Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Jumat, 14 Januari 2022

Fakultas Agama Islam UMS Gelar Konferensi Internasional untuk Perluas Kontribusi Muhammadiyah

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Prof. M.A Fattah Santoso. 

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Konferensi Internasional, International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies (ICIMS), dengan tema "Contribution of Muhammadiyah Movement to Science and Global Humanity".

Acara ini digelar pada Jum'at-Sabtu, 14-15 Januari 2022, yang dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) melalui Zoom Meeting.

Humas UMS dalam siaran persnya menjelaskan, konferensi ini dibuka dengan keynote speaker yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Prof. Satomi Ohgata (Kyushu International University Japan), Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kesba (Al-Azhar University Cairo),  dan Prof. M.A Fattah Santoso (Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Senantiasa Bergerak

Menurut Fattah Santoso, Muhammadiyah adalah gerakan keagamaan Islam modern di Indonesia yang senantiasa bergerak dalam lingkungan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal. 

"Muhammadiyah telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan Indonesia dan dunia, dibuktikan dengan kekayaan amal usahanya, terutama di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, sosial, kesehatan, filantropi, dan humanitarian," papar Fattah Santoso.

Peran dan kontribusi ini, lanjut dia, semakin diperlukan di tengah berbagai dinamika dan persoalan kemanusiaan yang masih terus melanda, baik dalam skala lokal, nasional maupun global. Di era industri 4.0 Muhammadiyah diharapkan terus melakukan gerakan progresif, strategis, dan bersinergi dengan lembaga-lembaga lain dalam berbagai aspek.

Banyak Berkontribusi

Moh. Zakki Azani, Ph.D selaku ketua panitia konferensi ini menjelaskan ICIMS adalah studi tentang Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya di Indonesia dapat tersebar luas secara global, karena Muhammadiyah sudah banyak berkontribusi untuk bangsa dan juga di dunia internasional. 

"Dengan acara ini kita ingin mengembangkan dan mengetahui dari para penulis Islam di universitas dalam negeri maupun di luar Indonesia untuk meneliti apa yang telah diberikan oleh umat Islam kepada seluruh umat yang ada di dunia ini," katanya.

Harapannya, tambah Dekan FAI UMS Dr Syamsul Hidayat, dengan adanya acara ini dapat terdokumentasi ataupun tertulis secara akademik (scholarly academic writing) sehingga dapat diketahui oleh seluruh umat Islam dan non-Islam yang ada di dunia. karena image Islam yang ada di social media banyak sekali image-image mungkin kurang baik.

Zakki mengungkapkan, kontribusi Muhammadiyah dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kemanusiaan Universal (Global Humanity), sangat besar, menggali khazanah yang selama ini dikembangkan oleh Muhammadiyah yang sudah berusia 109 tahun. 

Kiprah Muhammadiyah

Dengan rentang waktu itu, tentu Muhammadiyah memiliki kiprah dan pengalaman dalam bidang pendidikan. 

"Dalam bidang pendidikan ini tentu ada kaitannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Bahkan sekarang sudah mulai merambah tidah hanya di Indonesia bahkan ada yang di luar negeri," kata Zakki.

Pada bagian lain, Syamsul Hidayat mengungkapkan dengan adanya masukan-masukan dari pembicara internasional serta pelibatan  mahasiswa untuk mengikuti konferensi, maka secara tidak langsung akan mendorong kualitas dalam menulis karya ilmiah karya mahasiswa dan dosen sehingga bisa setara dengan karya ilmiah yang memiliki kelas dunia. 

"Sehingga hasil karya dosen dan mahasiswa yang dipresentasikan di parallel session di ICIMS ini akan dimuat di prosiding internasional yang berkelas yaitu lewat atlantis press yang terindeks scopus," Jelas Syamsul Hidayat. (jun)

Share:

Senin, 27 Desember 2021

Program MBKM Jadi Salah Satu Akselerasi Visi Misi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

 Seminar Nasional Dampak Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digelar LRI UMS.

SOLOSKOY.COM, SOLO Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Dampak Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Senin, 27 Desember 2021. Seminar dilaksanakan secara blended (daring dan luring) bertempat di The Sunan Hotel dan melalui Zoom Meeting

Pembicara dalam seminar nasional ini di antaranya keynote speaker yang disampaikan oleh Dr. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si., sementara invited speaker disampaikan oleh Prof. Ir Sarjito, M.T., Ph.D dan Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif M.Si, dalam sambutannya memberikan beberapa catatan terhadap pelaksanaan program MBKM di kampus UMS.

"UMS sudah diakui sebagai kampus terbaik yang melaksanakan program MBKM di wilayah Jawa Tengah, melalui award yang diberikan oleh LLDIKTI wilayah VI Jawa Tengah, dan ini merupakan implikasi terhadap kesungguhan UMS," papar Rektor UMS dalam siaran pers yang dikirim Bagian Humas UMS kepada redaksi SoloSkoy.com, Senin (27/12/2021)..

Meningkatkan Semangat

Menurutnya,  apresiasi tersebut dapat menjadikan UMS untuk terus meningkatkan semangat dalam melakukan program yang bertajuk MBKM. Selain itu program ini juga sangat mendukung akselerasi visi misi UMS, dimana pada tahun 2029 UMS menjadi World Class University.

"Dengan keunggulan ini, maka kita harus mampu berpikir out of the box, banyak hal yang harus dikreasikan dengan ide-ide baru. Kalau kita hanya fokus pada metode konservatif, maka akan lamban progresifitasnya. Apalagi menuju World Class University, maka semua elemen harus bekerja keras menggunakan metode-metode yang sesuai dengan kebutuhan masa kini," jelas Sofyan.

Jadi Salah Satu Faktor

Hal ini juga diperkuat oleh Ir. Sri Sunarjono, M.T., Ph.D selaku ketua panitia yang menyampaikan bahwa ternyata program merdeka belajar dan kampus merdeka, diam-diam menjadi salah satu faktor dalam akselerasi kemajuan UMS.

"Kampus UMS sudah memiliki berbagai kegiatan yang sejalan dengan program yang diadakan oleh MBKM," ungkap Ketua LRI UMS itu.

Dia menambahkan, kegiatan seminar nasional ini merupakan rangkaian program bantuan pendanaan penelitian MBKM, di mana UMS menjadi klaster I yang memperoleh Rp 1,8 M bantuan pendanaan.

"Namun dari hasil survei yang dilakukan oleh UMS ini terdapat 20 mahasiswa yang menyatakan dampak ini belum dirasakan, bisa jadi mahasiswa belum benar-benar memahami atau mungkin ada komunitas mahasiswa yang belum tersentuh dampaknya," paparnya. (*) 

Share:

Selasa, 21 Desember 2021

Proklim Dusun II Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo Gelar Festival Hari Ibu

Suasana Festival Hari Ibu yang digelar Proklim Dusun II Desa Purbayan.

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Proklim (Program Kampung Iklim) Dusun II Desa Purbayan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, menggelar Festival #1 dalam rangka Hari Ibu. Kegiatan pada hari Minggu (19/12/2021) tersebut bertemakan Ibu Hebat. 

Menurut Ketua Proklim, Safira Faradina, kegiatan Festival #1 mencakup 5 kegiatan, yaitu Dosen (dodolan second), lomba cipta menu pangan lokal, kantin bunga raya, pembuatan lilin dari minyak jelantah dan pembagian bibit tanaman.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Proklim Dusun II dengan Politeknik Santo Paulus Surakarta Prodi Teknologi Rekayasa Pangan untuk kegiatan lomba cipta menu pangan lokal, dan dengan Prodi Kimia Industri Politeknik Santo Paulus Surakarta untuk kegiatan pembuatan lilin dari minyak jelantah. 

Lomba cipta menu pangan lokal saat Festival Hari Ibu di Dusun II Purbayan.

Selain itu bekerjasama dengan Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk pembagian bibit tanaman. Sedangkan kegiatan dosen (dodolan second) bekerjasama dengan Bank Sampah Bunga Raya Purbayan.

Kegiatan ini diikuti oleh warga di lingkungan Dusun II Desa Purbayan.  

