Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Minggu, 30 Mei 2021

KAMI Se-Jawa : Serbuan TKA Asal Cina Berpotensi Ancam Pertahanan, Keamanan dan Kedaulatan Nasional



SOLOSKOY.COM, SOLO - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) se-Jawa menyebut ada gelombang besar kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina ke berbagai kawasan di Tanah Air untuk investasi sektor pertambangan, sumber daya alam dan infrastruktur, dan sektor strategis lainnya.

Menurut KAMI se-Jawa, sikap TKA Cina yang arogan dan memandang rendah masyarakat lokal bahkan kepada aparat keamanan, berpotensi membahayakan keamanan, kedaulatan dan stabilitas nasional.

KAMI se-Jawa juga melihat kawasan-kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi kantong-kantong tertutup dan eksklusif yang lepas dari adat dan budaya komunitas lokal, menjadi "negara dalam negara" dengan aturan yang tidak sesuai aturan dan hukum nasional.

Berdasar hal-hal di atas, KAMI se-Jawa meminta DPR dan TNI serta Pemerintah Daerah Otonom setempat meninjau kawasan-kawasan investasi Cina tersebut untuk melihat dan mendata perkembangannya yang berpotensi menjadi ancaman pertahanan, dan keamanan serta kedaulatan nasional.

Pernyataan Sikap

Adapun permintaan KAMI se-Jawa ini merupakan bagian dari pernyataaan sikap mereka pada Sabtu (29/05/2021) terkait serbuan TKA dari Cina ke Indonesia.

Pernyataan sikap ini diteken oleh Mudrick Setiawan Malkan Sangidu (KAMI Jateng), Syukri Fadholi (KAMI DIY),  Djudju Purwantoro AP (KAMI DKI Jakarta), Daniel Muhammad Rasyid (KAMI Jawa Timur), Syafril Sjofyan (KAMI Jawa Barat),  Abuya Shodiq (KAMI Banten), dan Sutoyo Abadi (Sekretaris).

Dalam pernyataan sikapnya KAMI se-Jawa juga meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan investasi dan imigrasi yang cenderung permisif bagi perusahaan dan TKA asing sehingga mempersempit kesempatan kerja warga negara dan masyarakat lokal.

Ancaman Komunisme Baru

KAMI se-Jawa juga menyerukan perlunya meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan atas ancaman komunisme baru sebagai state capitalism yang telah menunjukkan gejala come-back bersamaan dengan gelombang investasi asal Cina ke Indonesia.

“Pernyataan sikap ini sekaligus peringatan dini bagi bencana ideologi yang mengancam eksistensi Pancasila sebagai dasar negara, dan Republik Indonesia sebagai negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” demikian pernyataan sikap KAMI se-Jawa.  (jun)

 


Share:

1 comments: