Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Sabtu, 10 September 2022

Komunitas Gowes Dol Bar Hadir di Solo

Logo Komunitas  Gowes Dol Bar (Dolan Bareng). 
SOLOSKOY.COM, SOLO - Komunitas  bersepeda di Solo semakin banyak. Setelah ada Gobang Seli (Gowes Bareng Sepeda Lipat), Paijo (Paguyuban Jogo Rogo) dan KPK (Komunitas Pit Kebo), kini muncul Komunitas  Gowes Dol Bar (Dolan Bareng) yang anggotanya sebagian para purna tugas dari RRI Surakarta.

Menurut Koordinator Gowes Dol Bar, Bambang Sugeng, semangat teman-temannya untuk berolah raga bersepeda cukup tinggi namun belum terwadahi dan terorganisir dengan baik, sehingga terkesan jalan sendiri-sendiri. Karena itulah sekarang diwadahi dalam sebuah komunitas. 

Peserta gowes Dol Bar berfoto bersama di Padang Golf Bandara Adi Sumarmo, Sabtu (10/09/2022) pagi.
BACA JUGA :  15 Anggota Touring Club RRI Surakarta Tur ke Girpasang Kemalang Klaten

Menurut Bambang Sugeng nantinya kegiatan para penggemar olahraga bersepeda dari kalangan karyawan dan purna tugas RRI Surakarta akan diadakan secara berkala dengan tujuan supaya jalinan komunikasi dan silaturahmi tetap terjalin dengan baik.

Sedangkan menurut rekan Bambang, Agus Sukarelawan, kegiatan olahraga bersepeda di bawah payung Dol Bar akan diprogram dengan pola yang menarik. Misalnya, yang punya hobi bersepeda dan yang tidak punya hobi naik sepeda bisa bertemu di suatu tempat untuk makan bersama.

BACA JUGA : Mantan Kasi Siaran RRI Surakarta Onny Sulistiono : Pensiunan Harus Bahagia

Contohnya  seperti hari Sabtu (10/09/2022) pagi kemarin, peserta gowes Dol Bar menuju ke Padang Golf Bandara Adi Sumarmo, kemudian dilanjutkan makan bersama dengan kawan-kawan mereka yang tidak hobi gowes, di sebuah warung soto di Jalan Adi Sucipto .

Anggota Komunitas Gowes Dol Bar yang hobi gowes makan bersama dengan kawan-kawan mereka yang tidak hobi gowes, di sebuah warung soto di Jalan Adi Sucipto.
Menurut Agus Sukarelawan, nilai kebersamaan harus dibangun melalui berbagai cara. Sedangkan mengenai program Dol Bar yang sudah berjalan, Agus menyebut, berupa Wisata Koesplusan dan touring. (ar)
Share:

Senin, 22 Agustus 2022

Menyesuaikan HUT Kemerdekaan RI, Komunitas JJP Setupon pun Bernuansa Merah-Putih

Para peserta JJP Setupon melakukan acara seremonial menghormati bendera Merah-Putih di kawasan Solo Baru, Sabtu (20/08/2022) pagi.

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Jalan jalan pagi Setupon atau JJP Setupon terkini, Sabtu (20/08/2022) lalu, sangat berbeda dari acara jalan-jalan pagi Setupon sebelumnya.  

Sabtu lalu mayoritas peserta menggunakan kostum merah yang disesuaikan dengan nuansa HUT ke-77 Kemerdekaan RI.  

Selain berolah raga jalan-jalan pagi, ada pula seremonial menghormati bendera Merah-Putih sehingga suasana pada Sabtu lalu benar-benar terasa seperti saat masih bersekolah dan mengikuti upacara yang dilaksanakan tiap hari Senin. 

Sebagaimana pernah diberitakan, Komunitas Jalan Jalan Pagi atau JJP Setupon merupakan komunitas yang menyelenggarakan kegiatan jalan pagi secara rutin tiap hari Sabtu Pon atau 35 hari sekali. Para anggota komunitas ini adalah alumni SMA Yosef Solo

Kawasan Solo Baru

Adapun lokasi yang dipilih untuk acara JJP terbaru Sabtu lalu adalah  kawasan Solo Baru di Kabupaten Sukoharjo, Jateng. Hal itu, menurut Koordinator JJP Setupon, Haryanto, dimaksudkan sebagai sebuah variasi agar tidak jenuh dengan lokasi yang hanya di satu tempat saja.

Para peserta JJP Setupon di kawasan Solo Baru, Sabtu (20/08/2022) pagi.

Haryanto menambahkan, acara JJP sebelumnya pernah dilaksanakan antara lain di wilayah  Boyolali, Karanganyar, kemudian Solo (Taman Balekambang dan Stadion Manahan).

Para peserta JJP Setupon makan bersama, Sabtu (20/08/2022) pagi.

