Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Rabu, 02 Juni 2021

Presidium Kami Jateng Mohon Audiensi kepada DPRD Solo Setelah Gagal Selenggarakan Silaturahmi KAMI Se-Jawa di Solo

 

 Ketua Presidium KAMI Jateng, Mudrick Setiawan M Sangidu

SOLOSKOY.COM, SOLO – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Tengah (Jateng) memohon audiensi kepada pihak DPRD Surakarta, Rabu (2/06/2021).

Hal ini dilakukan setelah Presidium KAMI Jateng gagal  menyelenggarakan acara Silaturahmi Presidium KAMI se-Jawa di Rumah Makan Padang Sederhana di Solo (sebelah barat Mal Solo Square) pada Sabtu (29/05/2021) lalu.

Menurut Presidium KAMI Jateng, acara tersebut gagal terselenggara karena pihak Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Surakarta tidak merespons surat pemberitahuan yang diajukan KAMI Jateng alias tidak memberikan izin.

“Sampai hari ini, Rabu 2 Juni 2021, jawaban dari Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Surakarta baik melalui telepon, pesan singkat, maupun surat tertulis tidak pernah kami terima,” kata Ketua Presidium KAMI Jateng, Mudrick Setiawan M Sangidu, kepada wartawan di Solo, Rabu (2/06/2021).

Menyepelekan

“Dalam hal ini Gugus Tugas Pengendalian Covid 19 Kota Surakarta telah mengabaikan surat pemberitahuan yang kami sampaikan dan terkesan menyepelekan kami sebagai bagian dari Warga Negara Indonesia,” katanya menambahkan.

Karena itulah Mudrick kemudian mengirim surat permohonan audiensi kepada Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo.

“Surat permohonan diantar hari ini ke Gedung DPRD Surakarta," ujarnya.

"Tentang waktu audiensinya akan berlangsung kapan, biar Dewan nanti yang menentukan,” ujar Mudrick.

Memanggil Pihak Terkait

Adapun dalam suratnya Mudrick menulis,  “Kami sebagai bagian dari Warga Negara Indonesia  memohon kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surakarta untuk berkenan menerima kami dalam rangka audiensi dengan Wakil Rakyat di Surakarta."

Selain memohon audiensi, Mudrick juga meminta kepada DPRD Solo agar memanggil pihak-pihak terkait agar dirinya memperoleh kejelasan mengapa rencana silaturahmi KAMI se-Jawa tidak memperoleh izin.

“Selanjutnya kami memohon kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surakarta untuk meminta keterangan kepada pihak-pihak terkait antara lain Ketua Gugus Tugas Pengendalian Covid 19 Kota Surakarta, Kepala Kepolisian Resort Kota Surakarta dan Wali Kota Surakarta,” demikian isi surat Mudrick.

Adapun tembusan surat Presidium KAMI Jateng dikirim kepada Gubernur Jawa Tengah, Kepala Kepolisisian Daerah Republk Indonesia Daerah Jawa Tengah, Wali Kota Surakarta, dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Resort Kota Surakarta serta pers.

Kronologi

Dalam suratnya Mudrick juga menjelaskan kronologi rencana silaturahmi KAMI  se-Jawa yang akhirnya gagal.

“Bahwa kami berencana menyelenggarakan Silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) se Jawa yang rencananya kami selenggarakan pada Hari Sabtu, 29 Mei 2021 bertempat di RM Sederhana, Jln Slamet Riyadi Solo,” tulis Mudrick.

Menurutnya acara tersebut sudah dirancang dengan tetap memenuhi Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid 19.

"Demi memenuhi Protokol Kesehatan tersebut, kami telah menyampaikan Surat Pemberitahuan kepada Kepolisian Resort Kota Surakarta dan Gugus Tugas Pengendalian Covid 19 Kota Surakarta (salinan Surat Pemberitahuan terlampir),” tulis Mudrick.

Surat Pemberitahuan

Menurut Mudrick, utusannya yang mengantar surat pemberitahuan ke Kepolisian Resort Kota Surakarta, setelah diterima petugas disarankan untuk membawa surat pemberitahuan nanti setelah ada rekomendasi dari Gugus Tugas Pengendalian Covid 19 Kota Surakarta.

“(Sedangkan) utusan kami yang mengantar surat pemberitahuan ke Gugus Tugas Pengendalian Covid 19 Kota Surakarta, setelah diterima oleh Petugas di Kantor Bagian Umum Balai Kota Surakarta, diminta membubuhkan nomor HP yang bisa dihubungi dan akan dihubungi setelah ada jawaban dari Gugus Tugas Pengendalian Covid 19 Kota Surakarta,” tulis Mudrick.

"Utusan kami tidak diberi tanda terima penerimaan surat pemberitahuan yang kami kirim,” sambung Mudrick.

Selain itu, menurut Mudrick, pihaknya dihubungi oleh personel Kepolisian Resort Kota Surakarta, diminta untuk memindahkan acara ke luar Kota Solo, dan Mudrick akan dibantu prosesnya.

“Kami menolak tawaran tersebut, karena sejak awal kami merencanakan acara kami diselenggarakan di Kota Surakarta,” tulis Mudrick. (jun)

Share:

2 comments: