari 2021 setelah bertugas selama 10 tahun sebagai Wali Kota Solo dan lima tahun sebagai Wakil Wali Kota Solo.

"Pak Rudy ini contoh nyata, pemimpin yang merakyat," kata Begog.

"Ditulis wartawan jelek tidak pernah marah, dan sering melempar humor guyon gayeng sehingga hubungannya erat njobo-njero dengan wartawan," ujarnya memuji Rudy.

Acara tumpengan yang dikemas dalam suasana duduk lesehan namun tetap menerapkan protokol kesehatan itu dibuka oleh Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul.

Sementara Kepala Monumen Pers Nasional (MPN) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Widodo Hastjaryo mengharapkan momentum peringatan HPN tahun 2021 mampu membakar semangat berjuang kaum jurnalis dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Dengan cara berpartisipasi secara aktif dalam menyebarkan pesan optimistisme di berbagai lapisan masyarakat," ujarnya.

Selain Kepala Monumen Pers Nasional (MPN) Solo, tokoh yang berpidato adalah wartawan sepuh Drs Ichwan Dardiri (82), dan  Kapolresta SoloKombes Pol Ade Safri Simanjutak serta Rudy.

Rudy berseloroh mengatakan memilih menjadi Sunan Jaga Kali daripada ditunjuk sebagai pejabat penting di Jakarta jika tak lagi menjabat beberapa hari mendatang.

"Saya telah bertugas mengabdi sekitar 15 tahun di birokrasi Pemkot Solo," kata dia.

"Saya masih banyak kekurangan, meski saya juga bangga telah berhasil mengubah mindset birokrasi Pemerintah Kota Solo," papar Rudy.

Rudy menuturkan dirinya tidak meninggalkan apa-apa kecuali Lurik dan Lima Mantap.

Lurik maksudnya Lurus dalam pengabdian, Ikhlas dalam pelayanan, sedangkan dan lima “Mantap” adalah mantap kejujuran, mantap kedisiplinan, mantap pelayanan, mantap organisasi, dan mantap gotong royong.

"Lurik dan Mantap itu telah tertancap dalam di lingkungan birokrasi Pemkot Solo, dan saya bangga dengan hal itu," katanya menegaskan. (*)

Share:

TSTJ Solo (Jurug Solo Zoo) Dibuka Kembali Per 9 Februari 2021, Ini Syarat Masuknya

SOLOSKOY.COM, SOLO – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo alias Jurug Solo Zoo Selasa (9/02/2021) hari ini dibuka lagi setelah ditutup sementara sejak 1 Februari 2021 lalu.

Pembukaan kembali kebon binatang yang berlokasi di Solo sebelah timur ini diumumkan melalui akun Instagram (IG) @jurugsolozoo, Senin (8/02/2021).

“Hallo #sobatjurug mulai besok, selasa (9/2/2021) @jurugsolozoo dibuka kembali untuk pengunjung,” demikian tulisan dalam akun IG tersebut.

Disebutkan, syarat dan ketentuan bagi pengunjung TSTJ adalah sebagai berikut:

1. Batas usia pengunjung 5 tahun ke atas, dan ibu hamil belum diperbolehkan masuk.

2. Buka mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

3. Harga tiket pengunjung umum Rp 25.000 ( Tiket presale berlaku).

4. Gowes buka kembali dengan harga tiket Rp 25.000.

5.Mancing buka kembali dengan harga tiket Rp 30.000.

Pengelola Jurug Solo Zoo juga menegaskan bahwa para pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.

Selain itu, suhu tubuh pengunjung maksimal 37,3 derajat celcius.

Sebelumnya, pada akhir Januari Manajemen Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) memutuskan untuk menutup operasional bagi para pengunjung per 1 Februari 2021

Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan, hal itu lantaran jumlah kunjungan selama pandemi Covid-19 turun drastis dengan adanya kebijakan batasan usia bagi pengunjung.

Saat itu Bimo kepada wartawan menjelaskan, selama pandemi Covid-19 jumlah kunjungan harian di TSTJ yang perusahaan umum daerah milik Pemkot Solo tersebut, rata-rata di bawah 50 orang. (*)

 


Share:

Senin, 08 Februari 2021

Sop Matahari di Warung Selat Mbak Lies di Solo : Berkuah, Panas dan Lezat....