Sedangkan menurut Yanti Samidi, acara JJP Setupon yang dilaksanakan setiap 35 hari (selapan) sekali ini selain ada unsur olah raga juga ada unsur menjalin tali silaturahmi dan komunikasi, antara lain melalui acara makan bersama. Sehingga, para peserta ketika sudah berbaur bisa bercanda layaknya pada masa sekolah 41 tahun silam. (ar)

Share:

Minggu, 17 Juli 2022

JJP Setupon Bertema Cinta Tanah Air Dilaksanakan di Taman Sunan Jogo Kali Kota Solo

Komunitas Jalan Jalan Pagi (JJP) Setupon berfoto bersama di Taman Sunan Jogo Kali, Solo, Sabtu (16/07/2022).
SOLOSKOY.COM, SOLO Komunitas Jalan Jalan Pagi atau JJP Setupon merupakan komunitas yang menyelenggarakan kegiatan jalan pagi secara rutin tiap hari Sabtu Pon atau 35 hari sekali. Para anggota komunitas ini adalah alumni SMA Yosef Solo. 

Adapun acara JJP Setupon terbaru, yang bertema Cinta Tanah Air, dilaksanakan di Taman Sunan Jogo Kali di Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Sabtu (16/07/2022). 

Menurut  koordinator JJP Setupon, Anik Trimaharni, komunitasnya kali ini memiih lokasi kegiatan di Taman Sunan Jogo Kali karena merupakan destinasi wisata  di Solo bagian timur yang lokasinya cukup menarik.

Karena, selain berada di tepi Sungai Bengawan Solo, lokasinya sudah disulap menjadi kawasan wisata yang menarik, indah dan rindang. Bahkan juga dilengkapi dengan meja kursi serta gazebo.

"Sehingga sangat tepat sebagai salah satu alternatif untuk dijadikan  lokasi jalan-jalan pagi sambil menghirup udara segar karena selain di tepi Bengawan Solo juga banyak pepohonan yang sangat rindang," katanya. 

Menurut Anik Trimaharni, Komunitas Jalan Jalan Pagi Setupon  merupakan sarana untuk menggalang kebersamaan pertemanan dari para anggotanya yang semuanya tergolong lansia.

Komunitas Jalan Jalan Pagi (JJP) Setupon berfoto bersama di Taman Sunan Jogo Kali, Solo, Sabtu (16/07/2022).

Selain itu,  peserta JJP Setupon bukan hanya satu angkatan tapi dari beberapa angkatan yang berbaur akrab, dan acaranya  pun dikemas sangat  rileks dan santai. 

Setelah JJP,  dilanjutkan acara makan bersama sehingga dalam suasana makan ini peserta bisa ngobrol secara santai mengenang masa lalu saat masih di bangku sekolah.  

Komunitas Jalan Jalan Pagi (JJP) Setupon berfoto bersama mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudiatmo (tengah), Sabtu (16/07/2022).

Acara Jalan jalan Pagi di Taman Sunan Jogo Kali ini juga dimanfaatkan oleh para peserta untuk bersilaturahmi ke rumah mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudiatmo alias Pak Rudi, yang letaknya satu kompleks dengan Taman Sunan Jogo Kali. (ar) 

Share:

Sabtu, 02 Juli 2022

Anas Syahirul dan Andjar Hari Wartono Nahkodai PWI Surakarta Periode 2022-2027

Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, membuka Konferensi PWI Surakarta di rumah dinasnya, Sabtu (02/07/2022) pagi. 

SOLOSKOY.COM, SOLO - Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, berjanji akan  membantu PWI Cabang Surakarta bila kelak akan mengadakan Uji Kompetensi Wartawan atau UKW. 

Hal tersebut disampaikan Teguh ketika memberi sambutan pada acara pembukaan Konferensi PWI Surakarta yang berlangsung di pendopo rumah dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Sabtu (02/07/2022) pagi hingga siang.

Menurut Teguh, Uji Kompetensi Wartawan perlu didukung karena apabila PWI Surakarta memiliki banyak anggota yang telah mengikuti UKW mereka juga merupakan aset Pemerintah Kota Surakarta dalam memberikan kontribusi positif dalam pemberitaan. 

Para pengurus dan anggota PWI Surakarta berfoto bersama Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, sebelum acara pemilihan Ketua PWI Surakarta.

Adapun dalam Konferensi PWI Surakarta yang berjalan sangat lancar itu Anas Syahirul terpilih kembali sebagai ketua, sedangkan Andjar Hari Wartono terpilih sebagai ketua Dewan Kehormatan. 

Setelah konferensi, diharapkan dalam waktu dekat akan dapat disusun kelengkapan kepengurusan PWI Surakarta periode 2022 - 2027.  (ar)

Share:

Senin, 13 Juni 2022

Jalan-jalan Pagi Setupon Alumni Yosef Solo Dimeriahkan Jalan-jalan Naik Bus Kota

Para anggota Komunitas JJP Alumni Yosef Solo berkeliling Kota Solo naik bus kota.
SOLOSKOY.COM, SOLO -  Kegiatan jalan-jalan pagi oleh Komunitas JJP (Jalan Jalan Pagi Setupon) Alumni SMA Yosef Solo yang berlangsung Sabtu (11/06/2022) lalu tergolong sangat unik. Sebab, kegiatannya bukan hanya berjalan- jalan pagi saja tetapi juga dilanjutkan dengan jalan-jalan naik bus kota keliling Kota Solo. 