Sebanyak 26 menu olahan pangan lokal dari lidah buaya, gembrot, daun Kelor, singkong, bunga telang dan daun katuk tersaji menjadi olahan menu masakan keluarga. 

Menurut Laela Nur Rokhmah, S. TP., M. Sc selaku perwakilan dari Politeknik Santo Paulus Surakarta,  kegiatan cipta menu pangan lokal ini bertujuan agar masyarakat mampu  menciptakan menu yang bahan bakunya bisa diperoleh dengan menanamnya di rumah. Sehingga, berketahanan pangan dari rumah bisa tercapai.(jun)

Share:

Senin, 20 Desember 2021

Politeknik Santo Paulus Surakarta dan Bank Sampah Bunga Raya Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin

Workshop pembuatan lilin dari minyak jelantah di Dusun II, Desa Purbayan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Sabtu (19/12/2021). 

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Kegiatan workshop pembuatan lilin dari minyak jelantah diselenggarakan di Dusun II, Desa Purbayan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Sabtu (19/12/2021). Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang ibu warga setempat.

Menurut ketua tim, Henny Parida Hutapea, S. Si., M. Sc, kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Proklim (Program Kampung Iklim) Dusun II Desa Purbayan dengan Prodi Politeknik Santo Paulus Surakarta. 

"Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat bisa memanfaatkan minyak jelantah yang merupakan limbah menjadi sesuatu yang berguna," katanya kepada SoloSkoy.com seusai kegiatan berlangsung.

Kegiatan pengelolaan minyak jelantah difasilitasi oleh Bank Sampah Bunga Raya, yang merupakan unit di bawah Proklim. Nasabah bank sampah bisa menyetorkan sampah dalam berbagai benuk, salah satunya minyak jelantah.

Sampah minyak tanah dibeli oleh bank sampah untuk selanjutnya dijual kepada penjual besar. 

"Namun bila masyarakat sudah bisa membuat olahan barang dari minyak jelantah dan dikomersialkan, seperti sabun dan lilin, malah akan menjadi unit usaha bank sampah itu sendiri," ujar Nanik Purwati SH selaku manajer Sampah Bunga Raya. (jun)

Share:

Minggu, 19 Desember 2021

Mas Wali Kota Gibran dan 9 Kepala Daerah Menjadi Penerima Anugerah Kebudayaan PWI

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, alias Mas Wali Gibran (tengah), bersama dua pengurus PWI Surakarta, Anas Syahirul (kanan) dan Begog D Winarso (kiri)
SOLOSKOY.COM, SOLO - Tim juri Anugerah Kebudayaan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) menetapkan 10 bupati dan wali kota sebagai penerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI), pada Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara, 9 Pebruari 2022 mendatang.

Ketua pelaksana AK-PWI, Yusuf Susilo Hartono mengatakan, tim juri menetapkan penerima penghargaan AK-PWI pada HPN 2022 sebanyak 10 kepala daerah, dengan rincian enam bupati dan empat wali kota. Seorang di antara wali kota yang menerima penghargaan adalah Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang akrab disapa Mas Wali Gibran.

Tim Juri diketuai Agus Dermawan T, dengan anggota Ninok Leksono, Nungki Kusumastuti, Atal S. Depari, dan Yusuf Susilo Hartono (sekaligus Ketua Pelaksana AK-PWI).

Mereka yang menerima penghargaan adalah Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran (Datuak Paduko Malano), Bupati Magetan Suprawoto, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Kemudian Bupati Indramayu Nina Agustina, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Sumbawa Barat Musyafirin.

"Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Helmi Hassan, Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, La Bakri dan Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Hendra Lesmana," ucap Yusuf, dalam siaran pers, Sabtu (18/12/2021). 

Membangun Daerah

Yusuf menjelaskan 10 bupati dan wali kota yang ditetapkan pada umumnya menyadari pentingnya membangun daerah berbasis kebudayaan. Hal itu selaras dengan tantangan zaman di berbagai bidang, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan gaya kepemimpinan kepala daerah yang melayani.