SOLOSKOY.COM, SOLO - Berkuah panas, cocok dinikmati pada Selasa (9/02/2021) pagi yang dingin karena mendung sekarang, maupun saat lain.

Itulah menu Sop Matahari di Warung Selat Mbak Lies di Solo (foto repost dari akun Instagram @lumbungpangansolo).

Menu tersebut, satu dari banyak menu lezat yang tersedia di resto di Serengan Gang II/42 Solo telepon 0271 653332 HP dan WA 085292127350 itu.

Menu lain (selain menu utama racikan Selat Solo), di antaranya, Sop Manten (Sop Penganten, Red), Timlo Solo/Timlo Ayam, dan Gado-gado.

Pemilik Warung Selat Mbak Lies, Wulandari Kusmadyaningum alias Lilies (Mbak Lies), menyediakan juga aneka es (termasuk Es Teler nan segar) dan es jus.

Warung Selat Mbak Lies buka jam 08.00 - 18.00 WIB, dan melayani juga pembelian via WA/GoFood/GrabFood.

Resto legendaris ini berada dalam sebuah gang kecil.

Pembeli bermobil bisa parkir di dalam gang, dekat warung, atau di pinggir jalan besar (Jalan Yudistira dan Jalan Arjuna di barat dan timur Warung Selat Mbak Lies).

Pembeli bermotor bisa parkir masuk gang, di sebelah barat resto. (*)
Share:

Minggu, 07 Februari 2021

Jateng di Rumah Saja Berakhir, Warung Selat Mbak Lies Buka Lagi Setelah Tutup Dua Hari

 

SOLOSKOY.COM, SOLO – Setelah libur Sabtu-Minggu (6-7/02/2021) demi Gerakan 'Jateng di Rumah Saja', Warung Selat Mbak Lies di Solo, Jateng, mulai Senin (8/02/2021) sekarang buka lagi.

Seperti biasa, resto legendaris di Serengan Gang II/42 Solo ini buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.

“Mulai hari ini kami buka lagi,” kata pemilik Warung Selat Mbak Lies, Wulandari Kusmadyaningrum alias Mbak Lies (Lilis), kepada Soloskoy.com, Senin (8/02/2021).

Sebelumnya diberitakan, Resto Warung Selat Mbak Lies di Solo tutup  dua hari pada Sabtu dan Minggu ( 6-7/2/2021).

Penyebabnya, gara-gara Gerakan Jateng di Rumah Saja yang dicanangkan  oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Pemilik Warung Selat Mbak  Lies, Wulandari Kusmadyaningrum alias Mbak Lies,  menutup warungnya meski tidak ada larangan kuliner buka dari Ganjar maupun Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, selama ‘Jateng di RumahSaja’.

“Saya perkirakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, warung makan saya akan sepi pembeli maka lebih baik saya tutup saja,” katanya keada Soloskoy.com, Jumat (6/2/2021).

Adapun Warung Selat Mbak Lies yang legendaris dan instagramable ini berada di Serengan Gang II/42 Solo telepon 0271 653332 dan HP/WA 085292127350.

Selain menu utama racikan Selat Solo, banyak menu lezat di Warung Selat Mbak Lies seperti Sop Matahari, Sop Manten (Pengantin, Red), Sop Matahari, Gado-gado dan Timlo serta beraneka jus dan es.

Resto yang eksis sejak 16 September 1987 (34 tahun silam) ini melayani pula pembelian melalui GoFood dan GrabFood. (*)

Share:

Sabtu, 06 Februari 2021

Warung Selat Mbak Lies di Solo Tutup dua Hari Saat Gerakan Jateng di Rumah Saja

 

SOLOSKOY.COM, SOLO – Resto Warung Selat Mbak Lies di Solo tutup  dua hari pada Sabtu dan Minggu ( 6-7/02/2021).

Penyebabnya, gara-gara Gerakan Jateng di Rumah Saja yang dicanangkan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Pemilik Warung Selat Mbak Lies, Wulandari Kusmadyaningrum alias Mbak Lies,  pilih menutup warungnya meski Ganjar maupun Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, tak melarang kuliner di Solo buka selama "Jateng di Rumah Saja".

"Saya perkirakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, warung makan saya akan sepi pembeli maka lebih baik saya tutup saja,” katanya kepada Soloskoy.com, Jumat (6/2/2021).