Penanggung jawab acara Jalan Jalan Pagi Setupon, Murni Ningsih, berinisiatif agar para peserta ikut berkeliling kota menikmati bus kota fasilitas Pemerintah Kota Surakarta sebagai transpotasi massal yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang wisata dan olah raga.  

Karena itulah beberapa peserta, setelah pertemuan di sebuah warung di daerah Jajar, menuju ke Mal Solo Square kemudian naik bus kota dari shelter yang ada di kawasan Solo Suare.

Para anggota Komunitas JJP Alumni Yosef Solo berkeliling Kota Solo naik bus kota.

Suasana akrab sangat terasa karena semuanya selain bisa menikmati fasilitas transpotasi secara gratis juga bisa bercanda tawa ria mengenang kala masih bersekolah di SMA  Santo Yosef sekitar 41 tahun silam.

Dalam kegiatan Jalan Jalan Pagi Setupon tersebut juga hadir alumnus dari Yogyakarta, Gunawan, yang merupakan tenaga pengajar alias dosen Fakultas Pertambangan UPN Yogyakarta. 

Para anggota Komunitas JJP Alumni Yosef Solo saat berkumpul di sebuah warung di Jajar, Solo.

Di sela-sela acara, Koordinator JJP Setupon, Murni Ningsih, menyebutkan bahwa kegiatan yang sudah digelar hingga tujuh kali ini dikemas semakin menarik agar acaranya tidak menjenuhkan dan terkesan hanya begitu-begitu saja terus.

"Bahkan agenda Jalan Jalan Pagi Setupon untuk bulan Juli saat ini sudah dibahas, di antaranya akan naik kereta ke Wonogiri, naik KRL ke Yogya, ke kebun teh Kemuning atau ke objek wisata Kali Pepe Land,  menunggu nanti  ada satu yang disepakati bersama," katanya. (ar)


Share:

Minggu, 22 Mei 2022

Halalbihalal Komunitas Dolan Bareng Berlangsung Sangat Semarak

Komunitas Dolan Bareng berfoto bersama saat halalbihalal di salah satu resto di Janti, Delanggu, Klaten, Sabtu (21/05/2022).

SOLOSKOY.COM, KLATEN - Halalbihalal Komunitas Dolan Bareng yang digelar hari Sabtu (21/05/2022)  di salah satu resto di Janti, Delanggu, Kabupaten Klaten, Jateng, berlangsung sangat semarak.

Acara halalbihalal tersebut diikuti selain para pensiunan RRI Surakarta juga banyak karyawan yang masih aktif berdinas di RRI Surakarta. 

Kegiatan sengaja dilaksanakan di luar kota, di daerah yang terkenal dengan wisata airnya, agar ada suasana segar di antara para peserta. 

Bahkan ruang yang dipilih pun  ruangan karaoke sehingga semua yang hadir bisa rileks, santai, sambil bernyanyi bersama.

Oni Sulistiono selaku sesepuh di acara tersebut menyampaikan bahwa Komunitas Dolan Bareng bukan kelompok pensiunan karena banyak anggotanya yang masih aktif berdinas di RRI Surakarta. 

Menurut Oni Sulistiono, Komunitas Dolan Bareng mempunyai kegiatan rutin seperti wisata bersama, touring, dan wedangan. 

"Dan anehnya di Komunitas Dolan Bareng tidak ada ketua, sekretaris dan bendahara karena bukan organisasi sosial," ujarnya. 

Bahkan untuk melaksanakan kegiatan dilakukan dengan saweran sehingga tidak membebani anggota-anggotanya. 

Komunitas ini pada bulan Puasa  juga mengadakan acara berbuka puasa bersama, sedangkan saat awal pandemi Covid-19 mengadakan bakti sosial memberikan beras dan sembako ke beberapa panti asuhan yatim piatu dan panti jompo. (ar)

Share:

Senin, 02 Mei 2022

Benk Mintosih Mengejar Sangu Akhirat Melalui Makamhaji Mengaji Arochman

Benk Mintosih, tokoh perhotelan yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan.

SOLOSKOY.COM, SOLO - Mencari nafkah dalam kehidupan sosial itu wajib, namun membangun akhlak mendekatkan diri pada Allah itu harus dilaksanakan. Tujuannya agar ada keseimbangan hidup sehingga hidup kita tidak semata mata mengejar karier dan harta, namun juga harus mengejar 'sangu akhirat'.

Demikian dijelaskan Mintosih Bambang, atau yang akrab disapa Benk Mintosih, yang namanya tidak asing lagi bagi warga Solo karena aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan maupun keagamaan.

