Portal Berita Derah, Nasional dan Global

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Rabu, 31 Maret 2021

Mega Bintang Ajukan Saksi Ahli ke Praperadilan terhadap Polresta Solo dalam Kasus Penangkapan Pengkritik Wali Kota Gibran


Saksi ahli Muhammad Taufik di PN Solo, Rabu (31/03/2021). 

SOLOSKOY.COM, SOLO – Pengadilan Negeri (PN) Solo menggelar sidang lanjutan gugatan permohonan praperadilan Mega Bintang terhadap Polresta Solo dalam kasus penangkapan pengkritik Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Sidang ketiga, Rabu (31/03/2021) pukul 11.00 WIB, kembali dipimpin oleh hakim tunggal Sunaryanto SH

Adapun agenda sidang lanjutan di PN Solo ini  adalah penyerahan bukti-bukti dan keterangan saksi ahli hukum pidana dari pihak Pemohon praperadilan (Mega Bintang).

Pemohon mengajukan saksi ahli hukum pidana Muhammad Taufik dari UNS yang juga bekerja di beberapa kampus, antara lain Universitas Unisula Semarang.

Setelah Taufik menyampaikan keterangannya yang menguntungkan pihak Pemohon, hakim tunggal Sunaryanto SH menutup sidang.

Ia kemudian menunda sidang hingga Kamis (1/04/2021) pagi besok dengan agenda penyampaian bukti-bukti dan keterangan saksi ahli oleh pihak Termohon praperadilan (Polresta Solo).

Diberitakan sebelumnya, Yayasan Mega Bintang Solo Indonesia 1997 dan LBH Mega Bintang Solo Indonesia 1997 mempraperadilankan Polresta Solo karena menangkap Arkham Mukmin yang  memposting kritikan kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakbuming Raka.

Tidak Sah

Menurut Mega Bintang, penangkapan terhadap warga Slawi, Jateng, itu tidak sah secara hukum alias melanggar hukum.

Gugatan praperadilan diajukan melalui Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Senin (22/03/2021), dan mulai disidangkan seminggu kemudian, Senin (29/03/2021) pagi.

Pemohon praperadilan dari Yayasan Mega Bintang (pemohon pertama) adalah Boyamin Saiman, Arif Sahudi, Tresno Subagyo, dan Hamzah.

Sedangkan pemohon kedua dari LBH Mega Bintang adalah Prijatno, Direktur LBH Mega Bintang, bersama-sama 10 orang konsultan hukum pada LBH Mega Bintang.

Mega Bintang melalui gugatannya memohon agar PN Solo menyatakan secara hukum Polresta Solo telah melakukan penangkapan secara tidak sah terhadap Arkham Mukmin.

Mereka juga mohon agar PN Solo memerintahkan Polresta Solo untuk merehabilitasi nama baik Arkham Mukmin. 

Menolak

Dalam sidang Selasa (30/03/2021), Kuasa hukum Kapoklresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak, AKP Ibnu Suka, meminta agar Pengadilan Negeri (PN) Solo menolak permohonan praperadilan Mega Bintang Solo dalam kasus penangkapan  Arkham Mukmin yang  mengkritik Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Sebab, menurut Ibnu Suka, permohonan praperadilan Mega Bintang cacat formal karena Mega Bintang tidak memiliki legal standing untuk menggugat kliennya ke Pengadilan Negeri (PN) Solo.

"Permohonan praperadilan Pemohon cacat formal, karena Pemohon tidak memiliki legal standing untuk memohonkan  praperadilan ini," kata AKP Ibnu Suka.

Selain itu, menurut Ibnu Suka, permohonan Pemohon juga  cacat karena obscuur libel/kabur/tidak jelas/error in objecto.

"(Mohon) Yang Mulia berkenan memutuskan sebagai berikut, menerima eksepsi, menolak atau setidak-tidaknya tidak menerima permohonan praperadilan karena cacat formal, dan membebankan seluruh biaya perkara yang timbul kepada Pemohon," ujarnya. (jun)


Share:

1 comments:

Arsip