Adapun Warung Selat Mbak Lies yang legendaris dan instagramable ini berada di Serengan Gang II/42 Solo telepon 271 653332 dan HP/WA 085292127350.

Selain menu utama racikan Selat Solo, banyak menu lezat di Warung Selat Mbak Lies seperti Sop Matahari, Sop Manten (Pengantin, Red), Sop Matahari, Gado-gado dan Timlo serta beraneka jus dan es.

Resto yang eksis sejak 16 September 1987 (34 tahun) silam ini melayani pula pembelian melalui GoFood dan GrabFood. (*)

Share:

Jumat, 05 Februari 2021

Layak Kamu Kunjungi, Warung Selat Mbak Lies di Solo nan Instagramable

SOLOSKOY.COM - Inilah salah satu ruangan Warung Selat Mbak Lies di Solo nan instagramable yang diabadikan pemilik akun Instagram explore_kotasolo.

Resto ini berada di Serengan Gang II/42 Solo telepon 0271 653332 HP dan WA 085292127350.

Warung Selat Mbak Lies buka tiap hari jam 08.00 - 18.00 WIB, dan melayani pula pembelian via WA/GoFood/GrabFood. (*)


Share:

Kamis, 04 Februari 2021

Selat Bistik nan Lezat Menunggu Kamu di Warung Selat Mbak Lies Solo

SOLOSKOY.COM - Hari Jumat (05/02/2021) pagi nan cerah meski mendung sekarang, ayo nikmati Selat Bistik nan lezat (bisa ditambah nasi) di Warung Selat Mbak Lies di Solo (foto repost dari akun Instagram @kulinermamak).

Monggo dipesan di Warung Selat Mbak Lies di Serengan Gang II/42 Solo telepon 0271 653332 HP dan WA 085292127350.

Resto legendaris ini buka jam 08.00 - 18.00 WIB, dan melayani juga pembelian via WA/GoFood/GrabFoood. (*)


Share:

Rabu, 03 Februari 2021

Tatkala Artis Ferly Putra Mengunjungi Warung Selat Mbak Lies di Solo

SOLOSKOY.COM, SOLO - Resto bernama Warung Selat Mbak Lies di Solo ini sering dikunjungi artis Ibu Kota, baik saat sebelum pandemi Covid-19 maupun selama pandemi.

Salah satunya, saat sebelum pandemi, tepatnya pada Juli 2019, adalah artis Ferly Putra.

Adapun Warung Selat Mbak Lies ini tempatnya instagramable, dan menu-menunya maknyuuus.

Para pesohor sering makan di resto di Serengan Gang II/42 Solo telepon 0271 653332 HP dan WA 085292127350 ini.

Warung Selat Mbak Lies buka jam 08.00 - 18.00 WIB, dan melayani juga pembelian via WA/GoFood/GrabFood. (*)


Share:

Senin, 01 Februari 2021

Daftar Nama Wali Kota Solo (Surakarta) Sejak Orde Baru hingga Kini


Wali Kota Solo (Wali Kota Surakarta) FX Hadi Rudyatmo
Wali Kota Solo (Wali Kota Surakarta), FX Hadi Rudyatmo.

SOLOSKOY.COM, SOLO - Wali Kota Solo (Wali Kota Surakarta) sekarang dijabat oleh FX Hadi Rudyatmo alias Rudy.

Rudy menjabat wali kota sejak 17 Februari 2016.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai wali kota pada 19 Oktober 2012 hingga 5 Agustus 2015.

Ia merupakan politikus yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau  PDI- P.

Sebelum menjadi wali kota Surakarta, ia adalah wakil wali kota Surakarta periode 2005–2010, dan 2010–2012, mendampingi Wali Kota Joko Widodo atau Jokowi yang kemudian terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012.

Rudy kemudian naik menggantikan Joko Widodo sebagai wali kota Surakarta dan dilantik pada tanggal 19 Oktober 2012 oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam sidang paripurna DPRD Kota Surakarta.

Selain Rudy, di bawah ini nama-nama wali kota Solo yang menjabat setelah Orde Baru atau setelah tahun 1966.

* R. Koesnandar                       

* Soemari Wongsopawiro      

* Ignatius Soekatmo

* Prawirohadisebroto    

* H.R. Hartomo     

* Imam Soetopo   

* Slamet Suryanto

* Joko Widodo  alias Jokowi.  (*)


Share:

Arsip