Latar belakang Benk adalah dunia pariwisata, khususnya perhotelan. Dia pernah menjadi General Manajer (GM) hotel-hotel terkemuka di Kota Solo hingga Semarang.

Benk Mintosih, yang juga merupakan eks pegawai kapal pesiar bersama kawan-kawannya seperti Arief Nuryana dan Arief Widiyono yang akrab disapa Ayik, Rachmadi , Dwi Karyanto, dan lain-lain  sepakat mendirikan sebuah wadah bernama Makamhaji Mengaji Arochman.

Kegiatan awal mulanya dilaksanakan di rumah salah satu deklarator, Arief Nuryana, di kawasan Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jateng. Namun berhubung animo peserta tinggi maka akhirnya tempat mengaji dipindah ke eks sekolah dasar (SD) di selatan Tugu Lilin Pajang.

Menurut Benk Mintosih, metode yang diterapkan di Makamhaji Mengaji Arochman menggunakan metode Sakifa agar para peserta mudah mempelajarinya. 

Hal itu sangat disadari karena latar belakang dari peserta Makamhaji Mengaji Arochman mayoritas sudah lansia bahkan banyak yang memasuki masa pensiun .Sehingga setiap kali pertemuan Selasa dan Kamis suasanya cukup akrab karena banyak di antara mereka yang sudah mengenal ketika masih dinas.

Makamhaji Mengaji Sempat Berduka

Pada masa pandemi Covid -9 sekarang Makamhaji Mengaji Arochman  menghadapi ujian  sangat berat karena juga terdampak pandemi, seperti keharusan libur beberapa bulan sehingga tidak ada kegiatan mengaji secara tatap muka. 

Selain itu pada masa pandemi ada empat orang yang meninggal dunia yaitu Agustaf Sri Waryanto, Nindyo, dan Didik, yang ketiganya merupakan pensiunan pegawai Pemkot Surakarta, serta Agung. Semoga mereka yang meninggal husnul khatimah.

Adapun Makamhaji Mengaji Arochman setelah dua tahun bertempat di selatan Tugu Lilin Pajang, pada awal tahun 2022 pindah ke rumah Arief Nuryana yang terletak di sebelah barat Underpass Makamhaji.

Menurut Arief Nuryana, Makamhaji Mengaji Arochman hingga saat ini sudah ada enam angkatan, dan awal  bulan Juni mendatang akan dibuka penerimaan angkatan ke tujuh .

Arief Nuryana menjelaskan pihaknya sangat memaklumi bila yang hadir saat mengaji  tidak maksimal karena peserta sebagian besar lansia dan domisilinya berjauhan, terlebih waktunya dimulai pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Namun demikian baik Benk Mintosih maupun Arief Nurachman sangat menyadari karena selain masih pandemi juga musim hujan.

Adapun dari beberapa peserta Makamhaji Mengaji Arochman, ada dari kalangan  wartawan seperti Andjar HW, Budi Santosa, Herman Ar dan Ganug, serta seorang pengacara, Yurianto.(ar)

Share:

Selasa, 19 April 2022

Komunitas Dolan Bareng Berbuka Puasa Bersama Sekaligus Membahas Rencana Halalbihalal

Komunitas Dolan Bareng (gabungan para pensiunan dan karyawan yang masih dinas di RRI Surakarta) berfoto bersama di sela acara buka bersama di sebuah resto di Manahan.

SOLOSKOY.COM, SOLO  -  Komunitas Dolan Bareng, yang merupakan gabungan para pensiunan dengan para karyawan yang masih berdinas di RRI Surakarta, mengadakan acara buka bersama, Selasa (19/04/2022). Acara ini diselenggarakan di salah satu resto di Manahan, Kota Solo, Jateng.

Menurut koordinator acara buka bersama, Aprina Suryandari dan Endang, acara buka bersama ini menunjukkan semangat teman-teman mereka dalam Komunitas Dolan Bareng untuk menjalin tali silaturahmi sangat baik. 

"Meski rumah teman-teman cukup jauh dari tempat acara, dan dalam keadaan hujan deras, semuanya tetap antusias untuk datang dalam acara buka bersama ini," kata Aprina Suryandari.

Adapun acara buka bersama yang diselenggarakan pada bulan Puasa tahun 2022 ini bukan hanya sekadar acara makan bersama bagi para peserta namun juga dimanfaatkan sebagai momen untuk mendapatkan siraman rohani keimanan yang disampaikan oleh Bahrudin syarif, dan makna pentingnya menjalin pertemanan  oleh Onny Sulistiono .

Selain itu, acara buka bersama tersebut juga digunakan untuk membahas rencana Halalbihalal yang akan diselenggarakan setelah Lebaran mendatang. (ar)

Share:

Minggu, 03 April 2022

nDalem Beksan Joglo Mataram Jadi Tempat Berkegiatan Alumni SMAN 2 Surakarta Angkatan 1982

 

Ketua Alsmaro'82, Yudi Hantoyo (kiri), bersama  pemilik Joglo Mataram, dr Winarni Sp.M, dan Pangarso nDalem Beksan Joglo Mataram, Dhimas Hebeka, saat peresmian nDalem Beksan Joglo Mataram.

SOLOSKOY.COM, SOLO – Sebuah tempat bernama nDalem Beksan Joglo Mataram diresmikan pada Jumat (1/04/2022) petang. Lokasinya di Ceplukan RT 02/RW16, Sanggrahan, Penyerahan, Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng.

Peresmian dilakukan oleh Yudi Hantoyo selaku Ketua Alsmaro'82 [Alumni SMA Loro (SMAN 2) Surakarta Angkatan Tahun 1982].

“nDalem Beksan Joglo Mataram ini merupakan tempat kegiatan-kegiatan untuk keluarga besar Alsmaro'82,” kata Dhimas Hebeka, yang ditunjuk kawan-kawan alumni sebagai Ketua atau Pangarso nDalem Beksan Joglo Mataram.

Mengenai kisah pendirian nDalem Beksan Joglo  Mataram, hal itu berawal dari ajakan pemilik Joglo Mataram yang juga alumnus SMAN 2 Surakarta Angkatan 1982 dan dokter spesialis mata, yaitu dr Winarni Sp.M, untuk memanfaatkan joglonya buat berbagai kegiatan.

“Antara lain kegiatan berolah seni, olah budaya, dan olahraga demi nguri-uri kabudayaan Jawi,” ujar Dhimas.

“Beliau (Winarni, Red) memberi kesempatan kepada rekan-rekan Alsmaro'82 beserta keluarga untuk belajar dan berkegiatan bersama-sama. Maka kemudian dibentuklah pengurus nDalem Beksan Joglo Mataram,” kata Dhimas menambahkan.

Dhimas mengatakan, kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di nDalem Beksan Joglo Mataram di antaranya belajar menari, belajar pambiworo, belajar MC, kuliner, musik, olah vokal, berkebun, line dance, dan teknologi informasi (TI).

Para ibu Alsmaro'82 belajar menari di nDalem Beksan Joglo Mataram.

“Pemilik dan pengurus nDalem Beksan Joglo Mataram berharap, ke depan nanti akan semakin berkembang dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas umumnya, dan khususnya keluarga besar Alsmaro'82,” ujar Dhimas. 

Adapun Ketua Alsmaro'82, Yudi Hantoyo, saat acara peresmian antara lain berpesan agar kegiatan di nDalem tersebut tidak hanya obor blarak tetapi harus kontinyu dan konsisten.

“Harus bisa melawan rasa malas agar ke depan semakin berkembang dan bisa menghasilkan orang-orang yang berguna bagi semua, termasuk semoga berkembang dalam usaha bisnis dan menghasilkan rezeki,” ucapnya. (jun)

Share:

Selasa, 29 Maret 2022

Darmadi : Selalu Aktif Itu Menyehatkan

 Darmadi saat berada di kawasan Irung Petruk di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jateng, yang medannya terkenal sangat berat bagi goweser.

SOLOSKOY.COM, SOLO - Salah satu alumni SMA Pangudi Luhur (SMA Yosef ) Solo, Jateng, angkatan 1981, Darmadi, sejak sekolah sampai sekarang selalu mempunyai berbagai kegiatan dinamis. Antara lain, saat bersekolah di SMA aktif dalam grup drumben. 

Jiwa seni yang mengalir dalam darah alumnus Yosef 81 ini tak berhenti hanya karena sudah bekerja dan berkeluarga. Justru setelah berkeluarga dan bekerja, jiwa seninya mengalir deras dengan aktif sebagai fotografer di Kota Solo yang dibuktikan dengan malang-melintang memotret berbagai event dan acara seremonial. 

Suami dari Endang Handayani  yang juga bapak tiga anak dan kakek empat cucu ini, sejak beberapa tahun terakhir memiliki hobi bersepeda atau sebagai goweser alias penggowes memakai sepeda lipat atau yang dikenal dengan Seli, dan mountain bike (MTB).

Darmadi bergabung dalam komunitas goweser Gobang Seli.

Kegemarannya bersepeda boleh dikata tak tertandingi oleh para pemula yang umurnya masih muda. Kendati sudah tidak muda lagi  namun Darmadi masih sanggup diajak bersepeda jarak jauh.

Di sisi lain Darmadi tergolong pandai mengatur waktu dan berbagi teman. Contohnya, meski jadwal gowesnya selalu berlangsung pada hari Sabtu namun Darmadi tetap hadir dan ikut berolahraga Jalan-Jalan Pagi (JJP) Setupon.

"Karena kalo sepedaan itu kan acara rutin, lha kalo JJP Setupon itu kan 35 hari sekali. Bisa ketemu dengan teman-teman lama saat masih di bangku sekolah, rasanya seperti minum vitamin menambah nutrisi  jiwa," ujarnya.

Wajar bila teman, sahabat dan kolega Darmadi ada di berbagai tempat. Termasuk, di kalangan penggemar otomotif. 

Darmadi, yang bertempat tinggal di Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, ini selain punya berbagai hobi juga senang mengendarai sepeda motor atau touring.

"Dengan banyak kegiatan, pikiran tidak akan mudah pikun dan selalu enerjik, menyehatkan," katanya.

Kendati demikian, Darmadi tetap mengutamakan kewajiban utamanya, yaitu keluarga. Apalagi kalau sudah menyangkut urusan dengan sang buah hati, dengan empat cucunya, maka kegiatan lain akan dinomorduakan. (ar)

Share:

Minggu, 27 Maret 2022

Alumni 81 SMA Yosef Solo Berolahraga Ringan dan Bersenang-senang dengan Kegiatan JJP SETUPON

Alumni 81 SMA Yosef Solo saat JJP SETUPON di Stadion Manahan Solo.

SOLOSKOY.COM, SOLO - Para alumnus SMA Yosef (SMA Pangudi Luhur) Solo, Jateng, Angkatan 1981 rutin melakukan kegiatan bersama yang dinamakan JJP SETUPON setiap hari Sabtu Pon, atau setiap 35 hari sekali.

"Jalan-Jalan Pagi atau JJP Setu Pon merupakan program untuk menjalin kebersamaan antarteman-teman SMA Yosef Alumni 81," kata Koordinator JJP SETUPON,Yanti Samidi.

Program yang sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu ini, pada awal mulanya dilaksanakan di Stadion Manahan Solo . 

Kemudian yang kedua dilaksanakan di Boyolali, yang ketiga dilaksanakan di Sekolah SLB B Pawestri  Karanganyar milik Alumnus SMA Yosef, Murni Ningsih. 

Lalu yang ke empat dilaksanakan di Taman Bale Kambang Manahan Solo, dan kelima kembali dilaksanakan di Stadion Manahan Solo.

Menurut Yanti Samidi, Alumni Yosef perlu sebuah kegiatan yang dikemas dalam konsep olahraga ringan, menyenangkan dan dengan biaya sangat terjangkau.

"JJP SETU PON  tidak ada hubungannya dengan keagamaan dan politik sehingga benar- benar netral," ujarnya. 

Bahkan setiap kali penyelenggaraan, iurannya hanya sebesar Rp 20.000 (dua puluh ribu rupiah). Setelah acara berakhir, para peserta menuju ke sebuah warung makan untuk makan bersama. 

JJP Setu Pon memang dilaksanakan pada hari Sabtu Pon sehingga frekuensi pelaksanaannya tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama karena setiap 35 hari sekali.

Dalam pelaksanaannya para  peserta yang rata-rata sudah berusia sekitar 60 tahun sangat senang karena bisa bertemu teman lama saat sekolah di SMA dalam tawa canda, karena JJP SETUPON mengedepankan kebersamaan dan kekompakan antarpeserta. (ar)

Share:

Sabtu, 05 Maret 2022

15 Angggota Touring Club RRI Surakarta Tur ke Girpasang Kemalang Klaten

Para anggota Touring Club RRI Surakarta berfoto bersama di objek wisata alam Girpasang Kemalang di Klaten.

SOLOSKOY.COM, KLATEN - Sebanyak 15 anggota Touring Club RRI Surakarta, Sabtu (05/03/2022), beramai-ramai tur ke objek wisata alam Girpasang Kemalang di Klaten, yang jaraknya 4 Kilometer dari Gunung Merapi dan berada di ketinggian 1.000 meter dari permukaan air laut.

Untuk menuju ke Girpasang selain melewati pedesaan yang rindang juga daerah yang sangat subur untuk pertanian warga sekitar. Bahkan di kiri-kanan menuju Girpasang banyak pengusaha penambang pasir dan batu.  

Meski untuk menuju ke objek wisata Girpasang Kemalang Klaten tidak jauh namun diperlukan ketrampilan mengendarai kendaraan. Karena, sebelum sampai lokasi, ada jalan yang kondisinya rusak parah cukup panjang akibat banyaknya truk bermuatan pasir dan batu yang lewat di daerah tersebut. 

Adapun dari 15 peserta yang berangkat touring, sebagian mereka sudah purna tugas namun beberapa di antaranya ada yang masih aktif dinas di RRI Surakarta.

Aktifitas Touring Club RRI Surakarta pimpinan Agus Sukarelawan ini cukup dinamis, tiap 3 bulan mengadakan kegiatan jelajah alam. Sebelumnya, antara lain, touring ke Monumen RRI yang ada di Balong Jenawi, touring ke Ketep, dan touring ke Cemoro Kandang Tawangmangu.

Menurut Agus Sukarelawan yang juga gemar berolah raga bersepeda, tujuan dibentuknya Touring Club di RRI Surakarta itu untuk menyatukan keakraban teman-teman baik yang sudah purna tugas dengan teman yang masih berdinas agar bisa tetap bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan baik. 

Bahkan setiap kali mengadakan touring juga diikuti kalangan ibu-ibu pensiunan.

"Sehingga dengan adanya Touring Club ini jalinan silaturahmi dan komunikasi bisa berjalan dengan baik," kata Agus. (ar)

Share:

Rabu, 16 Februari 2022

Mantan Kasi Siaran RRI Surakarta Onny Sulistiono : Pensiunan Harus Bahagia

Mantan Kepala Seksi Siaran RRI Surakarta, Onny Sulistiono.

PRIA berbadan tinggi-besar ini asli Solo, tapi saat bekerja pertama kali bertugas di RRI  Kendari, Sulawesi Tenggara. Itulah Onny Sulistiono.

Dahulu kala, setelah beberapa tahun bertugas di Kendari, Onny Sulistiono bisa mutasi pindah ke RRI Surakarta. Saat dinas di RRI Surakarta bertugas sebagai penyiar yang memiliki suara khas enak didengar. 

Lewat dunia broadcast yang ditekuni, akhirnya Onny Sulistiono menduduki jenjang karier mulai dari Kepala Sub Seksi hingga akhirnya menduduki sebagai Kepala Seksi (Kasi) Siaran hingga pensiun beberapa tahun silam.  

"Pensiunan harus bahagia," kata Onny.

Onny Sulistiono yang memiliki jiwa seni, saat belum pensiun dan masih berdinas di RRI Surakarta sangat getol mengasuh acara siaran  acara K 3 Koesplusmu Koesplusku Koesplus Kita yang memiliki pendengar yang cukup banyak dari berbagai daerah di Surakarta. 

Kegemaran Onny Sulistiono terhadap  Koesplusan  ini juga masih melekat hingga saat ini. Kendati usianya sudah tidak muda lagi namun masih selalu hadir untuk menyaksikan acara Koesplusan di Solo seperti di Hotel Amarelo, Hotel Adhiwangsa dan Wedangan Kobar. 

Tentu saja bukan hanya datang untuk menonton tapi sering kali juga menyumbangkan suaranya ikut nyanyi lagu lagu Koesplus, dan  lagu yang sering ia bawakan lagu yang dinyanyikan Yok Koeswoyo. Saking gandrungnya kepada Yok, setiap kali  Yok Koeswoyo ke Solo pasti Onny menemuinya.

Menurut pengakuannya, orang yang senang musik itu  ibarat jiwanya tersuplai nutrisi sehingga hidupnya selalu bersemangat dan juga berbahagia.

Sehingga, tak mengherankan ia adalah salah satu motor penggerak pensiunan yang secara berkala mengadakan acara selain Koesplusan juga acara wedangan dan Dolan Bareng bersama teman teman baik yang masih dinas di RRI Surakarta maupun dengan sesama pensiunan.

Selain itu di sela waktu luangnya Ony juga sering mendapat job sebagai MC hajatan namun hal ini dilakukan lebih bersifat sosial. (Ar)

Share:

Sabtu, 05 Februari 2022

Karyawan dan Pensiunan RRI Surakarta Touring Sambangi Monumen Bersejarah RRI di Balong Jenawi Karanganyar

Beberapa karyawan dan para pensiunan RRI Surakarta berfoto bersama di lokasi Monumen Balong di Jenawi, Karanganyar. 

SOLOSKOY.COM, KARANGANYAR - Beberapa karyawan dan para pensiunan RRI Surakarta yang memiliki hobi touring, kemarin menyambangi Monumen Balong di Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jateng.  

Rombongan touring ini dipimpin  Agus Sukarelawan.

Mengenai keberadaan monumen, Agus Sukarelawan menjelaskan,  Monumen Balong  mempunyai nilai sejarah yang tinggi bagi RRI. Karena, pada masa penjajahan Belanda, agar siaran tidak diketahui oleh pihak Belanda, pemancar RRI yang beratnya hampir 1 ton diusung ke Balong jenawi dilereng Gunung Lawu dengan ketinggian 901 meter dari permukaan air laut, dan kala itu dipimpin oleh R Maladi. 

Bahkan setelah sampai di Balong Jenawi saat itu RRI tetap memancarkan siarannya.

Sedangkan mengenai kegiatan touring, Agus Sukarelawan menyebutkan bahwa Touring Sambangi Monumen Balong akan dijadikan agenda rutin agar para angkasawan-angkawati, baik yang masih dinas maupun mereka yang sudah purna tugas, tidak melupakan sejarah perjuangan tempo dulu dalam mengamankan siaran. (*)

Share:

Senin, 31 Januari 2022

Basuki Rohmad Mengisi Masa Pensiun dengan Beternak Nila dan Gurami, Punya 6 Petak Kolam Besar

Basuki Rohmat bersama dua kawannya berfoto di kolam ikannya di Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

SOLOSKOY.COM, KLATEN -  Memiliki kolam ikan jenis nila dan gurami sudah dijalani Basuki rohmat, pensiunan karyawan RRI Surakarta, sejak 15 tahun silam.

