Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Selasa, 06 April 2021

Mega Bintang Akan Gandeng Arkham Mukmin untuk Ajukan Praperadilan Kedua terhadap Polresta Solo

 

 Ketua Yayasan Mega Bintang 1997, Boyamin Saiman.

SOLOSKOY.COM, SOLO – Mega Bintang akan mengajukan permohonan praperadilan kedua setelah permohonan mereka terhadap Polresta Solo dalam kasus penangkapan pengkritik Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ditolak Pengadilan Negeri Solo (PN Solo).

Untuk itu, Mega Bintang akan berupaya menggandeng Arkham Mukmin, pria yang pernah mengkritik Wali Kota  Gibran melalui media sosial Instagram lalu berurusan dengan Polresta Solo.

BACA JUGA : Yayasan dan LBH Mega Bintang Praperadilankan Polresta Solo Karena Menangkap Pengkritik Mas Wali Kota Gibran

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Mega Bintang 1997, Boyamin Saiman, melalui rekaman suara kepada  SoloSkoy.com, Selasa (6/04/2021) sore.

Hormati Putusan Hakim

"Atas ditolaknya praperadilan yang kami ajukan, kami menghormati putusan hakim,” kata dia. 

“Langkah berikutnya kami akan berusaha berkoordinasi dan bertemu dengan Arkham Mukmin dalam rangka untuk mengajukan praperadilan kedua," kata Boyamin, yang juga Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI).

BACA JUGA : Permohonan Praperadilan Mega Bintang terhadap Kapolresta Solo Kandas, Mudrick : Kalah-Menang Bukan Tujuan Kami

Mega Bintang akan berusaha menggandeng Arkham Mukmin untuk memastikan apa yang terjadi tatkala mahasiswa asal Slawi, Jateng, tersebut dahulu berurusan dengan Polresta Solo.

“Apakah itu penjemputan (oleh kepolisian), pengamanan, penangkapan, atau memang hanya Arkham Mukmin datang sendiri (ke Mapolresta Solo) secara sukarela," ujarnya.

Alasan Penolakan

Diberitakan sebelumnya, PN Solo Selasa (6/04/2201) siang menolak permohonan praperadilan Mega Bintang terhadap Polresta Solo dalam kasus penangkapan pengkritik Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Hakim tunggal Sunaryanto SH dalam amar putusannya antara lain menyatakan dua alasan tidak menerima permohonan praperadilan Mega Bintang.

Pertama, Pemohon dalam hal ini Yayasan Mega Bintang sebagai Pemohon I dan LBH Mega Bintang sebagai Pemohon II, tidak mempunyai Legal Standing dalam permohonan Praperadilan perkara ini. 

Kedua, isi permohonan Praperadilan Mega Bintang melawan Kapolresta Surakarta (Kapolresta Solo) tidak sesuai dengan Pasal 77 KUHAP dan 79 KUHAP. 

“Sesuai dengan pasal 79 KUHAP oleh karena para pemohon bukan sebagai tersangka, keluarga tersangka atau pihak yang diberikan kuasa oleh tersangka untuk mengajukan praperadilan sah atau tidaknya penangkapan,” kata Sunaryanto.

Delapan Hari

Adapun proses sidang permohonan praperadilan Boyamin dan kawan-kawan terhadap Polresta Solo ini berlangsung delapan hari.

Sidang perdana digelar pada Senin (29.03/2021).

Setelah beberapa kali sidang, akhirnya hakim memutuskan perkara pada Selasa (6/04/2021) siang. (jun)


Share:

1 comments:

Arsip