Hal itu, kata Yusuf, merupakan salah satu dari beberapa catatan penting tim juri, setelah mengikuti semua proses penilaian AK-PWI. Proses dimulai dengan seleksi administrasi, penjurian berkas proposal dan video, kemudian puncaknya pada presentasi dan tanya jawab satu-persatu dari 10 nominasi. Presentasi digelar secara luring dengan prokes ketat, dan berlangsung di kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis, 16 Desember 2021.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dalam presentasinya misalnya menggunakan pendekatan tradisi gotong-royong merangkul para pemikir kebudayaan, hingga para seniman agar tetap bisa berkarya dengan memanfaatkan berbagai kanal dan teknologi informasi di masa pandemi menuju kenormalan baru.

Berbagai Festival

Gibran, kata Yusuf, juga menggelar berbagai ajang festival, baik tradisi maupun kontemporer, merenovasi Taman Balekambang dengan wajah baru, sebagai arena kreasi dan rekreasi yang lebih ramah dan mudah diakses.

Awal Desember lalu, Yusuf menyebutkan, Surakarta bersama daerah lain dinobatkan sebagai Kota Pemajuan Kebudayaan oleh Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Dalam presentasinya Gibran mengatakan, selain cara-cara formal  yang telah ditetapkan pemerintah pusat, berupa cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, Kota Solo juga menggunakan kearifan lokal dan potensi lokal untuk menghadapi pandemi covid-19. Gibran juga memaparkan rencana merenovasi Taman Balekambang dengan wajah baru, sebagai arena kreasi dan rekreasi yang lebih ramah dan mudah diakses.

Rumah Gadang

Lalu Wali Kota Padang Panjang Fadly Amram, misalnya, menjadikan rumah gadang tidak hanya rumah tinggal satu kaum, namun juga berfungsi sosial, termasuk dalam penanganan COVID-19.

Dalam hal ini, rumah gadang digunakan untuk tempat isolasi mandiri warga kaum adat yang merasa ragu dan malu menjalani isolasi di rumah sakit daerah dan lainnya. Di rumah gadang, mereka merasa di rumah sendiri, apalagi makanan diantar sanak saudara pula.

Kemudian, lanjut dia, Wali Kota Bengkulu Helmi Hassan mereaktualisasi tradisi belenguk (berkumpul berkerumun) gaya baru dengan berbagai terobosan aplikasi mutakhir, salah satunya "SLAWE" (sistem layanan administrasi warga elektronik) untuk urusan kependudukan.

Penggunaan Teknologi Informasi

Menurut Yusuf, di samping menjaga keseimbangan kesehatan dan ekonomi, para bupati dan wali kota terus berusaha mewujudkan kerja-kerja kebudayaan dan penggunaan teknologi informasi.

Bupati Magetan Suprawoto yang punya visi misi menjadikan kabupaten literasi, lanjut Yusuf, menggenjot berbagai program literasi, seperti penulisan sejarah desa, sejarah sekolah.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta, Anas Syahirul merasa bangga terpilihnya Gibran sebagai penerima Anugerah Kebudayaan PWI. Gibran dinilai memang memiliki konsep pembangunan kota modern dengan tetap mengedepankan budaya sehingga sudah layak jika terpilih sebagai penerima penghargaan tersebut.

"Sebagai bagian dari stakeholder pembangunan Kota Solo, PWI Surakarta mendukung sepenuhnya nama Gibran terpilih sebagai penerima Anugerah Kebudayaan PWI. Beliau layak sebagai penerima," kata Anas.(jun)

Share:

Jumat, 17 Desember 2021

Jadi Nominator Anugerah Kebudayaan PWI, Mas Wali Gibran Presentasikan Pembangunan Kota Modern Berbasis Kebudayaan

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mempresentasikan narasi paparan Anugerah Kebudayaan PWI di hadapan dewan juri melalui zoom meeting.  

SOLOSKOY.COM, SOLO - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, masuk dalam 10 nomine penerima penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Pada Kamis (16/12/2021), dia mempresentasikan narasi paparan Anugerah Kebudayaan PWI tersebut di hadapan dewan juri melalui zoom meeting.  

Pada paparannya, wali kota yang akrab disapa Mas Wali Gibran ini menyampaikan bagaimana Kota Solo mampu menangani persoalan kesehatan dan kemanusiaan serta mewujudkan perilaku berbasis informasi dan kebudayaan dalam menghadapi pandemi Covid - 19. Ia juga memaparkan konsep pembangunan kota yang tetap mengedepankan atau berbasis kebudayaan.  

Di hadapan tim juri yakni Ninok Leksono (Wartawan Senior Kompas dan Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Nungki Kusumastuti (Dosen Institut Kesenian Jakarta, penari, bintang film), Agus Dermawan T (Penulis buku kebudayaan dan seni, pengamat seni rupa), Atal S.Depari (Ketua Umum PWI Pusat, Wartawan), dan Yusuf Susilo Hartono (Pengurus PWI Pusat, Wartawan, dan Pelukis), Gibran mempunyai kesempatan selama 10 menit untuk menyampaikan narasi proposalnya tersebut.  

Soroti Keberhasilan

Pada kesempatan tersebut, para juri menyoroti keberhasilan Wali Kota muda ini dalam menghadapi pandemi covid melalui keselarasan budaya kota setempat.  

Menariknya adalah dalam paparan tersebut diperlihatkan site plan pembangunan Taman Balekambang tahun 2022 nanti.

Site plan ini belum pernah saya perlihatkan pada pihak lain, baru pada tim dari PWI ini saya mau perlihatkan,” tutur Gibran, dalam siaran pers yang diperoleh redaksi SoloSkoy.com, Jumat (17/12/2021)..  

Salah seorang dewan juri, Yusuf Susilo, mengapresiasi paparan Gibran dalam pengembangan Kota Solo ke depan yang sarat dengan modernisasi namun tidak meninggalkan budaya dasar.  

“Tidak mudah untuk tidak meninggalkan budaya dalam proses modernisasi, namun mas Gibran mampu mewujudkan hal tersebut. Tanpa meninggalkan jati diri Solo sebagai kota budaya, tapi juga tidak lantas ketinggalan jaman bahkan lebih maju dalam pembangunannya selama 9 bulan menjabat ini,” ujar Yusuf.  

Sosialisasi Prokes

Juri selanjutnya, Nungki Kusumastuti bertanya mengenai pelaksanaan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) dalam konteks pentas budaya yang dijawab Gibran dengan cakap.  

"Banyak pentas budaya baik itu event ketoprak, pentas wayang, Solo Menari kami sisipkan sosialisasi protokol kesehatan. Yang paling baru adalah atraksi prajurit Keraton Kasunanan Surakarta yang juga kami arahkan sebagai duta protokol kesehatan,” jelas Gibran.  

Lewat sosialisasi protokol kesehatan melalui pendekatan budaya ini terbukti dengan angka covid di Solo yang stabil turun dan terkendali.  

“Usai dilantik saya langsung prioritaskan vaksinasi pada pelaku pariwisata dan budaya. Meskipun angka covid turun kami tidak berhenti testing dan tracing agar angka covid ini benar-benar terjaga, jangan sampai ada banyak OTG (orang tanpa gejala covid, Red) makanya sampai saat ini kita ketatkan prokes,” tandas Gibran.  

Yang menarik, pada kesempatan tersebut Gibran menyisispkan promosi pelaksanaan turnamen sepak bola antar wartawan dari berbagai Kota yang akan digelar di Kota Solo pada Pebruari mendatang. Bahkan dia juga mengundang secara khusus Ketua PWI Pusat, Atal S Depari untuk berkunjung ke Solo.  

“Pak Atal nanti ke Solo ya Pak, ikut turnamen sepak bola wartawan se Indonesia, saya tunggu ya pak,” ujar Gibran yang langsung disanggupi oleh Atal S Depari. 

Didukung PWI Surakarta

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta, Anas Syahirul menyambut baik masuknya Gibran sebagai nominator penerima Anugerah Kebudayaan PWI. Gibran dinilai memiliki konsep pembangunan kota modern dengan tetap mengedepankan budaya. 

"Sebagai bagian dari stakeholder pembangunan Kota Solo, PWI Surakarta mendukung sepenuhnya nama Gibran untuk diusulkan menjadi penerima Anugerah Kebudayaan PWI. Beliau juga layak sebagai penerima," kata Anas. (jun)

Share:

Senin, 13 Desember 2021

Rombongan Mega Bintang Dipimpin Mudrick Sangidu Bersilaturahmi ke Ustaz Abu Bakar Ba'asyir di Ngruki

Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, (tiga dari kanan) bersama Mudrick SM Sangidu (berbaju batik) dan rombongan Mudrick di kediaman Ba'asyir.

SOLOSKOYCOM, SUKOHARJO - Pendiri Mega Bintang, Mudrick SM Sangidu, bersama rombongan bersilaturahmi ke kediaman Ustaz Abu Bakar Ba'asyir di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jateng, Senin (13/12/2021).

Sebelumnya, Mudrick menerima kabar dari Ustaz Yusuf Suparno bahwa Ustaz Abu Bakar Ba'asyir yang merupakan pengasuh Ponpes Al Mukin itu akan bersilaturahmi ke rumah Mudrick di Kartopuran, Solo, Jateng. Tetapi Mudrick menyampaikan kepada Ustaz Yusuf Suparno bahwa Mudricklah yang akan bersilaturahmi ke kediaman Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. 

Menurut siaran pers yang dikirim Mega Bintang kepada SoloSkoy.com, Selasa (14/12/2021), dalam pertemuan tersebut Ustaz Abu Bakar Ba'asyir menyampaikan perlunya keistiqamahan dalam berjuang. 

"Bahwa perjuangan ini kalah-menang bukan tujuan, tetapi memperjuangkan kebenaran adalah kewajiban," papar Ba'asyir.

Perbuatan bagi Umat

Dia kemudian bertanya kepada Mudrick apa yang telah diperbuat oleh Mudrick bagi umat Islam. Adapun Mudrick setelah menyampaikan ucapan terima kasih atas saran yang disampaikan oleh Ba'asyir kemudian menjelaskan tentang kegiatan Mega Bintang sejak berdiri sampai sekarang. 

"Mega Bintang sejak berdirinya sampai sekarang tetap konsisten memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Di samping ada yayasan yang bergerak di bidang sosial kami juga mendirikan LBH (Lembaga Bantuan Hukum, Red) yang memberikan pendampingan wong cilik dalam memperoleh hak-haknya," ungkap Mudrick.
 
Yayasan Mega Bintang telah membangun 41 tempat  MCK (Mandi, Cuci, Kakus), dengan rincian 37 MCK di wilayah empat kecamatan di Kota Solo,  sedangkan empat MCK lainnya di Kabupaten Sukoharjo. Mega Bintang juga membangun sumber air di wilayah Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri. 

"Kami bersedia membuat MCK dengan syarat di tempat tersebut ada TPA (Taman Pendidikan Alquran, Red)-nya untuk syiar Agama," tambah Mudrick. 

Membantu Orang-orang Miskin

Sedangkan LBH Mega Bintang berfokus kepada mereka yang banyak mendapat perlakuan tidak adil dan kesewenang wenangan yaitu orang-orang miskin. 

"Di LBH Mega Bintang kami memberikan pendampingan hukum secara gratis kepada orang-orang miskin" papar Mudrick.
 
Ba'asyir menyatakan sangat mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Mudrick. "Bagus sekali kegiatannya, dan ini merupakan syiar agama," ucapnya.

Lebih lanjut Mudrick menyampaikan bahwa dirinya tidak mumpuni dalam ilmu agama, tetapi berusaha peduli terhadap umat dan agama. 

"Maaf, Ustaz, saya sangat menyadari tidak mumpuni dalam ilmu agama, tetapi saya selalu menekankan pada diri saya dan anggota Mega Bintang untuk peduli pada agama. Kami sungguh tidak terima bila agama dinistakan oleh siapapun," kata Mudrick menegaskan.

Pada akhir pembicaraan, Mudrick menyampaikan bahwa di Mega Bintang juga ada pengurus dan anggotanya yang dari non-Muslim. (jun)
Share: