Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Senin, 27 Desember 2021

Program MBKM Jadi Salah Satu Akselerasi Visi Misi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

 Seminar Nasional Dampak Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digelar LRI UMS.

SOLOSKOY.COM, SOLO Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Dampak Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Senin, 27 Desember 2021. Seminar dilaksanakan secara blended (daring dan luring) bertempat di The Sunan Hotel dan melalui Zoom Meeting

Pembicara dalam seminar nasional ini di antaranya keynote speaker yang disampaikan oleh Dr. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si., sementara invited speaker disampaikan oleh Prof. Ir Sarjito, M.T., Ph.D dan Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif M.Si, dalam sambutannya memberikan beberapa catatan terhadap pelaksanaan program MBKM di kampus UMS.

"UMS sudah diakui sebagai kampus terbaik yang melaksanakan program MBKM di wilayah Jawa Tengah, melalui award yang diberikan oleh LLDIKTI wilayah VI Jawa Tengah, dan ini merupakan implikasi terhadap kesungguhan UMS," papar Rektor UMS dalam siaran pers yang dikirim Bagian Humas UMS kepada redaksi SoloSkoy.com, Senin (27/12/2021)..

Meningkatkan Semangat

Menurutnya,  apresiasi tersebut dapat menjadikan UMS untuk terus meningkatkan semangat dalam melakukan program yang bertajuk MBKM. Selain itu program ini juga sangat mendukung akselerasi visi misi UMS, dimana pada tahun 2029 UMS menjadi World Class University.

"Dengan keunggulan ini, maka kita harus mampu berpikir out of the box, banyak hal yang harus dikreasikan dengan ide-ide baru. Kalau kita hanya fokus pada metode konservatif, maka akan lamban progresifitasnya. Apalagi menuju World Class University, maka semua elemen harus bekerja keras menggunakan metode-metode yang sesuai dengan kebutuhan masa kini," jelas Sofyan.

Jadi Salah Satu Faktor

Hal ini juga diperkuat oleh Ir. Sri Sunarjono, M.T., Ph.D selaku ketua panitia yang menyampaikan bahwa ternyata program merdeka belajar dan kampus merdeka, diam-diam menjadi salah satu faktor dalam akselerasi kemajuan UMS.

"Kampus UMS sudah memiliki berbagai kegiatan yang sejalan dengan program yang diadakan oleh MBKM," ungkap Ketua LRI UMS itu.

Dia menambahkan, kegiatan seminar nasional ini merupakan rangkaian program bantuan pendanaan penelitian MBKM, di mana UMS menjadi klaster I yang memperoleh Rp 1,8 M bantuan pendanaan.

"Namun dari hasil survei yang dilakukan oleh UMS ini terdapat 20 mahasiswa yang menyatakan dampak ini belum dirasakan, bisa jadi mahasiswa belum benar-benar memahami atau mungkin ada komunitas mahasiswa yang belum tersentuh dampaknya," paparnya. (*) 

Share:

Selasa, 21 Desember 2021

Proklim Dusun II Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo Gelar Festival Hari Ibu

Suasana Festival Hari Ibu yang digelar Proklim Dusun II Desa Purbayan.

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Proklim (Program Kampung Iklim) Dusun II Desa Purbayan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, menggelar Festival #1 dalam rangka Hari Ibu. Kegiatan pada hari Minggu (19/12/2021) tersebut bertemakan Ibu Hebat. 

Menurut Ketua Proklim, Safira Faradina, kegiatan Festival #1 mencakup 5 kegiatan, yaitu Dosen (dodolan second), lomba cipta menu pangan lokal, kantin bunga raya, pembuatan lilin dari minyak jelantah dan pembagian bibit tanaman.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Proklim Dusun II dengan Politeknik Santo Paulus Surakarta Prodi Teknologi Rekayasa Pangan untuk kegiatan lomba cipta menu pangan lokal, dan dengan Prodi Kimia Industri Politeknik Santo Paulus Surakarta untuk kegiatan pembuatan lilin dari minyak jelantah. 

Lomba cipta menu pangan lokal saat Festival Hari Ibu di Dusun II Purbayan.

Selain itu bekerjasama dengan Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk pembagian bibit tanaman. Sedangkan kegiatan dosen (dodolan second) bekerjasama dengan Bank Sampah Bunga Raya Purbayan.

Kegiatan ini diikuti oleh warga di lingkungan Dusun II Desa Purbayan.  

Sebanyak 26 menu olahan pangan lokal dari lidah buaya, gembrot, daun Kelor, singkong, bunga telang dan daun katuk tersaji menjadi olahan menu masakan keluarga. 