Usaha beternak ikan yang dijalani Basuki Rohmad bukan dilakukan setelah dia pensiun dari RRI Surakarta tetapi sudah cukup lama, sejak ia masih bekerja. Sehingga, ia sangat kaya pengalaman memelihara ikan nila dan ikan gurami yang nilai jualnya cukup tinggi. 

Basuki Rohmat bertempat tinggal di Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Di sana  memang daerah yang  tergolong airnya melimpah sehingga usahanya di bidang perikanan tidak mengalami kesulitan air. 

Dijelaskan Basuki Rohmad, kolam ikannya terdiri atas 6 petak yang masing masing berukuran 100 meter persegi.

Bibit ikan nila dan ikan gurami yang dipelihara 4 bulan, menurutnya, bisa menguntungkan cukup besar. (*)

Share:

Jumat, 14 Januari 2022

Fakultas Agama Islam UMS Gelar Konferensi Internasional untuk Perluas Kontribusi Muhammadiyah

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Prof. M.A Fattah Santoso. 

SOLOSKOY.COM, SUKOHARJO - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Konferensi Internasional, International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies (ICIMS), dengan tema "Contribution of Muhammadiyah Movement to Science and Global Humanity".

Acara ini digelar pada Jum'at-Sabtu, 14-15 Januari 2022, yang dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) melalui Zoom Meeting.

Humas UMS dalam siaran persnya menjelaskan, konferensi ini dibuka dengan keynote speaker yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Prof. Satomi Ohgata (Kyushu International University Japan), Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kesba (Al-Azhar University Cairo),  dan Prof. M.A Fattah Santoso (Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Senantiasa Bergerak

Menurut Fattah Santoso, Muhammadiyah adalah gerakan keagamaan Islam modern di Indonesia yang senantiasa bergerak dalam lingkungan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal. 

"Muhammadiyah telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan Indonesia dan dunia, dibuktikan dengan kekayaan amal usahanya, terutama di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, sosial, kesehatan, filantropi, dan humanitarian," papar Fattah Santoso.

Peran dan kontribusi ini, lanjut dia, semakin diperlukan di tengah berbagai dinamika dan persoalan kemanusiaan yang masih terus melanda, baik dalam skala lokal, nasional maupun global. Di era industri 4.0 Muhammadiyah diharapkan terus melakukan gerakan progresif, strategis, dan bersinergi dengan lembaga-lembaga lain dalam berbagai aspek.

Banyak Berkontribusi

Moh. Zakki Azani, Ph.D selaku ketua panitia konferensi ini menjelaskan ICIMS adalah studi tentang Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya di Indonesia dapat tersebar luas secara global, karena Muhammadiyah sudah banyak berkontribusi untuk bangsa dan juga di dunia internasional. 

"Dengan acara ini kita ingin mengembangkan dan mengetahui dari para penulis Islam di universitas dalam negeri maupun di luar Indonesia untuk meneliti apa yang telah diberikan oleh umat Islam kepada seluruh umat yang ada di dunia ini," katanya.

Harapannya, tambah Dekan FAI UMS Dr Syamsul Hidayat, dengan adanya acara ini dapat terdokumentasi ataupun tertulis secara akademik (scholarly academic writing) sehingga dapat diketahui oleh seluruh umat Islam dan non-Islam yang ada di dunia. karena image Islam yang ada di social media banyak sekali image-image mungkin kurang baik.

Zakki mengungkapkan, kontribusi Muhammadiyah dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kemanusiaan Universal (Global Humanity), sangat besar, menggali khazanah yang selama ini dikembangkan oleh Muhammadiyah yang sudah berusia 109 tahun. 

Kiprah Muhammadiyah

Dengan rentang waktu itu, tentu Muhammadiyah memiliki kiprah dan pengalaman dalam bidang pendidikan. 

"Dalam bidang pendidikan ini tentu ada kaitannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Bahkan sekarang sudah mulai merambah tidah hanya di Indonesia bahkan ada yang di luar negeri," kata Zakki.

Pada bagian lain, Syamsul Hidayat mengungkapkan dengan adanya masukan-masukan dari pembicara internasional serta pelibatan  mahasiswa untuk mengikuti konferensi, maka secara tidak langsung akan mendorong kualitas dalam menulis karya ilmiah karya mahasiswa dan dosen sehingga bisa setara dengan karya ilmiah yang memiliki kelas dunia. 

"Sehingga hasil karya dosen dan mahasiswa yang dipresentasikan di parallel session di ICIMS ini akan dimuat di prosiding internasional yang berkelas yaitu lewat atlantis press yang terindeks scopus," Jelas Syamsul Hidayat. (jun)

Share: