Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Rabu, 31 Maret 2021

Mudrick Prediksi Praperadilan Mega Bintang ke Polresta Solo terkait Wali Kota Gibran Akan Kandas

 

Ketua Dewan Pembina Mega Bintang Mudrick SM Sangidu 

SOLOSKOY.COM, SOLO -  Meski sidang permohonan praperadilan Mega Bintang terhadap Polresta Solo dalam kasus penangkapan pengkritik Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka masih bergulir, namun Ketua Dewan Pembina Mega Bintang Mudrick SM Sangidu sudah memprediksi Mega Bintang akan kalah.

Penyebabnya, kata Mudrick, perkara tersebut menyangkut putra seorang Presiden.

Sebagaimana diketahui, Gibran selain menjabat Wali Kota juga merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini perkara yang sensitif karena menyangkut nama putra seorang Presiden,” kata Mudrick seusai menghadiri sidang lanjutan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Rabu (31/03/2021).

BACA JUGA : Mega Bintang Ajukan Saksi Ahli ke Praperadilan terhadap Polresta Solo dalam Kasus Penangkapan Pengkritik Wali Kota Gibran

Mudrick menyebut Gibran sebagai ‘wali kota plus’ karena posisinya sebagai wali kota sekaligus putra Presiden.

“Wali kota istimewa, luar biasa,” katanya.

Karena Gibran menjadi 'wali kota plus' maka banyak pejabat dari Jakarta, termasuk para menteri, bergiliran datang ke Kota Solo untuk melakukan kunjungan kerja.

Yakin 

Kembali ke soal permohonan praperadilan Mega Bintang, Mudrick yakin keterangan saksi ahli Mega Bintang di  PN Solo, Dr Muhammad Taufik SH MH, menguatkan gugatan Mega Bintang terhadap Polresta Solo yang menangkap Arkham Mukmin.

Adapun Arkham Mukmin adalah pria yang mengkritik Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka alias Mas Wali Kota Gibran, melalui media sosial Instagram.

BACA JUGA : Kuasa Hukum Kapolresta Solo Minta PN Solo Tolak Permohonan Praperadilan Mega Bintang dalam Penangkapan Pengkritik Wali Kota Gibran

“Karena itu saya tetap berharap agar hakim nanti berani memutus sesuai kebenaran,” ujar Mudrick.

Dia mengatakan, kebenaran itu adalah hal nyata, yang tidak bisa dikurangi maupun ditambah.

“Salam  hormat saya untuk Pak Hakim,” kata Mudrick. (*)


Share:

2 comments:

Arsip