Menurut Laela Nur Rokhmah, S. TP., M. Sc selaku perwakilan dari Politeknik Santo Paulus Surakarta,  kegiatan cipta menu pangan lokal ini bertujuan agar masyarakat mampu  menciptakan menu yang bahan bakunya bisa diperoleh dengan menanamnya di rumah. Sehingga, berketahanan pangan dari rumah bisa tercapai.(jun)

Share:

Senin, 20 Desember 2021

Politeknik Santo Paulus Surakarta dan Bank Sampah Bunga Raya Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin

Workshop pembuatan lilin dari minyak jelantah di Dusun II, Desa Purbayan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Sabtu (19/12/2021). 

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Kegiatan workshop pembuatan lilin dari minyak jelantah diselenggarakan di Dusun II, Desa Purbayan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Sabtu (19/12/2021). Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang ibu warga setempat.

Menurut ketua tim, Henny Parida Hutapea, S. Si., M. Sc, kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Proklim (Program Kampung Iklim) Dusun II Desa Purbayan dengan Prodi Politeknik Santo Paulus Surakarta. 

"Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat bisa memanfaatkan minyak jelantah yang merupakan limbah menjadi sesuatu yang berguna," katanya kepada SoloSkoy.com seusai kegiatan berlangsung.

Kegiatan pengelolaan minyak jelantah difasilitasi oleh Bank Sampah Bunga Raya, yang merupakan unit di bawah Proklim. Nasabah bank sampah bisa menyetorkan sampah dalam berbagai benuk, salah satunya minyak jelantah.

Sampah minyak tanah dibeli oleh bank sampah untuk selanjutnya dijual kepada penjual besar. 

"Namun bila masyarakat sudah bisa membuat olahan barang dari minyak jelantah dan dikomersialkan, seperti sabun dan lilin, malah akan menjadi unit usaha bank sampah itu sendiri," ujar Nanik Purwati SH selaku manajer Sampah Bunga Raya. (jun)

Share:

Minggu, 19 Desember 2021

Mas Wali Kota Gibran dan 9 Kepala Daerah Menjadi Penerima Anugerah Kebudayaan PWI

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, alias Mas Wali Gibran (tengah), bersama dua pengurus PWI Surakarta, Anas Syahirul (kanan) dan Begog D Winarso (kiri)
SOLOSKOY.COM, SOLO - Tim juri Anugerah Kebudayaan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) menetapkan 10 bupati dan wali kota sebagai penerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI), pada Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara, 9 Pebruari 2022 mendatang.

Ketua pelaksana AK-PWI, Yusuf Susilo Hartono mengatakan, tim juri menetapkan penerima penghargaan AK-PWI pada HPN 2022 sebanyak 10 kepala daerah, dengan rincian enam bupati dan empat wali kota. Seorang di antara wali kota yang menerima penghargaan adalah Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang akrab disapa Mas Wali Gibran.

Tim Juri diketuai Agus Dermawan T, dengan anggota Ninok Leksono, Nungki Kusumastuti, Atal S. Depari, dan Yusuf Susilo Hartono (sekaligus Ketua Pelaksana AK-PWI).

Mereka yang menerima penghargaan adalah Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran (Datuak Paduko Malano), Bupati Magetan Suprawoto, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Kemudian Bupati Indramayu Nina Agustina, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Sumbawa Barat Musyafirin.

"Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Helmi Hassan, Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, La Bakri dan Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Hendra Lesmana," ucap Yusuf, dalam siaran pers, Sabtu (18/12/2021). 

Membangun Daerah

Yusuf menjelaskan 10 bupati dan wali kota yang ditetapkan pada umumnya menyadari pentingnya membangun daerah berbasis kebudayaan. Hal itu selaras dengan tantangan zaman di berbagai bidang, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan gaya kepemimpinan kepala daerah yang melayani.

Hal itu, kata Yusuf, merupakan salah satu dari beberapa catatan penting tim juri, setelah mengikuti semua proses penilaian AK-PWI. Proses dimulai dengan seleksi administrasi, penjurian berkas proposal dan video, kemudian puncaknya pada presentasi dan tanya jawab satu-persatu dari 10 nominasi. Presentasi digelar secara luring dengan prokes ketat, dan berlangsung di kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis, 16 Desember 2021.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dalam presentasinya misalnya menggunakan pendekatan tradisi gotong-royong merangkul para pemikir kebudayaan, hingga para seniman agar tetap bisa berkarya dengan memanfaatkan berbagai kanal dan teknologi informasi di masa pandemi menuju kenormalan baru.

Berbagai Festival

Gibran, kata Yusuf, juga menggelar berbagai ajang festival, baik tradisi maupun kontemporer, merenovasi Taman Balekambang dengan wajah baru, sebagai arena kreasi dan rekreasi yang lebih ramah dan mudah diakses.

Awal Desember lalu, Yusuf menyebutkan, Surakarta bersama daerah lain dinobatkan sebagai Kota Pemajuan Kebudayaan oleh Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Dalam presentasinya Gibran mengatakan, selain cara-cara formal  yang telah ditetapkan pemerintah pusat, berupa cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, Kota Solo juga menggunakan kearifan lokal dan potensi lokal untuk menghadapi pandemi covid-19. Gibran juga memaparkan rencana merenovasi Taman Balekambang dengan wajah baru, sebagai arena kreasi dan rekreasi yang lebih ramah dan mudah diakses.

Rumah Gadang

Lalu Wali Kota Padang Panjang Fadly Amram, misalnya, menjadikan rumah gadang tidak hanya rumah tinggal satu kaum, namun juga berfungsi sosial, termasuk dalam penanganan COVID-19.

Dalam hal ini, rumah gadang digunakan untuk tempat isolasi mandiri warga kaum adat yang merasa ragu dan malu menjalani isolasi di rumah sakit daerah dan lainnya. Di rumah gadang, mereka merasa di rumah sendiri, apalagi makanan diantar sanak saudara pula.

Kemudian, lanjut dia, Wali Kota Bengkulu Helmi Hassan mereaktualisasi tradisi belenguk (berkumpul berkerumun) gaya baru dengan berbagai terobosan aplikasi mutakhir, salah satunya "SLAWE" (sistem layanan administrasi warga elektronik) untuk urusan kependudukan.

Penggunaan Teknologi Informasi

Menurut Yusuf, di samping menjaga keseimbangan kesehatan dan ekonomi, para bupati dan wali kota terus berusaha mewujudkan kerja-kerja kebudayaan dan penggunaan teknologi informasi.

Bupati Magetan Suprawoto yang punya visi misi menjadikan kabupaten literasi, lanjut Yusuf, menggenjot berbagai program literasi, seperti penulisan sejarah desa, sejarah sekolah.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta, Anas Syahirul merasa bangga terpilihnya Gibran sebagai penerima Anugerah Kebudayaan PWI. Gibran dinilai memang memiliki konsep pembangunan kota modern dengan tetap mengedepankan budaya sehingga sudah layak jika terpilih sebagai penerima penghargaan tersebut.

"Sebagai bagian dari stakeholder pembangunan Kota Solo, PWI Surakarta mendukung sepenuhnya nama Gibran terpilih sebagai penerima Anugerah Kebudayaan PWI. Beliau layak sebagai penerima," kata Anas.(jun)

Share:

Jumat, 17 Desember 2021

Jadi Nominator Anugerah Kebudayaan PWI, Mas Wali Gibran Presentasikan Pembangunan Kota Modern Berbasis Kebudayaan

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mempresentasikan narasi paparan Anugerah Kebudayaan PWI di hadapan dewan juri melalui zoom meeting.  

SOLOSKOY.COM, SOLO - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, masuk dalam 10 nomine penerima penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Pada Kamis (16/12/2021), dia mempresentasikan narasi paparan Anugerah Kebudayaan PWI tersebut di hadapan dewan juri melalui zoom meeting.  

Pada paparannya, wali kota yang akrab disapa Mas Wali Gibran ini menyampaikan bagaimana Kota Solo mampu menangani persoalan kesehatan dan kemanusiaan serta mewujudkan perilaku berbasis informasi dan kebudayaan dalam menghadapi pandemi Covid - 19. Ia juga memaparkan konsep pembangunan kota yang tetap mengedepankan atau berbasis kebudayaan.  

Di hadapan tim juri yakni Ninok Leksono (Wartawan Senior Kompas dan Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Nungki Kusumastuti (Dosen Institut Kesenian Jakarta, penari, bintang film), Agus Dermawan T (Penulis buku kebudayaan dan seni, pengamat seni rupa), Atal S.Depari (Ketua Umum PWI Pusat, Wartawan), dan Yusuf Susilo Hartono (Pengurus PWI Pusat, Wartawan, dan Pelukis), Gibran mempunyai kesempatan selama 10 menit untuk menyampaikan narasi proposalnya tersebut.  

Soroti Keberhasilan

Pada kesempatan tersebut, para juri menyoroti keberhasilan Wali Kota muda ini dalam menghadapi pandemi covid melalui keselarasan budaya kota setempat.  

Menariknya adalah dalam paparan tersebut diperlihatkan site plan pembangunan Taman Balekambang tahun 2022 nanti.

Site plan ini belum pernah saya perlihatkan pada pihak lain, baru pada tim dari PWI ini saya mau perlihatkan,” tutur Gibran, dalam siaran pers yang diperoleh redaksi SoloSkoy.com, Jumat (17/12/2021)..  

Salah seorang dewan juri, Yusuf Susilo, mengapresiasi paparan Gibran dalam pengembangan Kota Solo ke depan yang sarat dengan modernisasi namun tidak meninggalkan budaya dasar.  

“Tidak mudah untuk tidak meninggalkan budaya dalam proses modernisasi, namun mas Gibran mampu mewujudkan hal tersebut. Tanpa meninggalkan jati diri Solo sebagai kota budaya, tapi juga tidak lantas ketinggalan jaman bahkan lebih maju dalam pembangunannya selama 9 bulan menjabat ini,” ujar Yusuf.  

Sosialisasi Prokes

Juri selanjutnya, Nungki Kusumastuti bertanya mengenai pelaksanaan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) dalam konteks pentas budaya yang dijawab Gibran dengan cakap.  

"Banyak pentas budaya baik itu event ketoprak, pentas wayang, Solo Menari kami sisipkan sosialisasi protokol kesehatan. Yang paling baru adalah atraksi prajurit Keraton Kasunanan Surakarta yang juga kami arahkan sebagai duta protokol kesehatan,” jelas Gibran.  

Lewat sosialisasi protokol kesehatan melalui pendekatan budaya ini terbukti dengan angka covid di Solo yang stabil turun dan terkendali.  

“Usai dilantik saya langsung prioritaskan vaksinasi pada pelaku pariwisata dan budaya. Meskipun angka covid turun kami tidak berhenti testing dan tracing agar angka covid ini benar-benar terjaga, jangan sampai ada banyak OTG (orang tanpa gejala covid, Red) makanya sampai saat ini kita ketatkan prokes,” tandas Gibran.  

Yang menarik, pada kesempatan tersebut Gibran menyisispkan promosi pelaksanaan turnamen sepak bola antar wartawan dari berbagai Kota yang akan digelar di Kota Solo pada Pebruari mendatang. Bahkan dia juga mengundang secara khusus Ketua PWI Pusat, Atal S Depari untuk berkunjung ke Solo.  

“Pak Atal nanti ke Solo ya Pak, ikut turnamen sepak bola wartawan se Indonesia, saya tunggu ya pak,” ujar Gibran yang langsung disanggupi oleh Atal S Depari. 

Didukung PWI Surakarta

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta, Anas Syahirul menyambut baik masuknya Gibran sebagai nominator penerima Anugerah Kebudayaan PWI. Gibran dinilai memiliki konsep pembangunan kota modern dengan tetap mengedepankan budaya. 

"Sebagai bagian dari stakeholder pembangunan Kota Solo, PWI Surakarta mendukung sepenuhnya nama Gibran untuk diusulkan menjadi penerima Anugerah Kebudayaan PWI. Beliau juga layak sebagai penerima," kata Anas. (jun)

Share:

Senin, 13 Desember 2021

Rombongan Mega Bintang Dipimpin Mudrick Sangidu Bersilaturahmi ke Ustaz Abu Bakar Ba'asyir di Ngruki

Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, (tiga dari kanan) bersama Mudrick SM Sangidu (berbaju batik) dan rombongan Mudrick di kediaman Ba'asyir.

SOLOSKOYCOM, SUKOHARJO - Pendiri Mega Bintang, Mudrick SM Sangidu, bersama rombongan bersilaturahmi ke kediaman Ustaz Abu Bakar Ba'asyir di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jateng, Senin (13/12/2021).

Sebelumnya, Mudrick menerima kabar dari Ustaz Yusuf Suparno bahwa Ustaz Abu Bakar Ba'asyir yang merupakan pengasuh Ponpes Al Mukin itu akan bersilaturahmi ke rumah Mudrick di Kartopuran, Solo, Jateng. Tetapi Mudrick menyampaikan kepada Ustaz Yusuf Suparno bahwa Mudricklah yang akan bersilaturahmi ke kediaman Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. 

Menurut siaran pers yang dikirim Mega Bintang kepada SoloSkoy.com, Selasa (14/12/2021), dalam pertemuan tersebut Ustaz Abu Bakar Ba'asyir menyampaikan perlunya keistiqamahan dalam berjuang. 

"Bahwa perjuangan ini kalah-menang bukan tujuan, tetapi memperjuangkan kebenaran adalah kewajiban," papar Ba'asyir.

Perbuatan bagi Umat

Dia kemudian bertanya kepada Mudrick apa yang telah diperbuat oleh Mudrick bagi umat Islam. Adapun Mudrick setelah menyampaikan ucapan terima kasih atas saran yang disampaikan oleh Ba'asyir kemudian menjelaskan tentang kegiatan Mega Bintang sejak berdiri sampai sekarang. 

"Mega Bintang sejak berdirinya sampai sekarang tetap konsisten memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Di samping ada yayasan yang bergerak di bidang sosial kami juga mendirikan LBH (Lembaga Bantuan Hukum, Red) yang memberikan pendampingan wong cilik dalam memperoleh hak-haknya," ungkap Mudrick.
 
Yayasan Mega Bintang telah membangun 41 tempat  MCK (Mandi, Cuci, Kakus), dengan rincian 37 MCK di wilayah empat kecamatan di Kota Solo,  sedangkan empat MCK lainnya di Kabupaten Sukoharjo. Mega Bintang juga membangun sumber air di wilayah Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri. 

"Kami bersedia membuat MCK dengan syarat di tempat tersebut ada TPA (Taman Pendidikan Alquran, Red)-nya untuk syiar Agama," tambah Mudrick. 

Membantu Orang-orang Miskin

Sedangkan LBH Mega Bintang berfokus kepada mereka yang banyak mendapat perlakuan tidak adil dan kesewenang wenangan yaitu orang-orang miskin. 

"Di LBH Mega Bintang kami memberikan pendampingan hukum secara gratis kepada orang-orang miskin" papar Mudrick.
 
Ba'asyir menyatakan sangat mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Mudrick. "Bagus sekali kegiatannya, dan ini merupakan syiar agama," ucapnya.

Lebih lanjut Mudrick menyampaikan bahwa dirinya tidak mumpuni dalam ilmu agama, tetapi berusaha peduli terhadap umat dan agama. 

"Maaf, Ustaz, saya sangat menyadari tidak mumpuni dalam ilmu agama, tetapi saya selalu menekankan pada diri saya dan anggota Mega Bintang untuk peduli pada agama. Kami sungguh tidak terima bila agama dinistakan oleh siapapun," kata Mudrick menegaskan.

Pada akhir pembicaraan, Mudrick menyampaikan bahwa di Mega Bintang juga ada pengurus dan anggotanya yang dari non-Muslim. (jun)
Share:

Kamis, 09 Desember 2021

Tim Taekwondo UMS Sukses Boyong 5 Medali Emas dan 4 Perunggu dari Nations Heroes Day Championship 2021

Inilah Tim Taekwondo UMS yang sukses memboyong 5 emas dan 4 perunggu dari Nations Heroes Day Championship 2021.

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Tim Taekwondo UMS sukses memboyong 5 emas dan 4 perunggu dari kejuaraan Nations Heroes Day Championship 2021. Kamis (09/12/2021) hari ini, tim itu diterima Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif  di ruang Sidang PBH Lantai 6 Gedung Siti Walidah UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. ‘

’Saya bangga dengan prestasi adik adik dari UKM Taekwondo, semoga menjadi pemicu bagi yang lain,’’ papar Sofyan Anif dalam siaran pers yang dikirim Bagian Humas UMS kepada redaksi SoloSkoy.com, Kamis (09/12/2021). 

Menurutnya, di masa pendemi, bukan halangan bagi civitas akademika UMS untuk terus berprestasi. Rektor secara khusus memberikan semangat dan ucapan selamat kepada para juara.

 Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif (tengah) saat menerima tim taekwondo UMS.

Lebih Bersemangat

Selain itu dia juga berharap kepada tim taekwondo untuk ke depannya lebih berprestasi dan bersemangat lagi di era pandemi. ‘’Jadi membangun mahasiswa berkarakter tidak harus di dalam sebuah kelas,’’ kata Rektor UMS.

Saat bertemu pucuk pimpinan perguruan tinggi peraih prestasi Terbaik Dunia (Uni Rank) untuk kategori perguruan tinggi Islam ini, Tim Taekwondo ditemani Wakil Rektor III, Ihwan Susula, SE.,Msi., Ph.D dan Kabiro Kemahasiswaan Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T. 

Adapun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UMS mengirimkan 18 atletnya untuk mengikuti kejuaraan nasional taekwondo yang digelar Pengrov Taekwondo Sulawesi Tengah pada tanggal 8-10 November 2021. Hasilnya, mereka memboyong 5 medali emas dan 4 perunggu. ‘

’Tim sudah lama kami jadwalkan dengan bertemu Pak Rektor, namun baru bisa bertemu. Maklum suasana masih pandemi,’’ papar Kabiro Kemahasiswaan Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T, Kamis (09/12/2021).

Sangat Bangga

Peraih emas Sylviana Mega Yuriyanti dari program studi Psikologi dan Adhiasa Mahendra Wijaya dari program studi Manajemen mengungkapkan rasa bangganya terhadap kejuaraan yang diperoleh tim mereka. ‘’Tentu kami sangat bangga bisa memperoleh juara 1,’’ kata Sylviana. 

Menurutnya, kejuaraan ini tergolong unik, mulai dari persiapan dan latihan mereka lakukan via online. Kondisi ini tentu bisa dimaklumi, mengingat dipertandingkan dilakukan secara online, sebagaimana ketentuan perlombaan di masa pandemi.  

"Latihannya lewat online,  kita juga belum pernah merasakan kejuaraan via oline. Semoga taekwondo UMS bisa meningkatkan kualitasnya," ujar Sylviana.

Terjunkan 18 Atlet

Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T. selaku Kabiro Kemahasiswaan UMS juga sangat bangga terhadap prestasi dan semangat tim taekwondo untuk meraih kejuaraan

"Selamat atas prestasi untuk koordinator tim taekwondo yang menerjunkan 18 altetnya, dan berhasil memboyong 5 emas serta 8 perunggu tingkat nasional yang diadakan di Sulawesi," katanya. 

"Harapannya ke depan prestasi ini akan terus meningkat sehingga dapat berprestasi di level internasional. Saling mendukung dan membantu untuk membangun UKM, lebih maju lagi. ‘’UKM juga harus menunjukkan jati dirinya. Untuk membangun UMS secara holistik,’’ ujarnya. (jun)

Share:

Selasa, 07 Desember 2021

Bantu Kaum Disabilitas, Tim PHP2D UMS Raih Juara Favorit pada "Abdidaya 2021"

Pelatihan servis motor modifikasi dan kursi roda bagi disabilitas di Desa Mlese, Klaten, oleh Tim PHP2D UMS.

SOLOSKOY.COM, KLATEN - Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan pelatihan servis motor modifikasi dan kursi roda bagi disabilitas di Desa Mlese, Kabupaten Klaten. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan kontribusi masyarakat. 

Program ini dibuat oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan memberikan dana hibah untuk kegiatan. Tim PHP2D harus mengajukan proposal kegiatan yang akan dilaksanakan dan setelah itu akan didanai.

Ketua Tim, Sepfiana Dari Ningsih  mengungkapkan,  kegiatan tersebut memberikan peluang bagi mahasiswa untuk terjun ke masyarakat dengan program holistik dari pengembangan dan pemberdayaan desa. Untuk anggota tim terdiri atas 15 mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi, Pendidikan Akutansi, dan Pendidikan PPKN.

Juara Favorit Kategori Mitra

Tim yang dibimbing oleh Siti Azizah Susilawati S.Si.,M.P. INI meraih juara favorit kategori mitra, pada ajang pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa "Abdidaya 2021" yang diadakan oleh belmawa Kemdikbud pada tanggal 1 Oktober-6 Desember 2021.

"Ini suatu prestasi yang sangat ditunggu-tunggu karena abdidaya ini adalah puncak perdana PHP2D. KalAU pimnas dan lain-lain itu sudah lama. Alhamdulillah dari 9 tim UMS, 1 tim  mendapatkan juara favorit. Itu suatu kebanggan buat kami," ungkap Ir. Muhammad Al Fatih., ST. MT selaku Kabag Penalaran Kreativitas dan Softskill, dalam siaran pers yang dikirim bagian Humas UMS kepada redaksi SoloSkoy.com, Selasa (07/12/2021). . 

Berkolaborasi dengan Disabilitas

Dengan adanya pengabdian tersebut, lanjut dia, mahasiswa diharapkan bisa menerapkan dan mengamalkan pelajaran serta pengalaman dalam berkolaborasi dengan teman-teman disabilitas dan menjadi pelecut ke depannya, agar  mendorong pada tahun berikutnya supaya  lebih berprestasi lagi di Abdidaya.

Banyak hal yang dapat diteladani dari pengalaman hidup sehari-hari, bagaimana mereka membangun ketangguhan dengan segala keterbatasan. (*)

Share:

Rabu, 01 Desember 2021

Launching PMB 2022/2023, UMS Hadirkan Sistem Terbaru Berupa Computer Base Test (CBT)

Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.S (dua dari kanan), saat launching PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) UMS. FOTO : HUMAS UMS

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan launching PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) dengan mengundang siswa SMA sekaligus guru-guru SMA dari berbagai wilayah dengan menggunakan sistem blended di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah Lt7 dan Zoom Meeting pada Selasa (01/12/21).

UMS sempat melakukan soft launching sebelum melauncing PMB resmi, selama tiga hari. 

Hasilnya, sebagaimana dituturkan Ketua PMB Dr. Triyono, M.Si., "Dalam soft launching selama tiga hari jumlah yang mendaftar  mencapai 474 calon mahasiswa dan 161 mahasiswa memilih fakultas kedokteran," ujarnya, dalam siaran yang dikirim Bagian Humas UMS ke redaksi SoloSkoy.com

Untuk launching PMB ini UMS juga berikan penghargaan kepada dua mahasiswa pendaftar pertama yaitu Ghina Raudhatul Jannah sebagai mahasiswa Fakultas Hukum, dan Putri Kinasih Sulistiani sebagai Mahasiswa Fakultas Farmasi.

Merasa Bangga

Saat acara sapa salam bersama rektor UMS,Prof. Dr. Sofyan Anif, M.S , Ghina menyampaikan rasa bangga karena telah menjadi mahasiswa pertama yang diterima di UMS, selain itu dia mengungkapkan keinginannya berkaitan sistem pembelajaran," Maunya luring sih pak," ungkap mahasiswa asal Kalimantan Tengah itu.

Selain itu UMS juga menghadiahkan kepada 10 Sekolah yang telah mengirimkan banyak siswanya untuk berkuliah di UMS.

Berbeda dengan PMB tahun 2021, kali ini UMS menurut Triyono akan menggunakan sistem reservasi untuk pelaksanaan ujian CBT (Computer Base Test) sehingga calon mahasiswa bisa menentukan sendiri kapan akan Test CBT dan komputer nomor berapa yang akan digunakan.

Tampil Beda

Terobosan ini sebagai wujud UMS tampil berbeda dengan Perguruan Tinggi lain sebagaimana disampaikan Rektor UMS dalam wawancara terpisah. 

Menurut Rektor sistem One Day Service UMS sangat unggul, sehingga mendapatkan calon mahasiswa potensial. Hasilnya  dari tahun ke tahun UMS selalu berprestasi. 

"Hasil 10 tahun ODS, hasilnya luar biasa, tidak hanya meraih kemudahan tapi menghasilkan lulusan yang berkualitas," ujar Sofyan. (*)

Share:

Temui Agen Perjalanan Wisata di Jatim, Kepala Dinas Pariwisata Solo Tegaskan Solo Aman Dikunjungi Wisatawan dan Siap Jadi Wellness City

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Aryo Widyandoko, saat gathering bersama para pengelola agen perjalanan wisata Jatim. FOTO : DOK  BPPD SOLO

SOLOSKOY.COM, SURABAYA - Isu kesehatan menjadi topik yang banyak diperbincangkan, termasuk untuk urusan berwisata. Terlebih dalam kondisi pandemi seperti sekarang.

Wisata kebugaran atau wellness tourism kini menjadi tren wisata baru yang diminati masyarakat di era pandemi Covid-19, dan diprediksikan akan terus berlangsung pascapandemi.

Untuk itu Kota Solo sudah menyiapkan dan menyambut sektor pariwisata kebugaran dan kesehatan. Kota Solo terus berbenah untuk menjadikan kota ini sebagai ikon Wellness Tourism di Tanah Air.

Demikian diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Aryo Widyandoko, di hadapan pengelola agen perjalanan wisata Jawa Timur (Jatim). Acara tatap muka dengan agen perjalanan wisata Jatim itu berlangsung di Hotel Alana, Surabaya, Selasa (30/11/2021).

“Selain infrastruktur yang mendukung wellness tourism, stake holder pariwisata di Kota Solo juga telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung tren wisata baru di di era pandemi tersebut. Mulai dari vaksinasi, program CHSE dan lainnya,” katanya, dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi SoloSkoy.com.   

Selain bertemu dengan travel agent di Jawa Timur, rombongan BPPD juga melakukan kunjungan media ke kantor redaksi Tribunjatim.com dan Surya. Mereka ditemui Pemred Tribunjatim.com, Tri Mulyono, dan jajaran pimpinan lainnya.

 BPPD Surakarta di kantor redaksi Tribunjatim.com dan Surya,ditemui Pemred Tribunjatim.com, Tri Mulyono (kanan).

Sudah Tersedia

Ditambahkannya, wisata bugar menyangkut kebugaran fisik, kebugaran mental dan kebugaran jiwa. Sejumlah fasilitas untuk mendukung hal itu sudah tersedia di Kota Solo, dan sebagian dalam proses pembangunan.

Wellness Tourism juga tak bisa terpisahkan dengan Sport Tourism. Kota Solo pun sudah punya fasilitas pendukung olahraga yang mumpuni dan sebagian dalam proses penyelesaian dan perencanaan untuk dibangun,” katanya.

Selain Aryo, juga disertai pengurus BPPD (Badan Pormosi Pariwisata Daerah) Kota Solo. Dalam kesempatan itu juga berlangsung diskusi dan tanya jawab antara agen perjalanan dengan BPPD Solo seputar pariwista di Kota Solo dan sekitarnya.

Retno Wulandari, Ketua BPPD Kota Solo, menambahkan, di Solo juga ada fasilitas kebugaran dan kesehatan yang mumpuni.

“Ada Stadion Manahan dengan fasilitas sesuai standar FIFA serta lima stadion mini lainnya yang rumputnya juga berstandar FIFA. Ada velodrome balap sepeda, ada GOR basket dan bulutangkis kelas nasional, ada Edutorium indoor berdaya tampung 10.000 orang, arena untuk berenang, bowling hingga berkuda dan panahan banyak bertebaran di kota ini. Serta masih banyak lagi fasilitas olahraga di kota Ini,” tambahnya.

Budaya dan Tradisi

Dikatakannya, untuk mendukung kebugaran mental dan spiritual banyak lokasi yang bisa dituju mulai Masjid Agung, Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, dan sejumlah titik lainnya yang selama ini banyak menyajikan kegiatan-kegiatan kebudayaan dan tradisi.

Di Kota Solo juga banyak berlangsung kegiatan haul (peringatan kematian) dari sejumlah tokoh yang selalu dihadiri ribuan orang dari berbagai tempat. Hal itu yang tidak dimiliki oleh kota lain.

Ada pula banyak program untuk wellness tourism di kota ini. Mulai dari tarian jawa, event pertunjukan budaya yang rutin dan konsisten digelar seperti festival keroncong, festival tari, SIPA dan lainnya.

“Tak hanya tarian Jawa, event pertunjukan dan kuliner khas, Kota Solo juga menyuguhkan wisata kebugaran (wellness tourism) yang beragam dan bernuansa lokal,” ujarnya.

Anggota BPPD lainnya, Anas Syahirul menambahkan, alternatif wisata kebugaran seperti spa tradisional, meditasi jawa dan lainnya juga tersedia. Kota Solo juga didukung dengan gudangnya kuliner sehat/kebugaran, mulai dari wedang rempah, jamu jawa, herbal, soto rempah hingga menu-menu tradisional yang kaya dengan bahan sehat seperti pecel, gudangan, trancam, dan lainnya. Soal memanjakan lidah dengan menu sehat, semua ada di Kota Solo.

“Semakin lengkap lagi, untuk mendukung terciptanya Wellness Tourism, stake holder pariwisata di kota ini juga sudah menerapkan pranata pariwisata berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability). Hotel, restoran dan lokasi iwisata di Solo telah menjalankan program CHSE tersebut,” ungkap Retno Wulandari.

Punya Komitmen Kuat

Aryo mengatakan, Pemerintah Kota Solo juga punya komitmen kuat dengan menjalankan program vaskinasi bagi seluruh warga Solo maupun penggerak wisata yang ada di kota ini. Semua yang terlibat dalam bisnis pariwisata dan UMKM sudah menjalani vaksinasi secara lengkap, dua kali vaksin. Program vaksinasi di Kota Solo juga menjadi yang tertinggi di Indonesia, melebihi target yakni 115 persen. Dan saat ini sudah menyasar vaksinasi pelajar.

Pondasi wellness tourism yang dibangun tersebut membuahkan hasil dengan telah dikukuhkannya Kota Solo sebagai salah satu kota percontohan Wellness City dan Wellness Tourism atau Kota Kebugaran dan Wisata Kebugaran di Indonesia. Pengukuhan dilakukan oleh Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada pertengahan Nopember 2021 kemarin. 

Solo punya brand pariwisata baru yakni “Solo Wellness City, The City of Java Wellness”. Solo akan menjadi pilot project. Selain Solo, ada kota lain yang dikukuhkan menjadi proyek percontohan wellness city di Indonesia yakni Yogyakarta dan Bali.

Berwisata  ke Solo dimudahkan dengan akses transportasi yang sangat mudah. Solo dapat dijangkau dengan mudah dengan  penerbangan, jalur kereta api hingga akses darat yang sangat gampang karena akses jalan tol melintasi kawasan ini. Ada bandara, stasiun besar dan terminal bus termegah di Indonesia.

Soal dukungan akomodasi penginapan, jangan ditanya lagi. Karena Solo memiliki kamar hotel berjumlah 5.227 kamar. Terdiri atas hotel berbintang yang berjumlah 56 hotel dan 85 hotel non-bintang. Belum lagi homestay dan sejenisnya. (*)

Share: